Cermin Hitam Akhir 2017

Screen_Shot_2017_12_05_at_5.24.39_PM.0
Episode pertama dari Black Mirror ternyata Star Trek-y!

Agak sulit melihat linimasa Instagram kalau akhir tahun begini ya. Bahkan anak saya yang sekali scroll saja sudah bisa berseru,

“Ibu, kok teman Instagram-nya semua sedang liburan?”
“Ya memang sedang masanya, neng.”

Tetapi memang sudah beberapa tahun ini kami selalu punya jadwal yang agak berbeda. Liburan bukan di akhir tahun tapi awal tahun. Walaupun tidak pergi ke mana-mana selalu punya escape, kok. Apalagi kalau bukan film.

Dari dulu memang film itu pelarian tercinta. Bukan ingin kabur dari kenyataan yang buruk, kenyataan tidak buruk kok. Tetapi salah satu alasan kenapa saya suka sekali film genre fantastik, terutama science fiction, adalah; kita diperkenalkan dengan jagad baru, dengan peraturan yang spesifik dan bisa kita lihat begitu cerita berjalan. Semakin bagus film, semakin peraturan itu tersembunyi di plot maupun visual, bukan diceritakan dalam dialog (biasanya). Suka atau tidak sukanya kita dengan satu film biasanya ada hubungannya dengan kita bisa merasa tersentuh atau tidak dengan peraturannya.

Seperti serial Black Mirror, misalnya. Bukan seperti kebanyakan orang yang mulai nonton di season 3 dengan San Junipero, sejak season pertama saya sudah diperkenalkan dengan serial ini. Entah karena tidak sengaja membaca di salah satu resensi atau oleh seseorang, lupa. Maaf ya sedikit kebanggaan hipster. Hari ini saya hampir menyelesaikan semua episode season terbaru, season 4. Karena setiap episode berbeda jagad, dan berbeda peraturan saya suka sekali menyimaknya.

metal-head
Black Mirror isn’t always easy to watch but the majority of the episodes are awesome!

Star Trek juga. Kenapa jadi kecintaan, karena peraturan di jagad Star Trek yang semua orang setara, tak ada lagi sistem pertukaran dengan uang, dan kita bisa bepergian ke luar angkasa dengan (cukup) leluasa itu menjadi mimpi saya sejak kecil. Sementara kurang suka Star Wars karena peraturan bahwa seseorang lahir dengan istimewa atau biasa saja. You either have it or you don’t. Kalau punya keistimewaan lantas ingin menguasai yang lain. Kurang doyan dengan dunia seperti itu.

Kembali lagi ke dunia yang ini, apakah sudah suka dengan semua peraturannya atau masih banyak yang kurang sreg (karena itu tetap ingin escape?)? Kalau memang ada yang dirasa kurang, apakah kita bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya? Paling tidak dimulai dari kita sendiri? Kalau tidak bisa dilakukan apa apa apakah kita cukup legowo untuk menerimanya? Apa perlu buat resolusi tahun baru agar lebih legowo?

Selamat menyambut 2018!

Advertisements

Leave a Reply