#RekomendasiStreaming – In the End, The Struggle is Worth Taking

Hari ini, tulisan saya hadir lebih telat dari biasanya. Tentu saja ada alasan di balik keterlambatan ini.

Rencananya, saya mau menulis semalam, setelah pulang dari kegiatan seharian. Apa daya, rencana ini berubah total saat hujan lebat menghantam kota. Terjebak di dalam mal, saya bertemu Dragono. Dia mau menonton film di bioskop, saya mau belanja di supermarket. Selesai belanja, saya makan malam, hanya untuk mencari tempat duduk menunggu hujan reda. Sampai Dragono selesai menonton, hujan belum berhenti juga. Online transportation susah didapatkan. Mau tidak mau menunggu sampai hujan berhenti turun, baru naik kendaraan umum.

Sampai rumah, saya cuma sempat berganti pakaian, membasuh muka dan gosok gigi, lalu menaruh barang belanjaan. Setelah itu, saya tidak ingat lagi, sampai alarm di ponsel membangunkan saya … untuk mematikan alarm tersebut dan tidur lagi. Sampai akhirnya sekarang, menuliskan deretan huruf dan kata yang Anda baca saat ini.

Apakah saya menyesal karena rencana awal tidak terlaksana? Tidak terlalu. We plan, the plan fails, life goes on.
Apakah saya lega? Surprisingly, yes. Karena setelah capek menunggu cuaca sampai jadi bersahabat buat pejalan kaki sampai larut malam, rasa lelah itu terbayarkan oleh tidur yang nyenyak tanpa gangguan.
So, in the end, everything is alright.

Dan dalam beberapa detik semalam, di tengah perjalanan pulang, kalimat di atas terbersit begitu saja di benak saya. Bahwa pada akhirnya, semua hal akan baik-baik saja, despite the struggle we have initially.

Saat kita sudah mencapai apa yang kita perjuangkan, atau sekedar mengakhiri perjuangan dengan beristirahat dengan tenang, maka kita akan melihat usaha tersebut dengan senyuman yang menyatakan, “it’s all worth taking.”

Semangat serupa saya temukan saat saya melihat judul-judul film dan karya berikut, yang bisa Anda tonton di kala liburan akhir pekan yang panjang ini:

Sky Ladder: Ther Art of Cai Guo-Qiang

Sky Ladder: The Art of Cai Guo-Qiang

Cai Guo-Qiang adalah seniman dan perupa terkemuka di dunia asal desa Quanzhou di provinsi Fujian di China. Karya-karyanya sudah menghiasi berbagai museum dan galeri kelas wahid di kota-kota besar dunia. Dia juga yang bertanggung jawab atas tampilan visual dan spesial efek di pembukaan dan penutupan Olimpiade Beijing tahun 2008.

Terkenal dengan karya-karya yang melibatkan bubuk mesiu (gunpowder), Cai Guo-Qiang melakukan proyek paling ambisius yang pernah dia kerjakan, yaitu Sky Ladder. Literally, ini adalah karya tangga langit, di mana dia membuat tangga sepanjang 500 meter ke atas, menuju langit, yang setiap bagian tangganya dihiasi dengan petasan dan bubuk mesiu.

Tentu saja tidak mudah membuat karya seambisius ini. Sebuah karya yang rupanya sudah tertanam dalam benak Cai Guo-Qiang hampir sepanjang masa dewasanya. Film ini memperlihatkan ketekunan dan ketelatenan seorang Cai Guo-Qiang yang, meskipun dengan reputasinya sebagai seniman papan atas, namun tetap rendah hati saat menemui kegagalan demi kegagalan.

Toh semangat beliau tidak pernah luntur. Apalagi proyek ini didedikasikan untuk neneknya yang berumur 100 tahun. Semakin ada dorongan besar untuk menyelesaikan adikarya ini.

Dan melihat ekspresi Cai Guo-Qiang di akhir film, it’s priceless. Semuanya menunjukkan kenapa film dokumenter ini layak ditonton dan diresapi.

Hasan Minhaj: Homecoming King

Saya cukup sering menonton stand up comedy shows di saluran streaming. Dari beberapa penampilan stand up comedians di Netflix, sampai saat ini masih Hasan Minhaj yang paling memikat. Padahal dia tergolong pemain baru di arena stand up comedy ini.

Kenapa Hasan Minhaj? Pertama karena tampilan visual panggungnya yang menarik. Tidak membosankan di mata, dan bergerak dinamis sesuai dengan konten yang dia bawakan.
Kedua, konten. There is a sense of earnestness, atau kemurnian cerita yang dia bawakan.

Mungkin karena dia membawakan cerita hidupnya. Tapi bukankah hampir semua komedian juga membawakan materi yang sama?
Hasan Minhaj mampu membuat kita terbahak-bahak dan terharu dalam satu show. Kemampuannya melihat kembali hidupnya dan menceritakannya dengan baik ke khalayak ramai dalam suasana yang feel-good membuat kita mau tidak mau menyimak setiap bagian ceritanya dengan baik.

He makes it look easy. Padahal kalau diperhatikan lagi, kehidupan yang dia ceritakan sebagai imigran asal India di Amerika Serikat tidaklah mudah.

Tetapi, selayaknya any true life survivors, Hasan Minhaj membuktikan bahwa segala perjuangan hidupnya sampai berdiri di atas panggung di hadapan ribuan penonton membuatnya layak berkata: “it’s all worth it”.

Selamat berlibur!

4 thoughts on “#RekomendasiStreaming – In the End, The Struggle is Worth Taking Leave a comment

  1. We plan, the plan fails, life goes on. Surprisingly, yes, in the end, everything is alright; despite the struggle we have initially; it’s all worth taking.

    #kompilasirasadalamkata

Tinggalkan Balasan