Observasi Random

Kebiasaan lama, kebiasaan baru. Kebiasaan lama yang dilupakan, kebiasaan baru yang tadinya terasa asing, tetapi kemudian terasa biasa sehingga tak lagi diperhatikan. Tetapi terkadang hal-hal yang menurut kita menarik tetap bisa menghasilkan pemikiran yang dihampiri beberapa kali.

Saya kira saya bagikan saja beberapa hasil observasi yang akhir akhir ini sering mampir ke otak.

  1. Seringnya jika ada  yang memiliki opini yang tidak pro hijab, yang pertama dan komentar keras adalah pria, tentu dengan latar belakang, “menutup aurat kan wajib, sudah ada di Al Quran” dan alasan agar perempuan selalu aman dan dihormati. 
    Untitled-2
    Kalau enggak pake #simple atau ada kata “paham??” dengan tanda tanya lebih dari satu (tanda enggak nyante)

     

     

  2. Tetapi ini juga pria. 

    Untitled-1
    Sumber: Magdalene.cc
  3. Orang kebanyakan itu, kalau di tempat yang harusnya sabar menanti atau antre (contohnya keluar atau masuk kereta atau bis) selalu ingin buru-buru dan kalah bisa saling mendorong. Tetapi di tempat yang leluasa (di lorong stasiun) di mana mereka bisa jalan lebih cepat kalau memang terburu-buru, malah berjalan pelan, dan tidak jarang pindah jalur seenaknya, atau beriringan hingga beberapa orang, membuat orang yang berjalan cepat sulit melewati.
    9bfa3d084c7ed699ad5246169be0932c-school-hall-road-rage
  4. OMG, agak malu mengakui, tetapi akhir akhir ini rutin menonton Riverdale karena terpincut dengan Jughead (yang sejak baca komiknya juga saya sudah suka) yang dikarang oleh Cole Sprouse, agak terobsesi sampai follow Twitternya, dan dia lucu pula jadi semakin suka, sampai cemburu kalau ada adegan ciuman antara Jughead dan Betty. 

    c5ihm4txeaewb-h
    Isn’t he dreamy?
  5. Lalu ditampar oleh kenyataan bahwa Cole Sprouse adalah Ben Geller, anaknya Ross Geller di Friends. 

    cole-sprouse-friends-rachel
    Vvhyyyyy
  6. Kemarin baru dengar teman baru mengatakan bahwa dia suka film “yang ada twist-nya”. Wait, but it puzzled me. Maksudnya, ketika kita menonton film dan tahu bahwa di situ ada twist, dan kita jadi menonton dengan mengantisipasi ada twist, apakah itu tidak merusak kesenangan atau kenikmatan menonton? Apalagi ternyata twistnya tidak sesuai pengharapan. Film yang bagus bisa berkesan jelek. Saya malah pernah agak ngambek ke sahabat karena dia keceplosan mengatakan satu film yang saya belum tonton memiliki twist-ending. Menurut saya itu spoiler. Menurut Anda bagaimana?07869dcc136bcb9f1ee65ef96ccff094-funny-funny-funny-funny-stuff

Leave a Reply