Sudah Lebih Dari Seribu Kali Kita Bertemu, Masihkah Kau Mau?

“Roy, tulisan di Linimasa itu, ada seribu tulisan?”
“Udah lebih dari itu, kali.”

Sepenggal dialog di atas terjadi saat kami bertemu beberapa bulan yang lalu, di bulan Ramadhan. Kami di sini ada saya, Dragono, Gandrasta, Leila dan Roy. Glenn saat itu absen karena harus menjaga barang dagangannya di sebuah pameran. Agun sedang di Bandung.

Dan benar saja, ketika saya cek di WordPress, saat itu sudah ada hampir 1.020 tulisan. Sekarang jumlahnya sudah 1.032 tulisan (saat tulisan ini dibuat), dan ini adalah tulisan yang ke-1.034 (kalau hitungannya benar. Maklum, ujian Matematika cuma dapat 6).

Tulisan yang sekaligus terbit di hari ulang tahun Linimasa.com yang ke-3. Tak terasa, sudah lebih dari 1.000 hari Linimasa.com hampir menjumpai Anda semua setiap hari.

Kenapa hampir?
Karena nyatanya, motto yang kami usung dari awal, yaitu “hadir setiap hari karena internet lebih butuh hati” tidak bisa kami penuhi 100%. Kadang-kadang ada halangan yang akhirnya membuat tulisan tidak bisa hadir setiap hari.

Dari tulisan Agun “EDM Itu Musik Sampah” (2 September 2014), yang sampai sekarang masih mengundang komentar, hampir 3 tahun setelah tulisan terbit!

Setelah berjibaku dengan urusan pindahan dan pekerjaan baru kala itu, akhirnya Fa Dompas mengundurkan diri. Posisinya digantikan oleh Leila Safira. Karena kesibukannya yang padat, kadang-kadang Leila pun skip posting tulisan beberapa kali.

Dan mulai beberapa minggu lalu, Leila yang sedianya menulis tiap hari Jumat, berganti jadwal dengan Roy yang sedianya hadir setiap hari Sabtu.

Dari tulisan Gandrasta Bangko “Kalimat Pertama Setelah Matched” (1 Agustus 2016). Gandrasta emang cocok jadi sasaran tembak, sih.

Sementara itu, sudah beberapa minggu ini Roy absen. Kemana dia? Hanya Tuhan, Roy, dan sepedanya yang tahu.

Glenn yang tadinya rajin menulis setiap hari Minggu, sejak beberapa bulan lalu memutuskan untuk hadir setiap dua minggu sekali. Supaya lebih bebas bercinta di malam minggu, katanya.

Dari tulisan Leila Safira “Cerita Yutaka” (5 November 2016) tentang kucingnya yang bernama Yutaka. You taka, I taki? Okie dokie.

Gandrasta yang punya jadwal super padat menjadi ayah, ibu, tante, oom, boss, kekasih dan Miss Universe, tak kuasa harus menulis setiap Senin. Alhasil, setiap Gandrasta bisa posting dan menulis, itu bak surprise besar yang nilainya setara dengan mukjizat.

Agun sedang rehat panjang, dan masih belum siap untuk menulis lagi. Jadi untuk sementara waktu, tulisan musik dan budaya pop setiap hari Selasa juga ikut rehat sejenak.

Dari tulisan Roy Sayur “Jakarta Enak” (24 Oktober 2015), waktu jaman Roy masih malu-malu memperlihatkan mukanya. Makanya sok mau mengenalkan pano-selfie, tapi akhirnya sekarang cukup sering selfie.

Saya sendiri, yang dari awal pernah berniat untuk bisa terus menulis rutin tiap Kamis sampai jumlah tulisan pribadi mencapai 500, akhirnya pernah keok sekali saat di tanah suci.

Jadi siapa yang tidak pernah absen menulis di Linimasa? Tak lain dan tak bukan adalah Dragono Halim!

Ya, bujang perjaka asal Samarinda ini tidak pernah absen hadir setiap Rabu dengan tulisan kontemplatifnya. Kalau saja Linimasa.com ini adalah perusahaan korporat, maka Dragono tak cuma menyandang predikat karyawan teladan, tapi sudah dapat bonus cuti setahun yang ditanggung perusahaan.

Dari tulisan Dragono Halim “Belajar Bersimpati” (10 Mei 2017), waktu Gono turun ke jalan ikut aksi damai. Tapi katanya sih, kalo pacaran sama Gono, hati terasa damai. Walaupun bagian tubuh lain, belum tentu mau berdamai.

Di sela-sela kekosongan kami, ada beberapa penulis kontributor yang bersedia menyumbangkan tulisannya ke Linimasa.com untuk dimuat. Tulisan-tulisan mereka, terus terang, menambah kekayaan dan variasi tulisan di Linimaa.com sehingga semakin beragam isi situsnya. Saya pribadi, meskipun belum kenal secara pribadi satu per satu, ingin mengucapkan “terima kasih, ya!” 🙂

Menulis secara rutin, sesingkat apa pun, perlu ketekunan, ketelatenan dan kemauan dari yang melakukan. Terlebih lagi untuk blogging seperti ini.

Dari tulisan Glenn Marsalim “Cintapi” (17 April 2016), dengan foto mbak Pargi yang setia sama Glenn. Demikian pula Glenn yang setia sama mbak Pargi. Aaawww … Laafff!

Kalau boleh jujur, bagian yang memakan banyak waktu dari setiap kali menulis di Linimasa.com ini adalah saat:
• memasukkan gambar;
• memasukkan link atau tautan ke bagian tulisan; dan,
• mengatur layout atau tampilan tulisan secara keseluruhan.

Blogger adalah penulis sekaligus editor sekaligus tukang layout. Ibaratnya restoran, maka kami adalah pembuat masakan di dapur, pengatur dekor tempat makan, penentu harga dan tukang promosi tempat. Kebetulan saja tugas ini buat kami tidak bisa dipikul seorang diri. Tapi semua tugas dikerjakan bersama-sama oleh beberapa orang, tidak ada siapa yang khusus fokus in charge di bidang apa.

Tidak ada spesialisasi, karena kami bukan media massa. Tidak ada pengkhususan, karena kami sekedar paguyuban, alias maunya “guyub”.

Dari tulisan saya, tapi lupa judulnya apa.

Sebisa mungkin, tulisan di Linimasa.com ini bisa dibaca seakan-akan ada kami di sebelah Anda. Berceloteh ringan, entah itu di saat sarapan, makan siang, makan malam, di dalam kereta, bis, mobil, asal jangan main ponsel di ojek, dalam keadaan senang, sedih, tertawa, menangis, asal Anda tidak merasa sendirian saat membaca tulisan-tulisan di sini.

Dan sekedar meyakinkan Anda lagi, tulisan-tulisan di Linimasa.com bukanlah berita terkini. Kekinian bisa saja lekang oleh waktu, berganti dengan temuan baru. Yang kami kejar adalah kenangan. Makanya tulisan-tulisan di Linimasa.com bisa saja Anda baru temukan, atau temukan lagi, satu minggu, dua bulan, tiga tahun setelah tulisan itu diterbitkan, dan masih bisa dibaca.

Dari tulisan Iman Purnama, kontributor (“Kamu Sufi?”, 15 Mei 2016)

Masih bisa dibaca.
Tiga kata yang melintas begitu saja di benak saya sepintas lalu. Namun tiga kata ini menyiratkan pengharapan kami dulu, sekarang, dan nanti: semoga Linimasa.com masih bisa dibaca.

Masih bisa rutin menulis, meskipun dengan format berbeda, atau formasi penulis yang baru.
Masih bisa rutin hadir, meskipun belum tentu setiap hari.
Masih bisa rutin membuat Anda tersenyum atau terharu, meskipun hanya satu.

Masih bisa menemani.

Jadi, masihkah Anda mau ditemani kami, seribu kali lagi?

30 thoughts on “Sudah Lebih Dari Seribu Kali Kita Bertemu, Masihkah Kau Mau? Leave a comment

  1. Happy belated birthday linmas!
    Sebagai pembaca baru (karena baru dikasitau budehku diatas), i enjoyed reading the posts very much

  2. Selamat ulang tahun, Linimasa. Di hari hujan maupun panas Linimasa selalu menyejukkan dan menghangatkan hati. Seribu kali dan seribu kali lagi tetaplah menemaniku😙😙😙

      1. karena internet butuh lebih banyak <3 <3 <3 <3
        ngahahhahahaha

        sepatutnya kami sebagai pembaca yang berterimakasih atas effort, konsitensi, dan atau dedikasi para penulis agar blog ini tetap eksis.
        karena kami sebagai pembaca saja merasakan betapa susahnya konsist dengan satu jadwal pagi membuat kopi dan membaca berita…..sampai habis…sampai paham.

        sekali lagi terimakasih,
        dan mohon jangan berhenti.

  3. selamat ulang tahun linimasa….semoga tetap menemani…

    btw, saya pembaca baru, tp dikala gabut atw lg bengong, saya rajin membuka arsip2 sampe ka tahun 2014, dan masih tetap menghibur, menginspirasi dan membuat manggut2. sukaaaaaakk

Leave a Reply