Kurang Ngeseks (?)

SUDAH ngeseks minggu ini?

 

Setiap orang punya pandangan yang berbeda terhadap aktivitas seksual yang satu ini: ngeseks alias persetubuhan. Ada yang tidak suka atau risi, ada yang menganggapnya biasa-biasa saja, ada yang cuma melihatnya sebagai metode prokreasi untuk punya anak, ada juga yang suka dan sangat suka sampai-sampai membuat terkesan tak dapat mengendalikan diri.

Pandangan-pandangan tersebut memengaruhi perilaku dan tindakan seseorang dalam kehidupan sosioseksualnya. Namun pandangan tersebut juga dipengaruhi banyak faktor, baik dari internal maupun eksternal. Seperti adat dan budaya, keadaan lingkungan setempat, ajaran agama, motivasi, kondisi sosial dan ekonomi yang bersangkutan, termasuk tingkat kejenuhan setiap individu. Sehingga tak usah terlampau heran ketika melihat perubahan sikap seseorang mengenai urusan selangkangan ini. Lumrah, dan cenderung bisa diprediksi lewat gejala-gejala.

Time merilis artikel berjudul “Why Millennials Might Be Having Less Sex Than Their Parents” dua tahun lalu.

Para millennials saat ini diketahui memiliki perspektif yang agak berbeda mengenai persetubuhan dan pernikahan dibanding generasi pendahulu. Toleransi mereka atas hubungan seks di luar nikah juga relatif lebih tinggi, apalagi ditambah dengan maraknya penggunaan aplikasi mak comblang yang kian beragam jenisnya. Meskipun demikian, hasil survei justru menunjukkan terjadinya penurunan intensitas persetubuhan di antara mereka.

Tulisan yang didasarkan dari jurnal ilmiah bertajuk “Changes in American Adults’ Sexual Behavior and Attitudes, 1972-2012” itu menunjukkan terjadinya tren penurunan intensitas hubungan seksual generasi muda (terbatas di Amerika Serikat, tentunya), dibanding yang berlangsung pada angkatan sebelum mereka. Komponennya meliputi jumlah orang yang pernah diajak tidur, kapan terakhir kali melakukannya, dan frekuensinya dalam satu rentang waktu.

Akan muncul pertanyaan “mengapa?” Dilanjutkan dengan celetukan “padahal ngeseks itu kan enak.” Celetukan yang orang kita banget.

Dijelaskan dalam artikel tersebut, penurunan yang terjadi tidak ada hubungannya dengan urusan enak atau tidak enaknya hubungan seksual. Melainkan pergeseran sudut pandang dan sejumlah pertimbangan. Faktanya, persetubuhan yang dilakukan secara sadar tetap merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi umat manusia.

Kemudian, ada lagi artikel lain: “Are Millennials Having More Sex or Less Sex? Both, Says New Report” yang baru dirilis Juli kemarin. Isi tulisan ini mendukung dan mengkoreksi paparan sebelumnya secara bersamaan. Mendukung bahwa tren penurunan itu terjadi, mengkoreksi bahwa para millennials memiliki partner seksual yang lebih banyak.

Gambar: The American Interest

Jika hasil survei itu dibedah lebih lanjut, ada beberapa kemungkinan yang dapat dipaparkan. Misalnya, lantaran para millennials tidak melakukan hubungan seksual sesering angkatan senior mereka, tetapi mengajak lebih banyak orang tidur bareng, berarti ada sesi-sesi yang hanya berlangsung sekali tanpa indikasi lebih detail. Apakah memang tidak mau, mau tapi tidak memungkinkan, mau tapi menahan diri untuk tidak lagi, atau ternyata sekadar cinta semalam.

Seiring waktu, masih ada kemungkinan tren ini bakal alami perubahan.


Jadi… sudah ngeseks minggu ini?

Kalau sudah, ya baguslah. Karena mestinya saat ini kamu sedang dalam kondisi mental yang menyenangkan. Rileks dan santai untuk banyak hal, juga malas terlibat drama yang panjang dan melelahkan. Orang yang suka marah-marah, mungkin kurang ngeseks aja.

Kalau belum, jangan sampai kelupaan ya. Ada yang sedang membutuhkan. Bagaimana pun juga kegiatan ini melibatkan dua orang dengan kedudukan setara. Keduanya saling menjadi objek sekaligus subjek bagi satu sama lain.

Kalau belum punya partnernya, ya mudah-mudahan bisa segera mendapatkannya. Bersabar dan terus berusaha saja. Sebab segala sesuatu akan menjadi indah pada waktunya. Sementara ini, harap berimprovisasi sajalah dulu. 🤣

[]

 

Iklan

2 thoughts on “Kurang Ngeseks (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s