Semalam Bersamanya

“Jadi menurutmu kondisinya parah, enggak?”

“Ya kalau mau optimis kita bisa melihat kalau dua sisi menginginkan hal yang baik untuk negeri, tapi caranya saja beda.”
“Itu pandangan yang super optimis, IMHO.”
“Tapi ya mungkin saja ‘kaum putih’ sudah mulai kehilangan momentum. Kan akhir akhir ini jadi seperti enggak ada yang menyatukan, apalagi dengan pemimpinnya enggak pulang pulang. But then again, Khomeini juga di Perancis waktu revolusi terjadi.”
“I can’t believe you compare that thing with Khomeini.”
“Iya, we never know.”
“Rasanya enggak percaya bagaimana rasanya 20 tahun yang lalu, enggak ada yang mempertanyakan sekularisme di sini dan sekarang negara kita jadi begini.”
“Bukannya mau menghibur, tapi dulu Iran lebih Eropa dari kita pernah mendekati. And look at them now.”
“Hmpf”
“I know’
“Jadi aku punya observasi pribadi, kalau pesawat yang kita tumpangi sedang melewati turbulence, walau kita merasanya parah, asal flight attendants masih mondar mandir membantu dan menyajikan makanan, kita tak usah terlalu khawatir. Ketika mereka tak lagi serving hot beverage, yaa mulai khawatir sedikit. Tapi ketika kapten pilot sudah meminta flight attendants untuk duduk dan mengencangkan sabuk pengaman; we can start to worry. Jadi menurutmu apakah pramugari masih jalan jalan atau sudah duduk?”
“Mungkin aja masker oksigen sudah keluar, kita sudah pakai dan kita sedang high oleh pure oksigen sehingga tidak peduli kalau sedang menghadapi kehancuran.”
“…”
“I really want to kiss you now.”
“Go ahead then!”
“Mmm. Let’s get out from here and go to my room!”
“Ok”

Iklan

One thought on “Semalam Bersamanya

  1. There’s always a moment like this, tertahan sampai bagian “…” 😀 Keinginan untuk melumat bibir lawan bicara setelah berpuluh menit dibuat kagum dan takjub (apalagi kalau diawali dengan permintaan sopan seperti contoh di atas) disimpan dalam-dalam, menanti momen celah yang entah kapan datangnya.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s