Yang Terpenjara

Apakah kamu merasa terpenjara dengan kondisi sekarang ini? Terbelenggu oleh pekerjaan tapi tidak bisa pindah karena belum ada gantinya. Merasa bosan. Ingin keluar tetapi kondisi tidak memungkinkan. Melakukan hal yang itu-itu saja. Kamu hanya melakukan ritual menyebalkan yang sama setiap hari. Hanya karena uang yang tak seberapa. 

Apakah kamu merasa terpenjara karena kuliah di jurusan yang tidak dikehendaki? Tapi karena keinginan orang tua akhirnya kamu tetap kuliah di jurusan tersebut walau hati tidak mengamini. 

Apakah kamu merasa terpenjara karena kamu merasa sedang bersama pasangan yang salah selama ini? Tetapi kondisi tidak memungkinkan karena ada buah hati yang menjadi ganjalan. Sehingga kamu merasa terbelenggu dengan kondisi yang dialami, dan harus menjalani rumah tangga dengan keterpaksaan. Serong sana serong sini. 

Apakah kamu merasa terpenjara dengan kepercayaan kamu anut sekarang ini? Hanya karena orang tua mempunyai kepercayaan tertentu, maka kamu pun otomatis mengikuti kepercayaan tersebut? 

Apakah Pramudya Ananta Toer merasa terpenjara karena teguh terhadap keyakinannya sehingga beliau dipenjara selama puluhan tahun tanpa proses pengadilan? Ironisnya dia menghasilkan karya adiluhungnya selama dia dipenjara. 

Apakah Nelson Mandela merasa terpenjara ketika dia dipenjara selama puluhan tahun? Ironisnya tak lama setelah dia bebas dia terpilih sebagai presiden pertama berkulit hitam di Afrika Selatan. 

Apakah Sukarno merasa terpenjara ketika dia berkali-kali masuk penjara karena sikap dan tindakannya dianggap berbahaya bagi pemerintah Hindia Belanda? Dia–walau bagaimana pun–adalah presiden pertama di republik tercinta ini yang masih berjibaku dengan kebodohan yang tak kunjung usai. 

Advertisements

4 Replies to “Yang Terpenjara”

Leave a Reply