Indonesia Raya

Salah satu kelebihan menonton pertandingan sepakbola timnas langsung di stadion adalah pada saat akan dimulainya pertandingan, semua yang ada di lapangan dan tribun penonton berdiri dan dengan gegap gempita menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Takzim dan penuh Khidmat.

Juga ketika kita melaksanakan upacara bendera. Ada saat paling ditunggu adalah mengibarkan bendera merah putih seraya bernyanyi bersama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sesuai dengan UUD 1945 Bab I5 pasal 36B dinyatakan bahwa Indonesia adalah Lagu kebangsaan Resmi Indonesia. Tapi pernahkah kita menyanyikan penggalan lagu Indonesia Raya dengan syair berikut ini?

Stanza 2

Indonesia, tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berdiri
Untuk selama-lamanya

Indonesia, tanah pusaka
Pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa
“Indonesia bahagia!”

Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya
Bangsanya, rakyatnya, semuanya
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

Stanza 3

Indonesia, tanah yang suci
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri
Menjaga ibu sejati

Indonesia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
“Indonesia abadi!”

Selamatlah rakyatnya, selamatlah putranya
Pulaunya, lautnya, semuanya
Majulah negerinya, majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya

Karena memang sesuai dengan Peraturan pemerintah No. 44 tahun 1958 bahwa stanza 1 yaitu syair yang selalu dinyanyikan menjadi lagu kebangsaan resmi Negara Indonesia. Cukup 1 stanza saja. Arti stanza sendiri sejatinya adalah syair 8 untai yang sajaknya tak beraturan. Stanza disebut juga oktaf.

 

Indonesia itu apa? Raya itu apa? Saya secara pribadi bingung. Indonesia muncul saat saya melihat paspor atau berada di luar negeri. Indonesia baru disebut saat kita menonton pertandingan bulu tangkis. Apakah Lim Swie King Indonesia? Apakah Icuk Sugiarto itu Indonesia. Apakah Susi Susanti Indonesia?

Saat menonton sepakbola apakah Aples Tecuary Indonesia? Apakah Fachry Husaeni Indonesia?

Indonesia itu Siapa? Apa? Mengapa?

Apakah anak remaja Indonesia ndak boleh menyanyikan lagu Rihanna? Apakah saat bermain basket ndak boleh pakai Air Jordan? Apakah saat main bulutangkis tak boleh mengenakan Yonex? Apakah saat menulis tak boleh gunakan bolpoin Pilot? Dimana saya dapat menemukan Indonesia di saat-saat kita menjalankan kegiatan sehari-hari?

Saya bangun oleh alarm iPhone. lalu mandi produk Unilever. Pakai Oud Bergamot Jo Malone. Kenakan sepatu Bally, sarung tangan Under Armour. Kacamata Gucci, Helm Carrera, lalu meloncat kepada dan menggenjot Brompton. Di jalanan penuh Honda, Toyota, BMW, dan Mazda. Di mana Indonesia saya?

Bolehkah saat presentasi saya gunakan bahasa Inggris? Ketika buku pelajaran dan buku panduan dipenuhi bahasa asing.

Dimana Indonesia jika nama teman-teman saya berbau padang pasir dan aroma kulit onta, tembok ratapan, nama-nama yang ada dalam kitab suci dan salju Skandinavia. Juga nama- nama sekitar keraton Jawa.

Nama Indonesia itu seperti apa? Yang ada nama Asep Sunda, Joko Jawa, Ahong Tionghoa, Fuad Arab, Tigor Batak. Saat bekerja kenakan jas ala barat. Saat ibadah kenakan sarung gaya asia selatan.

Indonesiaku dimana saat darahpun berbeda A, O, AB, dan B. Indonesiaku dimana saat KTP pun berbeda isian kolom agama. Indonesiaku dimana saat semuanya berbeda.

Indonesia, tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku

Indonesia, kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
“Indonesia bersatu!”

Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

<REFRAIN >  :

Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!
Hiduplah Indonesia Raya!
Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!
Hiduplah Indonesia Raya!

Bagi saya Indonesiaku ada dalam pikiran. Dalam desah nafas. Saat berpikir dan bertindak. saat mengambil keputusan akan korupsi atau tidak. Akan datang terlambat atau tepat. Saat berbicara santun atau ngelunjak. Saat akan membeli rumah bersubsidi dan ambil jatah warga lain yang belum sama sekali memiliki tempat tinggal atau sesuai kemampuan ekonomi. Saat memutuskan bersahabat atau bertengkar hebat. Saat berdemokrasi dengan sehat siapapun pilihannya.

Karena Indonesia bukan karena sama-sama memilih pemimpin. Indonesia ada dalam segala.

Indonesia saya ada dalam senyum ramah setiap tegur sapa. Indonesia saya ada saat mengulurkan tangan membantu teman yang akan naik kereta dengan tergesa. Indonesia ada saat menulis sesuatu tanpa perlu pusing apakah akan mendapat sesuatu. Indonesia saya adalah saling menghormati. Berjanggut atau klimis adalah Indonesia. Sipit atau pesek juga Indonesia. Ketika sama–sama memiliki cita-cita untuk hidup bahagia dan rela berbagi ruang menghirup udara yang sama.

Indonesia sebagai jembatan perbedaan apapun. Beda suku. Beda agama.  Beda kendaraan. Beda kampung halaman. Juga beda pendapatan.

Indonesia masih belajar untuk kerja keras. Indonesia sedang belajar toleransi. Indonesia dengan sadar belajar untuk saling berkomunikasi.

Tak apa. Karena, Indonesiaku. Raya selalu.

salam anget,

roy wage supratman.

 

Iklan

3 thoughts on “Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s