Sebaiknya Bilang Apa Saat Berbela Sungkawa?

How do you say “sorry?” Maksudnya bukan sorry minta maaf, ya. Bukan juga nyanyi lagunya Justin Bieber, tetapi berduka sungkawa. Giving condolences or sympathy.

Kalau ada teman atau saudara yang tertimpa musibah—misalnya, meninggal atau sakit keras—biasanya kita mengucapkan “Turut berduka cita, ya” atau “Sabar, ya…” atau “Alhamdulillah, nyokap lo udah nggak merasakan sakit lagi…” atau “Gue juga dulu pernah ngalamin pas blablabla…”

But I always wonder, apakah yang bersangkutan bakal beneran lega dengan “bersabar” atan mendengarkan “nasihat” serta cerita pengalaman kita? Apakah kata-kata kita tersebut beneran bikin dia lega?

Seandainya orangtua saya, anak saya, atau diri saya sendiri sakit keras, saya rasanya nggak akan langsung adem kalau disuruh “bersabar”, apalagi disuruh mendengar pengalaman duka teman, terutama saat kesedihan saya masih di tahap-tahap awal. Niat mereka pasti baik, sih. Mungkin mereka ingin menunjukkan empati mereka, dan menyatakan bahwa mereka juga pernah mengalami kesedihan yang “sama”.

But, no. Every sadness is very different, dan kenapa pusat pembicaraan ini jadi berputar ke kamu, wahai kawan?

Oke, kalau kita lagi kena musibah, mungkin yang “seharusnya” kita lakukan memang bersabar dan berdoa—seperti kata berbagai ucapan belasungkawa dan nasihat yang kita terima. Namun pada praktiknya, kita nggak selalu bisa begitu. Kadang kita pengennya ngamuk, banting piring, nangis, teriak, dan jujur aja, merasa Tuhan nggak adil. Merasa cara kerja Tuhan terlalu misterius untuk dipahami. Kadang kita pengen bilang ke teman dan keluarga seisi chat group yang memberikan belasungkawa…

“Sabar, sabar… palelo sabar! Kayak paham aja lo! Dan lo yakin darimana, nyokap gue udah nggak merasa sakit lagi?!”

Normal dan manusiawi banget.

Tetapi saya pribadi juga nggak tahu, ekspresi simpati dan belasungkawa seperti apa yang tepat untuk disampaikan ke teman atau kerabat dekat, saat dia sedang mengalami kesedihan mendalam. Sehingga saya beneran selalu bertanya-tanya—how do you say “sorry”?


Post ini terinspirasi oleh beberapa teman dekat yang anggota keluarganya sedang sakit keras dan meninggal baru-baru ini. Juga oleh desainer kartu ucapan Emily McDowell, yang selalu membuat kartu ucapan simpati dengan kalimat-kalimat yang sangat jujur. There should be Indonesian versions of them.

[]

 

Penulis: LaiLa Achmad.

Tulisan serupa dimuat juga di blog pribadinya, letthebeastin.com

Iklan

One thought on “Sebaiknya Bilang Apa Saat Berbela Sungkawa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s