Dan Kuserahkan Judulnya padaMu

oleh: @delikhujan

Dia memang maha tahu dan tahu betul bagian mana yang teramat sangat kausukai. Dia paham betul jauh melampaui pemahaman siapapun dan Dia sendiri yang memberi kadar porsi tersebut kepadamu. Oleh karena itu, dijadikanlah segala kesenangan-kesenangan itu sebagai peluru yang ampuh meluluhlantakkan hati, jiwa, dan hidupmu.

Pada suatu hari yang lain, dikarenakan kedangkalan otakmu, kau sebut itu adalah ujian, padahal bagi kaum yang berdosa itu adalah hukuman.

Namun karena betapa sangat manusianya dirimu, lemah, kecil, haus akan keinginan, maka kau diberi sedikit uang jajan, beberapa helai kain sutra, hiasan tangan, dan seperangkat alat elektronik berteknologi yang sekiranya bisa membuatmu tertawa lepas, senyum sumringah, atau sedikit punya nama.

Tuhan yang maha pemurah pada hari sebagaimana biasanya, selalu mengirim kepadamu satu atau dua utusan disebabkan kebaikan-kebaikan kecilmu di masa lalu. Saat kau berkendara, berjalan kaki, atau menuju kesuatu tempat, marabahaya hampir-hampir saja mendekapmu sebagaimana polisi lalu lintas mendekap mangsa di celah-celah rimbunan semak belukar bawah kolong jembatan simpang semanggi. Para utusan itu selalu sigap menuntunmu agar selamat dari hal-hal yang berpotensi merubah arah jalur takdirmu, maka oleh sebab itu, terkadang kau sering bergumam gembira setelah lolos dari beberapa kejadian yang membuatmu “nyaris” celaka. Atau dari hal-hal lain disebabkan oleh kebodohanmu. Untuk setiap konsekuensi yang memang tidak perlu, dengan baik hati kau dibiarkan lolos begitu saja secara cuma-cuma. Atau oleh sebuah pengecualian, kau bisa saja lolos masuk gelora bung karno untuk nonton persija jekardah versus persipura jayapura tanpa perlu beli tiket jika kau cukup punya “nyali” dan “akal” untuk melakukan itu. Tapi perlu kau garis bawahi bahwasanya bahkan nyali dan akal saja tidak cukup, kau masih perlu dukungan dari Dia yang bernama keberuntungan. Camkan kataku ini baik-baik.

Lalu kemudian jika ternyata hidupmu malah justru carut marut tak beraturan penuh sesak akan kesedihan, maka itu memang di luar naluri prasangka baikmu akan Dia. Baik secara lansung atau tidak lansung, Dia punya hak prerogatif memperlakukanmu dengan sesukaNya tanpa perlu kajian lebih lanjut perihal baik atau tidaknya hal tersebut bagi dirimu. Terserah kau menafsirkannya seperti apa.

Dia bukanlah pengadilan negeri yang apabila putusannya membuatmu tidak puas lalu kau bisa ajukan banding ke pengadilan tinggi atau bila masih belum puas juga lalu kau naik lagi ke tingkat kasasi.

Dia adalah undian kuis berhadian dengan tanda bintang dibawahnya bertulis keputusan juri tidak dapat di ganggu gugat.

Dia dan PutusanNya adalah final dan mengikat, sama sekali tidak ada upaya apapun bagimu yang bisa kau tempuh untuk itu. Entah itu kasasi apalagi peninjuan kembali. Akan tetapi seperti kataku tadi, Dia bukanlah lembaga peradilan manapun, dia tak seperti lembaga-lembaga yudikatif tempat dimana putusan tertinggi diputuskan.

Putusannya berlaku seketika dan saat itu juga. Akan tetapi ini tidaklah seperti makna sebagaimana yang kau pahami pada umumnya. Ia justru tidak berlaku untuk yang sifatnya jauh kedepan. Bahkan bisa saja satu atau dua menit kemudian putusan itu bisa saja dicabut atau berubah, atau justru putusan yang awal mulanya buruk bagimu namun ternyata putusan tersebut justru menjadi berkah bagimu dikemudian hari.

Maka oleh sebab itu, ketika suatu hal buruk terjadi padamu, maka yang perlu kau lalukan hanyalah terus bergerak maju. Memastikan ada upaya perjuanganmu pada takdirnya. Berputus asa adalah wajar dan boleh pake banget. Tapi jangan pernah mengubah esensi kepercayaanmu pada Dia. Teruslah berharap, karena setiap kejadian berjalan di atas harapan. Karena setiap putusan tidak selalu harus ada sisi baiknya, belum tentu yang hitam itu selamanya buruk dan yang putih itu selamanya suci. Seperti bola matamu, bukankah hitam yang membuatnya terlihat indah?

Thanks regards.

In memoriam the fluctuation of our life.


About me: @delikhujan, seorang penyuka hujan, freelance software developer, seorang yang berbeda jauh antara isi pikiran dan sikap.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s