Tebak-Tebak Oscar Si Buah Manggis, Eh Halo Manis …

So what’s the first Oscar in, ugh, President Trump’s time gonna be? Escapism wins!

Sebagian besar film yang dinominasikan adalah film-film yang mengajak kita lari dari dunia nyata sekarang. Seakan-akan semuanya ingin membawa kita pergi dari carut-marut suasana yang terjadi sejak dunia dipimpin orang yang tidak kompeten.

Lihat saja dari jajaran nominasi film terbaik: film musikal, film tentang usaha menerima jati diri lewat tampilan gambar yang cantik, tiga film dengan setting masa lalu (Perang Dunia II, Amerika di tahun 50-an, Amerika di tahun 60-an), komunikasi dengan alien, film tentang anak yang terpisah dari keluarga.
Dua film lain juga berkisah tentang glorifying the past: pencurian bank, dan pria yang terjebak di kehidupan masa lalu. Semuanya bernada escapism, baik itu yang ceria maupun yang suram.

So what does this tell us?

Sejarah mencatat bahwa pada jaman The Great Depression di akhir tahun 1920-an sampai awal tahun 1930-an, film-film musikal buatan dan keluaran MGM berjaya di pasaran. Tapi itu dulu, saat belum ada televisi atau media hiburan moving visual lainnya.

Sekarang? Bisa jadi sejarah terulang. Kabarnya genre musikal mulai merebak lagi, dengan rencana produksi beberapa film dalam 2-3 tahun ke depan. Sementara itu, film-film yang diangkat dari komik DC dan Marvel masih akan terus ada sampai 12 tahun ke depan.

Jackie (from theplaylist.net)
Jackie (from theplaylist.net)

Yang jelas, mau tidak mau, konten cerita akan semakin dikaitkan atau terkait dengan kondisi sosial politik dunia. Sepertinya tidak akan bisa terelakkan.

Paling tidak, dalam ajang Academy Awards dan penghargaan-penghargaan lain, acceptance speech dari peraih penghargaan akan bermuatan politis. Kalau bisa berisi protes.
Ini sudah terlihat dari Golden Globes, lalu Grammy Awards, dan ajang-ajang serupa berikutnya. Semoga para “seniman” ini tidak bosan untuk terus beropini.

Berbicara tentang opini, tentu saja prediksi ini adalah opini pribadi saya. Bagi kami yang terlalu suka mengamati film, terutama musim penghargaan film atau awards season yang selalu dimulai dari awal November sampai akhir Februari setiap tahunnya, tahun ini sepertinya less challenging. Kenapa? Karena banyak calon pemenang sepertinya sudah given, sudah written on the paper.

Tapi kata kuncinya tetap “sepertinya”.
Kami bukan members of Academy yang punya kekuasaan untuk vote the recipients.
Meskipun ikut miris juga dengan pergerakan militan dari fans salah satu film nominasi Best Picture yang ngotot calonnya menang (oh yes, awards campaign is as nasty as any political elections!), kita cuma bisa nyengir aja.

In the end, we can only hope the good ones win.

Dan inilah harapan saya:

Best PictureLa La Land

Best Director – Damien Chazelle (La La Land)

Best Lead Actor – Casey Affleck (Manchester by the Sea)

Best Lead Actress – Emma Stone (La La Land)

Best Supporting Actor – yang mengejutkan buat saya, seluruh nominator di kategori ini tidak ada yang benar-benar “nyantol” penampilannya di hati. Seperti ada yang kurang sedikit. Kalau ada sedikit yang cemerlang di atas rata-rata, justru Jeff Bridges dalam Hell or High Water. Tapi karena beliau sudah pernah mendapat Oscar, dan di musim kali ini tidak terlalu put that much effort to campaign, maka pilihan saya kembali ke yang paling obvious to win dari segi yang paling ‘ngotot’ kampanyenya: Mahershala Ali (Moonlight)

Best Supporting Actress – meskipun sebenarnya dia adalah pemeran utama, tapi baiklah, dia salah satu aktris terbaik masa kini. Viola Davis (Fences)

Best Adapted Screenplay – kategori paling berat buat saya, karena semua, SEMUA, unggulan naskahnya bekerja dengan sangat baik di masing-masing film. But in the end, only one can win. Barry Jenkins (Moonlight)

Best Original Screenplay – Kenneth Lonergan (Manchester by the Sea)

Best Editing – Joe Walker (Arrival)

Arrival (from orangemagazine.ph)
Arrival (from orangemagazine.ph)

Best Cinematography – Greig Fraser (Lion)

Best Costume Design – Madeline Fontaine (Jackie)

Best Production DesignLa La Land

Best Make Up and Hair StylingStar Trek Beyond

Best Visual EffectsThe Jungle Book

Best Original Score – Justin Hurwitz (La La Land)

Best Original Song – “City of Stars” (La La Land)

Best Sound EditingHacksaw Ridge

Best Sound MixingLa La Land

Best Foreign Language Film – kalau memang film yang saya jagokan ini menang, saya akan sangat bahagia. Bukan karena alasan politis. Tapi saat menonton, saya sampai ketakutan, karena tidak menyangka cerita filmnya akan sedemikian powerful, dengan gaya penceritaan bak film thriller. Film-film sebelumnya termasuk film terbaik yang pernah dibuat di abad ini. Saya pikir dia tidak mungkin mengulangi kesuksesannya. Namun dia membuktikan bahwa dia adalah salah satu master storytellers jenius yang pernah ada. Dia adalah Asghar Farhadi, dan filmnya adalah The Salesman (Iran).

The Salesman (from awardscircuit.com)
The Salesman (from awardscircuit.com)

Best Documentary Feature13th

Best Animated FeatureZootopia

Nah, kalau mau ikut taruhan Oscar, sebenarnya kuncinya ada di tiga kategori film pendek. Kenapa? Karena paling susah ditebak, soalnya jarang yang nonton! Jadi pertaruhan terbesar kita ada di tiga kategori berikut:

Best Live Action ShortThe Lady on the Train (La femme et le TGV)

Best Animated ShortPiper

Best Documentary Short – nah, kebetulan saya sudah menonton nominasi di kategori ini. Jadi, semoga Academy voters setuju juga dengan pilihan saya atas film yang paling susah dibuatnya, dari segi logistik dan keamanan, sekaligus yang paling punya the most magical moment of humankind yang terekam dengan baik di film: The White Helmets.

Selamat menebak, tapi yang paling penting, selamat menonton!

A good film a day keeps your heart intact.

[Revisi hari Minggu, 26 Februari 2017 – perubahan prediksi Best Original Screenplay dan Best Live Action Short]

Iklan

8 thoughts on “Tebak-Tebak Oscar Si Buah Manggis, Eh Halo Manis …

  1. Mas Nauval, congrats tebakannya nyaris betul semua. Best picture-nya nyariiisss menang 🙂
    I was rooting for Moonlight so hard, I’d lost my faith in the Academy if such an eloquent movie didn’t win, even more in the divided time like this.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s