Grammy Yang Membosankan

Pagi tadi baru saja Grammy 2017 tayang. Pemenangnya? Ya dobel L sih alias Loe Lagi Loe Lagi. Sudah lama saya menganggap Grammy ini sebagai hiburan semata. Siapapun pemenangnya pasti ada protes. Grammy yang dihuni NARAS ini memang kurang gaul. Mereka tidak bisa beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah. Isinya pasti Adele, Beyonce, Bruno Mars, John Legend, Kanye West. Musisi mainstream banyak yang bilang. Amerika Serikat selain presidennya kontroversial ternyata musiknya pun terbilang stagnan. Coba hilangkan musisi non-Amerika dan Amerika yang berkulit hitam, maka Grammy hanya mempunyai musisi country, yang tentu saja hanya populer di negaranya sendiri. Pemenangnya dari tahun ke tahun terbilang gampang ditebak. Coba silakan Taylor Swift bikin album tahun ini. Tahun depan saya jamin ia akan mendapatkan banyak nominasi.

Wiping off mistake

Makanya di sini saya tidak akan bahas siapa yang menang dan kenapa kalah. Tapi saya akan lebih menekankan kepada bagaimana mereka mengatasi kesulitan teknik ketika mereka manggung live. Memainkan lagu live itu bukan perkara mudah karena penyanyi atau musisi sangat mengandalkan bantuan banyak orang. Kesalahan teknis sering kali terjadi menghinggapi musisi amatir maupun profesional. Untuk itulah dibutuhkan sound-check, gladi resik, atau apapun itu namanya agar ketika mentas nanti kesalahan teknis bisa diminimalisasi. Tapi kadang kesialan tetap menimpa. Itu yang terjadi pada Adele pagi tadi.

Silakan cek dari awal sampai menit satu. Adele terdengar fals. Dia juga menyadarinya sehingga dia meminta para pengiring musik untuk berhenti dan memulai dari awal. Ini tidak mudah ketika jutaan orang sedang menunggu penampilan anda.

Hal ini juga terjadi Patti Smith di acara Nobel Prize Award Ceremony. Ia mengalami kesalahan teknis dan meminta lagu dihentikan. Dan memperbaikinya di kesempatan kedua. Dia meminta maaf dan berkata bahwa dia merasa gugup. Bahkan sekelas Patti Smith yang sudah puluhan tahun pun masih bisa gugup. Tapi kita tetap wajib memberi apresiasi. Karena dengan menyadari dan mengakui kesalahan itu yang terpenting. Bagaimana menyikapi kesalahan itu menjadi jauh lebih bermakna. Penampilan menjadi nomer dua. Berani meminta maaf adalah tindakan yang jujur dan berani. Dalam kejadian apapun. Tindakan ini terkesan gampang untuk diikuti. Namun kenyataannya tidak semua orang bisa melewatinya. Karena terkadang arogansi dan rasa malu lebih menguasai.

Sorry seems to be the hardest word, Elton John pernah berujar begitu dalam salah satu lagunya.

Iklan

11 thoughts on “Grammy Yang Membosankan

  1. Grammy beneran jadi formalitas, musik pop mainstream Amerika membosankan parah.
    Iseng nonton pas Adele menang Song of the Year (the candidates were some craps, I don’t recall listen to any of those). Penampilan keren dari Tribe called Quest dan the Time, tapi terus pas muncul Bruno Mars tampil sebagai Prince langsung matiin TV. Ga suka Bruno Mars, dan ga ada sepeteknya Prince, makasih.

    Mungkin sebaiknya seluruh Grammy diulang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s