Nasihat Asmara: Klise, tapi Tak Pernah Basi

BEBERAPA petuah asmara dari seorang teman. 

  1. Jangan terburu-buru.

Hidup kita dipenuhi dan dipengaruhi keputusan-keputusan penting, termasuk untuk urusan yang satu ini. Oleh karena itu, jangan terburu-buru menggebet atau mengejar seseorang jadi pacar. Apalagi untuk kamu-kamu yang masih muda dan leluasa. Santai aja, nikmati semua prosesnya.

Dengan tidak terburu-buru, hindari “investasi” yang buruk dan bisa bikin menyesal. Iya, ini mirip investasi. Ada waktu, tenaga, pikiran dan kreativitas, serta uang yang disisihkan demi bisa saling terikat pada seseorang.

Tidak terburu-buru, bukan berarti tidak melakukan apa-apa.

  1. Sikap dan pembawaan di depan gebetan berbeda 180 derajat dibanding kalau di depan teman. Karena itu…
  1. Penting untuk mengenali siapa teman-temannya.

Kita cenderung berkumpul dan berkawan dekat dengan orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu. Dengan mengenali, atau minimal tahu lingkar pergaulan sang gebetan, ada informasi tambahan yang melengkapi gambaran tentang dirinya.

  1. Kalau masih PDKT, masih jaim-jaim, enggak enakan, ngalah-ngalahan sampai awal jadian.

Jaim; jaga image itu wajar banget. Setiap orang tentu ingin terlihat atau terkesan baik di mata orang lain, terlebih di depan gebetan.

  1. Kalau sudah tiga bulan ke atas baru bisa ketahuan.

Sekuat-kuatnya bersikap jaim, pasti bakal luntur juga. Secepat-cepatnya dalam waktu tiga bulan.

Enggak cuma saat sudah jadian, tapi juga bisa kelihatan ketika masih PDKT-an. Disengaja atau tidak, satu demi satu hal mengejutkan akan ditunjukkan. Baik yang menyenangkan dan romantis, maupun yang bikin ilfil.

Nah, kalau saling nyaman dengan kebiasaan dan kehendak satu sama lain, biasanya sih bakal cocok.

Ini berlaku dua arah lho ya. Bisa dari apa yang kita lihat pada dirinya, begitu pun yang dia lihat dari kita.

Foto: favim.com
Foto: favim.com
  1. Kalau sudah jadi, jalani dulu.

Kalau enggak dicoba kan enggak tahu.

  1. Kalau cocok setelah 3 bulan, terusin!

Susah cari pacar zaman sekarang. Jangan terlalu demanding deh. Saat ada masalah…

  1. Usahakan cari tahu dan kenali sendiri, omongan orang lain belum tentu benar.

Berlaku untuk yang masih PDKT-an, maupun yang sudah jadian. Mau kabar baik atau buruk, jangan terlalu gampang percaya kata-kata orang lain. Usahakan cari tahu sendiri, setidaknya dengan menanyakan langsung dan meminta konfirmasi. Soalnya…

  1. Waspadai orang yang iri dan dengki, tapi…
  1. Semua orang bisa berubah.

Perubahan bisa terjadi dari baik menjadi buruk, juga sebaliknya. Ada yang baik dan manis banget waktu masih PDKT, ternyata kampret abis setelah jadian, atau malah ketika sudah menikah. Makin amsiong*, kan?

  1. Testimonial paling valid berasal dari mantan.

HAHAHA! Bener banget. Asal jangan lupa…

  1. Namanya mantan pasti punya rasa kesal, benci, dendam.

Silakan cermati dan pahami semua informasi yang didapat. Jadilah seseorang yang selektif. Asal, jangan mentok, jangan gamang, terlalu ragu-ragu dan takut, karena…

  1. Kalau terlalu banyak dengar orang, bisa jomblo kelamaan.

Mau?

Foto: whisper.sh
Foto: whisper.sh
  1. Jangan terlalu baper

Merasa baper itu wajar, asal jangan sampai kelewatan. Mustahil untuk menghilangkan perasaan, tapi bukan berarti kita harus terus menerus dikalahkan perasaan. Dengan tidak baper, seseorang bisa lebih kuat dan bangkit dari keterpurukan.

Diputusin pacar? Yaudahsik. Mau digimanain, enggak bakal balikan juga.

Lihat mantan jalan sama gebetan barunya? Yaudahsik. Mau disabotase? Supaya apa? Supaya gagal jadian? Terus, habis gitu mau ngapain lagi? Keren enggak, norak iya.

Jangan terlalu baper ini juga berlaku secara luas. Ketika pacar atau pasangan sudah menunjukkan sikap dan gelagat kurang baik saat masih berhubungan, daripada didiamkan, menggantung, dan dibiarkan bikin sakit hati, mending dihadapi dan diselesaikan. Kalau selesai ya syukur, kalau kelar (baca: putus) yaudahsik. Mending sedih-sedihan sekarang ketimbang benar-benar menyesal kemudian.

Being too baper won’t make you better anyway.


Nasihat-nasihat di atas bisa dibaca secara berurutan sebagai sebuah rangkaian proses, ataupun sendiri-sendiri. Klise sih, tapi ya… tetap aja banyak yang suka lupa. 😀

[]

  • Luka dalam.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s