Tahun Ajaran Baru Dinda

should-you-let-your-child-walk-school-alone

Pagi itu Dinda serba baru.

Ikat rambut baru, atasan dan rok baru.

Tak ketinggalan sepatu dan tas baru.

Sebelum berangkat, disertai restu ayah dan ibu.

 

Kakinya melangkah riang dan ringan.

Menuju matahari terbit diantara awan.

Senyum manis jadi perhiasan andalan.

Untuk menyapa semua harapan.

 

Gerbang sekolah baru dibuka.

Dinda berlari sekuat hati.

Supaya bisa duduk di muka.

Namun malang tak punya hati.

 

Dinda terjatuh di kaki gerbang.

Berdiri lagi berusaha lagi.

Malah tubuhnya tertendang.

Sampai berulang-ulang kali.

 

Tak disadari dia menangis.

Apalagi kawan-kawannya masuk tanpa peduli.

“Mengapa aku tak kau izinkan masuk?”

Dinda hanya berani bertanya dalam hati.

 

“Berikan tasmu” kata Kepala Sekolah yang menghampiri.

“Sekarang kau masuk” lanjutnya lagi.

Dinda menurut dan terpana.

Saat tubuhnya melewati gerbang dengan mudahnya.

 

Tas sekolah baru menjadi penyebab.

Tubuhnya tak dapat masuk ke Tahun Ajaran Baru.

Penasaran, Kepala Sekolah membuka tasnya.

Mengangguk-angguk bijak sambil berkata:

 

“Tasmu terlalu banyak isinya.

Bahkan tubuhmu tak mampu membawanya.

Buku ajaran lama, hanya memberatkan.

Bawalah selalu pelajarannya saja”

 

Sambil mengosongkan isi tas baru.

Kemudian memberikannya kepada Dinda.

Yang langsung dikenakannya.

Berlari cepat masuk ke dalam kelas.

 

Selamat Menyambut Tahun Ajaran Baru

Advertisements

4 thoughts on “Tahun Ajaran Baru Dinda

Leave a Reply