Resolusi bukan Revolusi

Kalau di awal tahun ini saya menulis bahwa setelah umur bertambah “dewasa” saya tak lagi membuat resolusi, tahun ini entah mengapa saya kembali tertantang membuat resolusi. Sebenarnya tepat juga kalau disebut goals, bukan resolusi. But then again, potato, potayto, apapun itu saya ingin mencapai goal ini di tahun 2017, dan saya akan membuatnya spesifik dan terukur, sehingga tak multitafsir dan ambigu. Sengaja ditulis di Linimasa agar ada saksi, sehingga akhir tahun depan (jika umur memungkinkan) akan dilakukan review.

  1. Membaca paling tidak 30 buku. Paling tidak setengahnya dari yang sudah saya beli tetapi belum juga terbaca. Karena selain book reader saya juga (agak) book hoarder.

  2. Tidak akan membeli lebih dari 1 item of clothing setiap bulan, itupun harus ada yang keluar juga dari lemari sebagai penggantinya.

  3. Menonton film Indonesia paling tidak satu per bulan. Short movies don’t count.

  4. Akan segera keluar dari group chat yang anggotanya memasang berita terusan yang berbau SARA, dan bukan karena niat ironis.

  5. Olahraga paling tidak tiga kali seminggu.

    My Wednesday morning be like.

    A post shared by leila safira (@simandoux) on

  6. Kehilangan lemak tubuh sebanyak 7 kilogram. Pas!

Selamat tahun baru masehi, teman-teman! Semoga 2017 lebih baik dari 2016!

Advertisements

4 thoughts on “Resolusi bukan Revolusi

    1. Yay! Semoga sakses sama resolusinya ya. Kalau aku malah kebalik; kerja keras mumpung bisa, jodoh itu hanya mitos. Hahaha

Leave a Reply