Apa Kata 2017?

Kalau menjelang akhir tahun biasanya saya menyajikan prediksi trend tahun depannya, kali ini berbeda. Saya akan menyajikan celotehan-celotehan responden yang melekat di ingatan saya. Tentunya saya tidak ingat kata per kata, tapi secara garis besarnya. Silakan masing-masing menginterpretasikannya.

Sebenarnya ada temuan mengenai Generation M, yang menarik untuk disampaikan. Bukan Millennials tapi Muslim. Iya, Generasi Muslim yang diperkirakan akan mendominasi masa depan dunia. Tanda-tanda seperti label busana dunia yang mengeluarkan pakaian muslim dan bagaimana generasi ini mempengaruhi dunia digital, sepertinya sudah kita rasakan. Mungkin kalau nanti sudah rampung bisa kami bagikan.

Sepertinya banyak dari kita yang penasaran dengan masa depan. Teman-teman saya yang memiliki talenta membaca tarot, membaginya dalam 3 hal besar: CINTA, KARIR dan KESEHATAN. Tiga hal yang kalau terpenuhi sesuai keinginan maka dianggap akan memberikan kebahagiaan hakiki.

1. CINTA & SEKS

b09c7e3d9f40c903c15b99bcdc1361ba

“Since sex is easier to get, love is harder to find”. Benarkah? “Iya kan sekarang kalo cuma pengen seks aja sih gampang. Pake twitter aja banyak. Mau yang gratisan atau yang jualan, ada” ujarnya. “Godaan buat setia tuh makin besar”. Coba tebak, usia berapa responden ini? Yak, betul sekali… 17 tahun.

“Aku jomblo tuh karena pilihan aku… Yang ngajakin jalan sih ada. Tapi aku masih suka sendiri dulu lah” kata seorang pria berusia 32 tahun yang memiliki karir gemilang dan fisik seperti model. “Sebenarnya aku bingung sih, kalau hang out gitu lebih suka sama temen-temen laki, tapi kalo di ranjang sukanya perempuan. Tapi ya masa sih perempuannya cuma buat di ranjang?”

“Kalo bisa mau nikah cepet. Pengen cepet punya anak, biar nanti pas umur aku masih produktif anak aku udah besar” kata perempuan usia 23 tahun yang sekarang sudah punya pacar. “Beda agama gak masalah, pacar aku udah mau kok jadi Islam. Masalah nanti setelah nikah, kehidupan agama rumah tangga kami gimana, ya itu urusan lain lagi. Pokoknya nikah aja dulu.”

“Gue tuh gak suka seks. Seriusan!” Kata pria berusia 28 tahun ini. “Bukan gak pernah berhubungan seks, pernah bahkan berkali-kali. Tapi jadi kayak kewajiban aja buat pacar gue. Dibilang menikmati, ya gitu aja lah. Paling senengnya karena bisa nyenengin dia aja”.

“Kalo bisa sih yang ganteng lah… kan biar keren pas nongol di Instagram” kata seorang perempuan berusia 22 tahun yang juga berprofesi sebagai Instaceleb. Dari Instagram, dia bisa meraih Rp 750.000,- per hari. “Ya anggep aja tuntutan profesi. Gak perlu cakep gimana sih, tapi seenggaknya enak diliat lah. Soalnya kalo enggak gitu, mendingan jomblo aja dulu lah sampe masa gue di Instagram lewat”.

2. KARIR

karriere

“Kerjaan saya itu ya penting lah, namanya istri lagi hamil pula kan” kata seorang pria berusia 28 tahun di perusahaan besar. “Yang bikin saya bangga dan semangat kerja itu, soalnya di posisi saya sebelum saya, usianya lebih tua”.

“Gak tau deh nih sampe kapan kerja kantoran. Pengen sih nyobain kerja sendiri. Tapi bingung mau ngapain” kata seorang karyawati usia 34 tahun. “Masa’ aku mau kayak gini terus sampe tua sih? Tapi ya itu, gak tau juga apa bisa kerja sendiri” sebelum dia melanjutkan “Sekarang sih jalanin aja lah, masih bagus ada kerjaan ada gaji kan. Kalo dibilang hepi ya enggak juga.”

“I never take my work seriously. Kerja ya kerja aja. Tapi aku gak mau kalo sampe kehidupan aku terganggu karena kerja. Kan aku pengen menikmati hidup juga” kata seorang karyawan usia 30 tahun yang sudah berpindah kantor lebih dari 4 kali sejak lulus kuliah di Amerika. “Gak kebayang aja gitu, setiap hari ngantor sampe malem, paginya masuk lagi. Mungkin tahun depan aku bakal bikin start up gitu sama temen-temen. Start small lah…”.

“Kebetulan kerjaan aku yang sekarang ini sesuai banget sama kesenangan aku. Aku sukanya fashion dan emang sekarang kerja di bidang itu” kata seorang pemilik bisnis baju online berusia 35 tahun. “Kalo ngomongin soal penghasilan sih emang gak pasti tiap bulannya, tapi selama bisa bayar gaji karyawan itu cukup”. Dia memiliki 7 karyawan yang bekerja di rukonya. “Ke depannya sih aku pengen punya penghasilan tetap ya, mungkin dari investasi atau bisnis lainnya. Yang pasti gak bisa juga begini terus.”

“Pengennya sih jadi PNS, atau kerjaan lain yang berguna lah buat negara gue” kata seorang pria yang baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan. “Duit iya penting, tapi waktu kan gak bisa diputar balik tuh, kalo jadi PNS kayaknya jarang lembur. Gue bisa punya waktu buat ngajalanin hobi gue jalan-jalan”.

3. KESEHATAN

get_ripped_abs_men_be_handsome

“Penting, tapi saya juga gak mau umur saya terlalu panjang. 60-70 tahun kayaknya cukup deh. Anak udah mandiri yaudahlah” kata seorang pria berusia 34 tahun yang rutin berolahraga. “Saya suka makan, selama ini sih paling flu-flu gitu. Cuma emang kolesterol udah agak tinggi” sebelum melanjutkan “Ya paling jaga-jaga makan aja dikit…”

“Saya olahraga 3-4 kali seminggu, diet juga, dan sekarang saya bersyukur kesehatan saya ok lah” kata seorang perempuan usia 32 tahun yang ikut kelas yoga, bootcamp, dan berlari. Juga menggunakan jasa catering makanan kesehatan. “Sebenarnya iya, saya takut kalo saya sampe jatuh sakit. Tapi yang lebih penting itu bentuk badan saya terjaga. Saya pake baju apa aja bisa, kalo difoto bagus”... “ya seneng dong kalo dipuji temen-temen, lebih suka dipuji temen sih daripada suami hahaha”

“Emang dari SMA saya suka badan yang muscular. Makanya pas udah bisa kerja sendiri, punya uang sendiri, saya fokus ke ngebentuk badan saya” kata seorang pria berotot usia 27 tahun yang juga berprofesi sebagai Instaceleb. “Selama saya rajin berolahraga, sehat kan dateng sendiri dong!” Setiap hari dia pergi ke gym, bahkan di akhir pekan bisa dua kali. “I love looking at myself in the mirror. Kerja keras saya terbayar. Ini cara saya untuk menghargai diri saya. Makanya suka sebel liat orang gak jaga badan. Mungkin suatu hari saya akan menjadikan ini profesi.”

“Saya gak terlalu menjaga kesehatan, olah raga rekreasi aja sesekali dan saya suka makan” kata seorang perempuan berusia 35 tahun yang memiliki berat tubuh di atas rata-rata. “I am happy kok… emang sih kadang agak susah cari baju yang pantes, tapi ya it’s ok… aku gak terlalu into fashion. Dan kebetulan aku sama temen-teman punya komunitas yang berukuran tubuh sama. Kami saling support and we love each other.”

“Mana ada waktu buat olahraga segala… lembur hampir tiap malam dan kalau weekend gue habiskan buat keluarga. Makan juga susah banget mau diatur. Makan yang seadanya aja” kata seorang pemilik perusahaan. “Kalo sakit, yang penting kita punya duit buat bayar dokter. Kalo bentuk badan, yang penting kita punya duit buat operasi plastik”.

 

 

Posted in: @linimasa

13 thoughts on “Apa Kata 2017? Leave a comment

  1. Koh Glenn udah baca Generation M karya Shelinna JanMohammed kah? Saya lagi baca, Koh. Tapi so far masih bertanya-tanya apakah buku ini relevan untuk Indonesia.
    Maksudnya, sejauh ini saya nangkepnya buku ini kayak berusaha menyadarkan dunia bahwa ada segmen konsumen Generasi M ini. Sedang di Indonesia, meski ga spesifik disebut Generasi M, mereka udah jadi konsumen yg kuat dan industri di Indonesia udah berusaha men-counter mereka gt.

      1. hmm… iya juga, ya. tapi saya malah sempat kepikiran kalau buku ini bisa jadi guidance buat produk lokal yang pengen go international. berlebihan ga ya?

        saya juga belum selesai bacanya… wkwkwk

Leave a Reply