So Long, 2016: I’m Leaving The Table

leonard2

Tahun 2016 rupanya belum puas mengambil nyawa para seniman berpengaruh. Setelah David Bowie, Prince, Lemmy Kilmister, Scott Weiland dan banyak lagi. Bulan November ini rupanya giliran Leonard Cohen yang mendapat giliran. Semua genre musik harus dapat jatah. Kematian Leonard Cohen ini cukup mengagetkan. Mengingat dia baru saja melahirkan album yang saya nobatkan sebagai kandidat album terbaik tahun 2016: You Want It Darker. Leonard Cohen memang sudah tua. Sudah kepala delapan. Delapah puluh dua tepatnya. Tapi kegigihannya lah yang membuat ia layak disandingkan dengan David Bowie. Di empat tahun terakhirnya dia bisa membuat tiga album. Dan semua albumnya bagus. Dia baru menghentikan tur setelah usianya menginjak kepala delapan. Selain lirik yang puitis mengenai cinta, seks, agama, dan kematian–suara bariton Cohen di usia tua memang menjadi ciri khasnya yang bisa diingat oleh penggemarnya. Dia juga seorang Yahudi. Tapi juga seorang Buddha yang taat. Keduanya bisa berjalan beriringan. Tanpa bertabrakan. Tidak pernah mempermasalahkan ayat di kitab suci.

Karirnya di dunia musik terbilang telat. Di usia tiga puluh tiga dia baru merilis album perdananya. Sebelumnya dia lebih terkenal sebagai peyair dan dua buah novel sudah dia buat. Melalui album Songs of Leonard Cohen (1967) namanya mulai melambung. Leonard Cohen terkenal melalui lagunya yang jujur dan menceritakan kehidupan pribadinya. Contohnya adalah lagu “Suzanne” dan “So Long, Marianne”. Kedua wanita itu memang pernah ada di kehidupan Leonard. Bahkan ketika Marianne Ihler meninggal bulan Juli tahun ini. Marianne adalah cinta sejati dari Leonard Cohen. Dia sudah tahu bahwa Marianne menderita leukimia dan umurnya tidak lama lagi. Leonard Cohen mengirimkan surat kepada Marianne. Ini isinya:

Well Marianne it’s come to this time when we are really so old and our bodies are falling apart and I think I will follow you very soon. Know that I am so close behind you that if you stretch out your hand, I think you can reach mine. And you know that I’ve always loved you for your beauty and your wisdom, but I don’t need to say anything more about that because you know all about that. But now, I just want to wish you a very good journey. Goodbye old friend. Endless love, see you down the road.

— Leonard Cohen

If you are the dealer, I’m out of the game
If you are the healer, it means I’m broken and lame
If thine is the glory then mine must be the shame

Magnified, sanctified, be thy holy name
Vilified, crucified, in the human frame
A million candles burning for the help that never came

Hineni, hineni
I’m ready, my lord

Di album terakhirnya pun rupanya Leonard Cohen sudah menyampaikan pesan. Di lagu You Want It Darker, pesan itu jelas tersirat. “Hineni”, adalah bahasa Yahudi, yang berarti “Here I am”. Ini adalah bukan keputusan yang mudah. Ketika ajal sudah menanti. Tapi Leonard sudah menyatakan siap dan berserah diri. Tidak semua manusia bisa menerima kenyataan ini. Diperlukan keberanian. Leonard Cohen dan David Bowie punya itu. Sementara kita masih bergulat dengan kebendaan. Keduniawian yang tentu saja tidak akan berlangsung lama. Saya masih berusaha untuk menuju tahap berserah diri. Tentunya kita semua sedang menuju ke sana. Walau jalannya masih terjal. Bahkan mungkin semakin terjal.


Di pulau Hydra, Yunani. Tahun 1950an seorang laki-laki di usia 20an, mendekati seorang wanita sebayanya. “Taukah, bahwa kamu adalah wanita paling cantik yang pernah aku temui?”. Tidak lama berselang lalu mereka pun bercengkrama di pulau kecil tersebut. Pria itu mengantar pulang wanita tersebut memakai mobilnya ke Oslo, Norwegia, kampung halamannya. Lalu pria tersebut pulang ke kampung halamannya di Montreal, Kanada. Di Oslo, wanita yang bernama Marianne menerima telegram dari seorang pria yang berisi: “Have house. All I need is my woman and her son. Love Leonard.”

leonard7

Dan kemudian bulan di awal bulan November 2016, Leonard mengikuti Marianne. Mungkin bertemu Marianne lebih membahagiakan dibanding hidup berlama-lama di dunia ini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s