Black Mirror: Sisi Gelap Teknologi Dan Media Sosial

Black Mirror adalah salah satu serial andalan baru dari Netflix. Seperti House of Cards yang sukses melambungkan Netflix, yang serial aslinya berasal dari Inggris. Berhasil merampungkan dua musim di Inggris lalu,  serial antologi besutan Charlie Brooker produksi dari Zeppetron dan Endemol ini tayang di Channel 4, TV kepunyaan Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris. Yang menarik dari serial ini adalah setiap episod mempunyai cerita sendiri. Bahkan setiap musimnya hanya berisi tiga episod, plus episod khusus untuk Natal. Total tujuh episod. Di tahun 2012, serial ini meraih International Emmy Awards. Serial terbaik di luar Amrik.

blackmirror

Untuk musim ketiga ini Netflix yang menayangkan serial ini. Charlie Brooker masih dipercaya di belakang layar. Walaupun setiap cerita berdiri sendiri tetapi Black Mirror tetap berada pada jalurnya: Sisi gelap dari masa depan internet, teror teknologi, dan juga media sosial. Saya agak kesulitan melabeli genre-nya. Mencoba membaca masa depan teknologi yang tidak terlalu jauh dengan segala implikasinya ke dunia modern. Sedikit distopia. Sisi gelap dan satir lebih ditonjolkan di serial ini. Aspek moralitas dan hubungan antar manusia. Kalau masih ingat dengan film “Her” yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix, ya kurang lebih seperti itu. Saya melihat film ini sebagai satu episod yang hilang dari Black Mirror. Ini film science-fiction yang hanya berjarak lima atau sepuluh tahun di depan anda.

blackmirrors0101

Di episod pertama musim pertama yang berjudul “The National Anthem”, cerita berkutat di Downing Street 10, rumah dinas PM Inggris. Seorang penculik berhasil menyekap salah satu anggota keluarga dari Kerajaan Inggris. Kejadian ini menjadi isu internasional karena penyekapan ini disiarkan melalui Youtube. Permintaannya cuma satu: PM Inggris harus bersenggama dengan babi dan disiarkan langsung di TV nasional atau putri dari kerajaan itu mati. Permintaannya memang bukan uang. Tapi sisi moral kita terketuk dengan satu episod ini saja. Apakah kita senang melihat orang menderita walaupun itu seorang  politisi yang anda benci? Atau sebaliknya?

black-mirror-nosedive

Di musim ketiga episod pertama yang berjudul “Nosedive”, bercerita mengenai wanita yang insecure, karena hidup di mana segala sesuatunya berdasarkan rating. Rating tertinggi adalah lima. Seperti rating supir Uber. Yang mengerikan adalah kita bisa melihat rating dari setiap orang hanya dengan bertatap muka atau melihat wujudnya. Ketika kita menerima video call dan panik karena anda berada di tempat yang tidak enak dilihat, maka ada yang salah dengan dunia yang kita huni. Hal ini bisa membuat orang menjadi orang lain. Kemana-mana memakai topeng. Topeng yang sedang tersenyum dipaksakan.

Di episod “Shut Up And Dance”, Charlie Brooker mengangkat isu cyber-bullying. Hal yang sangat lumrah terjadi. Facebook atau Twitter adalah tempat kesayangan. Temanya bisa macam-macam. Politik terjadi setiap hari (sampai saya bingung koq ada orang yang menghabiskan energinya setiap hari untuk membela kandidat favoritnya). Setiap orang yang melakukan kesalahan dan terekam internet siap diganjar hukuman. Karena internet tidak akan lupa. Caci maki dan sumpah serapah akan menghantui tombol notifikasi. Jika mental kita tidak kuat. Bukan tidak mungkin nyawa seseorang akan melayang. Seperti copet di pasar yang dihakimi massa. Dipukuli karena uang yang tidak seberapa.

black-mirror-slice

Setiap episod dari Black Mirror ini sebetulnya mengganggu. Karena saya yakin banyak yang tersinggung dengan salah satu dari tema yang diangkat. Walaupun bergenre sci-fi, tapi ceritanya adalah mengenai keseharian. Apalagi jika akrab dengan media sosial. Sehingga kita merasa dekat dan berpikiran ini bisa kejadian lho. Atau mungkin sebetulnya sudah terjadi. Hanya saja kita tidak menyadari. Kita mempunyai kecenderungan menjadi manusia yang berbeda jika kita banyak yang memperhatikan. Atau sebaliknya ketika kita membutuhkan perhatian. Selama kita terlihat “terpandang” makan apapun dilakukan. Benar atau salah itu urusan belakangan.

Dan jangan khawatir serial ini tidak akan membuat waktu anda tersita. Tidak seperti Stranger Things, misalnya. Anda bisa menikmati satu episod dari Black Mirror lalu istirahat sehari. Atau satu hari satu episod. Tidak ada aturan khusus. Karena tiap episod membuat anda berpikir, ternyata sulit sekali untuk menjadi diri sendiri.

Iklan

5 thoughts on “Black Mirror: Sisi Gelap Teknologi Dan Media Sosial

  1. Langsung download dan nonton. Gak bisa berenti, padahal besok kerja.

    “When you find any wonder whatsoever,you dole it out in meagre portion.” (Lanjut browsing cari arti kata meagre).

    Keren mase. Thanks ya sudah dikasih tau!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s