Harapan 2017

TIBA-TIBA tahun 2017 sudah semakin mendekat. Bagi siapa saja yang merasakan waktu cepat sekali berlalu di tahun 2016, bersyukurlah. Karena berarti kesibukan telah menyita waktu. Karena bagi sebagian besar orang lagi, 2016 adalah tahun yang sangat lamban. 

Rutinitas tahunan saya bersama sekumpulan teman adalah membuat prediksi apa yang akan terjadi di tahun 2017. Setelah melakukannya lebih dari 3 tahun, kami memutuskan kali ini untuk melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda.

Kalau biasanya, kami melakukannya dengan membaca tanda-tanda tahun 2015 dan 2016 sebagai gejala yang akan muncul 2017, kali ini tidak sepenuhnya seperti itu lagi. Kami merasa bahwa tahun 2016 lebih istimewa dibanding sebelum-sebelumnya. Salah satu dua tiga empat lima dan seterusnya, adalah perihal ekonomi yang dirasa semakin berat di 2016. Kesulitan ini membuat banyak tanda-tanda menyepi. Karena orang cenderung untuk tidak melakukan apa-apa selain bekerja keras dan lebih keras lagi untuk mendapatkan lebih. Fokus pada pekerjaan ini membuat banyak dari kita menyampingkan hal-hal lain seperti hobi, kesenangan, mengganti bahkan meniadakan kebiasaan yang dinilai tidak perlu. Jadi secara sederhana tahun 2016 bisa disimpulkan sebagai tahun kerja keras. “Kayak kerjaan lebih banyak tapi kok hasilnya gak tambah banyak juga” begitu kurang lebih komentar banyak teman dan responden.

Ditambah lagi peristiwa di media sosial yang banyak memutar balikkan keyakinan. Munculnya orang-orang mendadak terkenal, terpecah belahnya kubu dan persahabatan dalam politik, kemajuan yang ternyata hanya berjalan bagi sebagian kecil, dan kejutan-kejutan mistis yang mencengangkan. Semuanya membuat banyak dari kita terdiam. Atau memilih untuk diam dan mengamati saja. Sungkan untuk terlalu berpendapat lantang, khawatir akan menjadi senjata makan tuan. Mengurangi pergaulan dengan orang baru, karena yang tadinya teman dalam sekejap bisa menjadi lawan. Dan kebingungan dalam menentukan di kubu mana orang baru tersebut berada. Perasaan sebagai manusia modern pun tergoyahkan dengan banyaknya kejadian yang seperti menyodorkan cermin yang menyadarkan bahwa perasaan itu tak sepenuhnya benar. Penilaian diri seperti dipertanyakan kembali oleh sendiri. Perubahan yang bertahun sebelumnya didengungkan ternyata tak semudah dan seindah yang dibayangkan.

hope-hero

Sudah bekerja semakin keras, uang semakin sulit, mulut semakin terdiam, hati yang was-was, membuat tahun 2017 berkurang antusias untuk disambut. Tapi tentunya harapan tak harus mati. Itu yang menjadi keyakinan kami ketika berbincang sambil menggali. Harapan apa yang masih tersisa? Harapan untuk bertahan saja, harapan akan kehidupan yang lebih baik, atau harapan akan hadirnya Sang Ratu Adil yang akan menjadikan semua kehidupan lebih baik. Semua sedang kami jalani, dan semoga seperti tahun-tahun sebelumnya, intisarinya akan saya tuliskan di linimasa.com menjelang tutup tahun nanti.

Ketika ide untuk mencari harapan dilontarkan, tak terasa ada senyum yang mengembang di bibir dan hati kami. Mendadak seperti ada semangat untuk melakukan riset kecil-kecilan swadaya ini. Dan kalau biasanya kami memetakan manusia dalam digital – analog, gen X, Y dan millennials, dan sebagainya, kali ini kami memetakannya dalam harapan. Sekecil dan sebesar apakah harapan akan 2017. Dari situ tentunya kita bisa membaca, usaha dan kerja apa yang akan dilakukan untuk meraih harapan tersebut. Sepertinya inilah yang akan menjadi penentu apa yang akan terjadi di tahun 2017. Kami pun merasa yang namanya harapan itu ada di setiap generasi. Misalnya, harapan akan hidup yang lebih baik. Walau berbeda bagi tiap generasi, tapi siapa yang tak menginginkannya.

Tulisan ini pun merupakan undangan bagi para pembaca linimasa.com yang budiman siapa saja untuk menyampaikan harapan-harapannya di tahun 2017. Bisa dalam urusan karir, percintaan, pekerjaan, keadaan negara, kota, dan segala hal. Silakan sampaikan di kolom komentar. Dan kalau tak ingin harapannya dibaca orang lain, silakan kirimkan email ke glennmarsalim@yahoo.com Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dan semoga hasilnya akan berguna dan memberikan harapan di tahun 2017.

Posted in: @linimasa

25 thoughts on “Harapan 2017 Leave a comment

  1. “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kertaning raharjo”
    “baldatun thayyibatun wa robbun ghafur”

    Welcome “RAS – DP”

  2. Menyederhanakan keinginan, memaafkan masa lalu, mensyukuri apa yang sudah dimiliki, berbagi kebahagiaan dan tetap sehat #harapan2017

  3. semoga kebiasaan nyokap teriak-teriak di rumah berkurang.
    semoga beliau nggak khawatir terus kalo aku pulang tengah malam.
    semoga abang-abangku nggak nitip anaknya lagi ke nyokap 🙁
    semoga adikku lancar kuliahnya.
    semoga bokap nggak khawatirin masa depanku terus. “nanti kalo masa kontrak kerja abis? apa lagi rencanamu?” katanya tiap kali kita duduk berdua.
    semoga nyokap lebih percaya anaknya daripada mulut temen-temen pengajiannya.
    semoga rasa sayang bokap ke mantu laki-laki pertamanya nggak ngalahin rasa sayang ke anak-anaknya!
    semoga kakek nenek sehat.
    semoga bokap nyokap sehat.
    aamiin.

    punten curhat. itu aja mas Glen 😀

  4. Semoga tahun 2017 berharap banyak keajaiban, urusan pindah wilayah kerja, kelarin sekolah Dan menikah….. Amiin dan Semoga pemilihan kepala daerah berjalan lancar

  5. Semoga thn 2017 jd tahun yg lebih damai. No more hatred yg disuarakan lantang seolah dirinya plg suci. Nggak ada lg usaha membesar2kan perbedaan yg ujungnya cuma bikin berantem.

    Semoga juga thn dpn jd thn yg penuh kesempatan. Apapun itu. Tahun yg mungkin akan tetap sulit dijalani tp plg nggak ada pintu2 baru yg terbuka buat byk org dlm byk hal.

    Aamiiiin

Leave a Reply