Dulu, Sebelum Bentuk HP Kotak-kotak Melulu…

PERTAMA kali punya HP waktu kelas 2 SMA, cukup beruntung rasanya sempat melewati masa-masa kejayaan Nokia. Ketika fungsi utama HP pada saat itu masih sebatas bertelepon dan saling kirim SMS. Kemudian makin meriah dengan beragam desain unik, serta fungsi-fungsi yang terus ditambahkan. Seperti Ringtone Maker yang kodenya bisa dibaca di majalah-majalah gaul, Picture Editor, Radio FM, layar yang berwarna, nada dering Polyphonic, pemutar musik, kamera, dan seterusnya.

img_1926
Dari berbagai merek HP, Nokia mengeluarkan banyak desain unik dan tak biasa.

Kalau dipikir-pikir, sudah lumayan banyak jenis HP yang pernah dimiliki sampai sekarang. Masing-masing punya kesan tersendiri. Berikut beberapa HP pertama (yang masih diingat).

  1. Nokia 3330
Foto: Wikipedia
Foto: Wikipedia

Sampai saat ini, Nokia 3310 adalah HP yang paling enak untuk SMS-an. Kombinasi tekstur tombol-tombol alfanumerik yang terbuat dari plastik, dan tekanan yang membal bisa bikin SMS-an tanpa perlu lihat layar, bahkan sambil merem! Pas banget waktu itu XL Jempol baru dirilis, dengan layanan SMS gratis tanpa batas ke sesama nomor Jempol. Ironisnya, saya terpaksa berhenti menggunakan Nokia 3310 setelah rusak karena error keseringan dipakai SMS-an. Padahal tampilannya sudah “keren” banget waktu itu; pakai casing transparan, dan dipasangi rangkaian lampu pendeteksi sinyal HP di sela-sela keypad-nya. Ituloh, lampu yang bisa kedip-kedip sebelum ada telepon atau SMS masuk. :p

2. Nokia 3200

Foto: extragsm.com
Foto: extragsm.com

Salah satu hal yang bikin tertarik dengan Nokia 3200 ini adalah feature bikin kover casing-nya sendiri, dan Radio FM. Dalam kotaknya sudah dilengkapi satu set alat pemotong kertas, agar bisa dipasangkan pada casing depan dan belakang. Ya jelas, langsung menggila. Semua-semuanya dijadikan eksperimen, dari kertas kalender harian yang khas di rumah-rumah warga Tionghoa, leaflet obat Tionghoa, dibiarkan transparan, sampai karton hitam sisa bahan Mading sekolah. Hahaha!

Selain menggunakan HP ini, di sekolah juga sering nebeng HP teman yang bentuknya aneh-aneh. Termasuk Nokia 3650 yang keypad-nya melingkar, dan HP-HP fashion series dengan desain unik lainnya.

3. Nokia 2300

Foto: pspimage.wordpress.com
Foto: pspimage.wordpress.com

Lupa, kenapa kok malah pakai Nokia 2300 setelah Nokia 3200. Kalau tidak salah, sudah enggak terlalu ambil pusing dengan tipe dan merek HP, sehingga pilih yang agak murah dan tetap bisa Radio FM. Tapi lucunya, justru ada yang menaksir HP ini, dan dibeli. Habis itu, ganti dengan…

4. Sony Ericsson Walkman W800

Foto: digitaltrends.com
Foto: digitaltrends.com

Mulai beralih ke merek lain, dan untuk pertama kalinya merasakan sensasi mendengarkan koleksi musik lewat HP, itu pun dengan karet earphone yang khusus. Namanya juga hadiah, sekalian saja yang agak lebih keren dibanding sebelum-sebelumnya :p Lengkap dengan pengalaman pertama mengakses internet lewat Opera Mini versi .jad/.jar yang sering enggak connect-nya. Selain itu, Sony Ericsson ini juga diunggulkan dari segi kamera. Jadi, sempat pakai hasil fotonya waktu magang wartawan kala itu.

Ini bikinnya pakai Panorama, loh...
Foto kegiatan Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam, Samarinda (2006). Ini dijepret pakai feature Panorama, loh… 😀

Sayang, HP-nya rusak gara-gara kena kehujanan. Terpaksa beli baru, dan lagi-lagi pengin yang kameranya bagus.

5. Sony Ericsson K800i

Foto: GSMarena.com
Foto: GSMarena.com

Hasil foto HP ini keren. Setidaknya, masih terbilang layak untuk kualitas cetak di koran, apalagi sekadar untuk diunggah ke Friendster dan Facebook. Sangat disayangkan, penggunaannya enggak sampai setengah tahun. HP ini hilang, kayaknya dicuri, waktu malam tahun baru, di vihara pula. Setelah lelah jadi panitia acara, bangun-bangun HP-nya sudah enggak ada. Padahal ada Nokia Communicator dan HP-HP lain yang sama-sama digeletakkan di ruang tidur panitia, eh, ini doang yang hilang. Apes. Terpaksa ganti lagi. Padahal sudah belajar bikin theme sendiri.

6. Nokia 5300 XpressMusic

Foto: Wikimedia
Foto: Wikimedia

Setelah mempertimbangkan banyak hal, mulai dari harga, fungsi, ketahanan, potensi penyebab kerusakan, dan sebagainya, beli HP ini deh. Bukan berupa flip-phone tapi slide-phone, agar komponen fleksibelnya cenderung awet dan tidak gampang terhentak saat dibuka-tutup.

Semenjak pakai HP ini, lumayan keranjingan unduh theme. Setelah iseng-iseng mencari, software untuk mendesain theme Nokia 5300 ternyata mudah diunduh, dan bisa menampilkan animasi .gif. Kebetulan, mumpung lagi semangat-semangatnya belajar Adobe Photoshop. Akhirnya, lebih sering menggunakan theme bikinan sendiri. Hahaha!

7. Nokia 2310

Foto: trendtronic.tradekorea.com
Foto: trendtronic.tradekorea.com

Baru pertama kali pacaran ketika itu (HAHAHA!), dan mulai berhadapan dengan sejumlah keribetan. Salah satunya, sang pacar (waktu itu), membelikan nomor baru dengan alasan nomor yang saya pakai selama ini enggak ada cantik-cantiknya. Makanya beli Nokia yang low-end dan sederhana ini, serta mulai belajar mengelola dua HP.

8. BlackBerry Pearl 8100

Foto: GSMarena.com
Foto: GSMarena.com

Nah, baru kali ini punya smartphone. Ceritanya agak lucu, karena enggak beli dan pakai acara dikerjain terlebih dahulu.

Waktu bekerja sebagai wartawan ekonomi dan bisnis, kebetulan menulis artikel tentang event BlackBerry tanpa pernah punya atau mengulik sendiri gawai tersebut. Tulisannya terbit, eh ternyata ada satu hal yang keliru. Saya pun dipanggil ke kantor cabang Indosat Samarinda, si empunya acara, untuk mempertanggungjawabkan kekeliruan itu. Teguran dan ketidakpuasan disampaikan langsung oleh manajer, Pak Maulana, sampai akhirnya di tengah-tengah “sesi” malah disodori BlackBerry Pearl. Setelahnya, pada ngakak semua.

9. BlackBerry Curve 8520

Foto: homeshopping.pk
Foto: homeshopping.pk

Makin lengket dengan jenis smartphone ini, ndilalah bisa menang undian BlackBerry Curve dalam acaranya Telkomsel Samarinda beberapa tahun lalu. Dengan HP ini juga, belajar cara baru menulis artikel secara mobile. Papan QWERTY-nya cukup handy saat bekerja, termasuk ketika tur perjalanan darat menembus hutan Kaltim dari Samarinda ke utara sampai perbatasan Malaysia. Walaupun kekuatan sinyalnya cuma EDGE, tapi tetap lancar BBM-an dan berkirim email. Sampai pakai BlackBerry Curve ini, HP Nokia-nya masih digunakan loh.

10. BlackBerry Onyx 9700

Foto: perfect-mobiles.blogspot.com
Foto: perfect-mobiles.blogspot.com

Masih kepincut dengan varian BlackBerry, pilihan jatuh ke Onyx dengan lapisan faux leather di penutup belakangnya. Keypad-nya jauh lebih empuk dan tanpa bunyi ketukan. Cocok banget buat pekerjaan. Eh sayang, HP-nya jatuh dari kantong jaket saat bawa motor. Ya sudah, wassalam… Diambil orang.

Beberapa tahun lalu iseng cek PIN BBM-nya, ternyata aktif, dipakai orang.

11. Samsung E2152

Foto: technave.com
Foto: technave.com

Namanya juga baru kena musibah, ya beli HP penggantinya tipe biasa-biasa saja. Tetap bisa kameraan, bisa Radio FM, bisa memutar musik, ada senternya. Sengaja pilih yang bisa dua kartu, karena nomor cantik yang dibelikan mantan kadung dipakai dan diketahui banyak orang meski lumayan kerepotan ngisi pulsanya tiap bulan.

Setelah menabung sekian lama, akhirnya bisa kebeli iPhone 4 juga. HP Samsung pun dihibahkan ke mama. Sejak iPhone 4, akhirnya terus-terusan pakai HP layar sentuh yang desainnya kotak-kotak.

Dari semua HP di atas, tak ada satu pun yang enggak punya memori mengesankan. Ada HP yang dipakai buat SMS gebetan, sampai jempol pegal. Ada juga yang dipakai telepon-teleponan tengah malam sampai ketiduran, eh bangun-bangun HP-nya sudah panas tapi teleponnya masih tersambung. Ada yang dipakai untuk kirim MMS atau pesan bergambar dari katalog layanan premium. Bukan sekadar gawai telekomunikasi, HP-HP jadul tersebut juga bisa jadi semacam memorabilia. Sumber sekaligus penyaji kenangan. 🙂

[]

Leave a Reply