Rey, Pablo, Ahok dan Maida

“Siapa itu Rey Utami?” Mungkin Anda akan bertanya demikian jika ada yang menyebut nama itu SEMINGGU YANG LALU. Hari ini kurang lebih ada lima orang yang membuka percakapan di dalam grup maupun berdua dengan nama tersebut. Tentunya setelah yang kedua kali saya hanya melengos sambil berkata, “Ya, sudah dengar dan tidak peduli.” ketika rekan saya tampak ingin membahas baik Rey Utami maupun Pablo Putera Benua yang (kata teman adik saya) wajahnya mengingatkan dengan ikan lohan. Walaupun Pablo ini semakin dibaca-baca sepak terjangnya kok semakin mirip Pablo yang satunya lagi dari Medellin. Komentar komentar yang terlihat di media sosial maupun kolom komentar media yang memuat (non) berita ini beragam, dari mulai menuduh Rey materialistis (siapa yang tidak?), hingga mengamini tindakan lekas menikah mereka dengan dasar la taqrobu zinna, sampai mendoakan mereka menjadi keluarga samara selamanya. Dalam hati saya berharap, kehebohan ini segeralah lekas berlalu. Karena toh, masih banyak yang bisa dibahas bagi orang yang berpikir, seperti:

  • Apakah semua orang kini jadi hapal ayat Al Maidah ayat 51, terutama tafsirnya.
    Apakah kita merasa sebagai manusia begitu sempurna, sehingga sanggup membela (bahkan dengan kekerasan) kitab yang katanya maha benar dan maha suci.2d648b84c6ffdde345a6a435a01adda8
  • Sejak kapan yang disebut dengan “pemimpin” itu adalah orang yang kita gaji? Pemimpin saya di kantor adalah CEO saya, yang mana beliau yang membuat penilaian kinerja saya, secara tidak langsung menentukan saya diupah berapa dan kapan, dan bisa membuat saya kehilangan pekerjaan kalau saya tidak memiliki performa sesuai harapan. Gubernur itu dibayar oleh pajak yang kita bayar, notabene kita yang bayar, kerjanya membangun dan mengatur “rumah” kita, dan kalau memang ternyata kinerja tidak sesuai harapan kita, bisa dipaksa untuk lengser, in short; we are the CEOs. The governor works for us.
  • Coba kita cek yang sibuk demo itu, kira kira berapa persen sih, yang punya KTP Jakarta?
    whatsapp-image-2016-10-14-at-2-38-44-pm
  • Kenapa ya, biasanya yang bodoh justru yang suaranya lebih lantang dan lebih sering bicara daripada yang pintar?
  • Apakah ada (selain saya) yang merasa semakin lama, film Idiocracy (2006) seperti ramalan masa depan dan merasa ngeri?

tumblr_lkfypixphv1qzma4ho1_500

7 thoughts on “Rey, Pablo, Ahok dan Maida Leave a comment

      1. Nggak ah, ketebak bener… yang satu mau calonin walikota keburu keluar video berdua, ya udah sekalian kewong… yang pere, mayan publikasi gretong… seruan Scandal atau House of Cards, ya kan?

Tinggalkan Balasan