Iklan Bertagar Seliweran Tak Beraturan

Ronaldinho mantan pemain bola paling bersinar dari Brasil pernah kena getahnya. Kejadian itu tahun 2012, ketika dia kembali ke negara asalnya, Brasil, dan bermain untuk Flamengo, namun karena tidak dia tidak dibayar gajinya dia pindah ke Atletico Mineiro. Ronaldinho adalah bintang iklan Coca-Cola pada saat itu. Sementara Atletico Mineiro disponsori oleh Pepsi. Di saat konferensi pers, Ronaldinho dikelilingi oleh botol-botol Pepsi. Dan bahkan ditengarai tidak sengaja meminum Pepsi. Hal ini diketahui oleh Coca Cola, dan ini membuat mereka marah sehingga mereka memutuskan kontrak saat itu juga. Padahal kontrak berjalan satu tahun. Khilaf?

iklan

Michael Jordan adalah yang menyebabkan sepatu Nike ada Air di belakangnya. Air Jordan. Sekarang yang lagi hype Air Max. Itu pun sebetulnya turunan dari Air Jordan. Di Olimpiade 1998, Michael Jordan bersama Dream Team-nya yang tidak ada lawan sepadan bisa dipastikan dapat emas melalui cabang olah raga basket. Tapi masalah datang. Kontingen basket Amerika Serikat disponsori oleh Reebok. Mereka memaksa kepada semua pemain basket untuk memakai jaket dengan logo Reebok di dada atas. Hampir tidak ada pemaen NBA yang disponsori oleh Reebok pada saat itu. Kebanyakan Nike. Tapi Michael Jordan punya ide brilian. Dia menutupi logo Reebok dengan bendera Amerika yang gantungkan di pundaknya. Reebok kalah. Michael Jordan? Walau sudah pensiun. Sepatu Nike Air Jordan terus diproduksi. Dan tetap laku. Nike kaya begitu pula Michael Jordan. Be like Mike.

iklan4

Di artikel pun begitu. Jika artikel tersebut merupakan pesanan. Maka kasih tahu pembaca bahwa itu adalah tulisan iklan. Itu aturan yang mungkin tidak tertulis. Atau mungkin tertulis. Tapi lebih enak jika kita melakukan sesuatu dengan jujur tanpa maksud mengelabui. Apalagi jika itu berbentuk review. Big Mac di iklan TV terlihat enak kan? Dan besar. Apa aslinya seperti itu? Tidak. Tapi kita tahu itu iklan. Kalo kita tetap mengkonsumsinya berarti kita korban iklan. Atau kepaksa karena Whopper abis. Atau emang doyan aja.

IMG_20160830_013507_410

Apabila kamu penggiat media sosial, pasti sering melihat tulisan bertagar berseliweran. #SaveBlablabla #PrayFroYeyeye itu banyak ditemui di Instagram, Facebook, tapi yang paling heboh adalah Twitter. Di sana ada yang namanya buzzer? Apa itu? Sama seperti yang dilakukan Wayne Rooney. Nge-tweet sesuatu dengan tagar tulisan tertentu dan nanti dibayar. Yang jadi masalah adalah banyak yang terjebak dengan jebakan tagar ini. Kenapa? Karena banyak yang tidak tahu itu kampanye, iklan atau sejenisnya. Mereka biasanya mempunyai follower ribuan. Puluhan ribu. Ratusan ribu. Atau bahkan jutaan. Ini adalah ladang uang buat sebagian orang. Buat Awkarin setidaknya. Ada yang melakukannya dengan gratis. Tanpa paksaan. Kita tidak bisa bilang mereka buzzer ya. Kita tahu bagaimana riuhnya media sosial ketika Pilpres kemaren?  Yang satu menjelekkan Jokowi. Yang satu lagi menjelekkan Prabowo. Tapi tahukah kamu kalau sebagian dari mereka itu bayaran?

Wayne Rooney pada tahun yang sama dengan Ronaldinho juga melakukan iklan melalui akun twitternya. Iklan ini mempromosikan sepatu bola model terbaru dari Nike. ASA, kependekan dari Advertising Standard Agency, sebagai anjing penjaga dari para pengiklan melihat ini dan melarang Wayne Rooney dan beberapa pemain bola lainnya untuk melakukan kampanye melalui media sosial. Nike membela hal ini. Tapi ASA bergeming. Jika ingin beriklan ada aturan yang harus dipenuhi. Contohnya pasanglah tagar #ad, #spon, #ads, atau apapun itu. Intinya yakinkan mereka yang melihat bahwa itu iklan. Jangan mengecoh. Jangan mengelabui.

iklan2

Twitter pun menerima iklan. Instagram juga. TV hidup dari iklan. Facebook iklannya bejibun. Google pun begitu. Kita memang tidak bisa lepas dari iklan. Dari bangun tidur hingga akan tidur lagi. Selalu ada produk yang kita lihat. Coba tengok kamar mandi anda. Saya yakin ada satu produk dari Unilever di sana. Tidak terhindarkan. Namun sayangnya Indonesia tidak mempunyai Advertising Standard Association seperti di Inggris. Atau Federal Trade Commision di Amerika Serikat. Yang bisa melarang Wayne Rooney dkk. untuk beriklan tanpa diikuti dengan #ads, #ad, #spon. Beratkah untuk memberi tahu bahwa tweet-mu itu iklan? Susahkah?  Di TV pun ada aturan. Iklan rokok boleh tayang dari jam 9 malam ke atas kalau tidak salah. Mereka juga punya KPI. Walau aturannya kadang konyol. Di koran pun ada kolom advertorial. Ada iklan baris. Semuanya transparan. Jelas. Mau iklan sehalaman penuh juga gak ada masalah. Ketika sesuatu sudah masuk ke area abu-abu maka agak susah memang. Tapi semua itu adalah pilihan.

Iklan

4 thoughts on “Iklan Bertagar Seliweran Tak Beraturan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s