6 Level Over-sharing

Sejujurnya saya mungkin termasuk (sedikit) orang yang enggak ngerti lagi harus melakukan apa di berbagai media sosial yang semakin lama semakin banyak jenisnya dan fiturnya. Steller? Yah oke lah, lalu apa serunya “membalik” halaman dibandingkan scrolling? Sampai sekarang saya tidak punya LINE di gawai saya. Instagram Story is just overwhelming amount of information that I thought I didn’t ask. Beberapa rekan di Path membuat saya semakin jarang membuka dan scrolling post di sana. Facebook dan Twitter? Sudah sering lupa kalau tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Setelah saya mempertimbangkan, jika saya ingin eksis di Instagram Story, Snapchat, Path, dan social media lainnya, belum lagi ikut bermain Pokemon Go (lagi), waduh, banyak sekali waktu yang dibutuhkan ya? Lalu saya memutuskan untuk melakukan minimal saja, Path sesekali saja kalau sambil cigarette break dilihat, Instagram saya dapat hobi baru dari sahabat saya; Bookstagram yang intinya adalah memotret buku dan sebagainya (follow akun baru saya ya! @wormgeek – promosi tak tahu malu), Snapchat kalau ingin share yang menarik dan tak biasa, Facebook dan Twitter yaaa, yang ada hubungan dengan pekerjaan saja, deh!

Tapi saya agak ingin membahas mengenai orang-orang yang sepertinya hubungannya sudah kurang sehat dengan Path sih. Untuk socmed lain saya mungkin kurang paham, karena tidak sesering itu juga memeriksa. Memang ada beberapa orang yang repeat offender. Mungkin saya harus berhenti share dengan beberapa orang, tetapi saya termasuk yang kurang tegaan. Dan kok, takutnya suatu hari akan bersilangan jalan lagi. Tapi, tanda-tanda bertingkat bahwa (mungkin) Anda harus meletakkan gawai Anda berisi Path di meja dan menarik napas panjang adalah:

Tingkat 6: Anda sudah berkali-kali repath berita atau pengumuman (baik itu anak hilang, orang tua hilang, dan lain sebagainya) yang ternyata kemudian terbukti tidak benar.
I so don’t want to be in the same Whatsapp group with these people. Pasti yang juga punya kebiasaan meneruskan pesan yang bombastis dan belum tentu benar.

38806151

Tingkat 5: Anda sering sekali (atau bahkan setiap hari) membuat post yang isinya (mungkin) Anda sendiri yang mengerti. Misalnya; “Kalau sombong jangan keterlaluan, nanti kalau jatuh sakit sendiri” dan tulisan #nomention hanya sekadar ingin mengeluarkan unek-unek dan tidak ada rekan yang mengerti kecuali yang nasipnya buruk, sebelumnya sudah mendengar curhat Anda.

ofw797z
Don’t test me, hoomans, or I’ll do it.

Tingkat 4: Anda jadi salah satu yang repath meme atau gambar yang muncul paling tidak sepuluh (ya, sepuluh!) kali di timeline teman Anda. Please don’t be that person. Lihat guyonan sekali dua kali masih lucu, sepuluh kali? Ya gitu deh.

You annoy me - Imgur
You annoy me.

Tingkat 3: Dalam satu event hang out dengan sekelompok teman, Anda post paling tidak tiga gambar dari beragam angle, tetapi dengan karakter dan lokasi yang sama. rollseyes. Kalau Anda bukan selebriti, satu kali saja sepertinya cukup ya. Eh tunggu dulu, bahkan kalau Anda selebriti, satu kali saja cukup juga kok.

ghw3jbb

Tingkat 2: Setiap bingkisan yang didapatkan Anda jepret dan diunggah ke Path. Jika pengirim rekan di Path, tak lupa tag yang bersangkutan sambil ucapkan terima kasih. Semua orang harus tahu kalau Anda banyak dapat gratisan dari orang-orang penting dari penjuru dunia. Whatever happens to japri?

You don't ever touch another guy's bell. Period. - Imgur
Nope. Nope. A thousand times nope.

Tingkat 1: Ini saya baru menyaksikan beberapa hari yang lalu, dan ketika saya berkomentar, rekan saya lalu mengatakan kalau seseorang di timeline-nya baru saja melakukan hal yang sama. Bedanya, oknum yang di timeline saya post video (ya, video!), sementara temannya rekan saya post gambar, dia sedang dikerjakan oleh dokter gigi dan asisten-asistennya; mulut terbuka lebar, lengkap dengan alat penyedot air liur dan pengorek dan lain sebagainya. Ew sekali bukan? Dude, no one, NO ONE wants to see that. Apa yang ada di kepala orang-orang ini ya?

Gosh, I must’ve looked gorgeous with my mouth wide open, I’d better take some pictures and post it, so my friends can bask on my salivating mouth that is so flawless!”

Aku menyerah.

Good bye, cruel world. - Imgur
Good bye, world!
Iklan

8 thoughts on “6 Level Over-sharing

  1. Koq aku terhibur ya bacanya.
    Apalagi GIF nya cu ngetsss..
    Pas sama point nya
    Thank you for make me laugh this day 😃

    Psst, kadang orang ada agar kita tidak menjadi seperti mereka hehe

    Suka

    1. Salah komen deng tadi. Bukan boooo! Ini dia aja yang lagi diperiksa ke dokter gigi lalu dengan sukarela pasang videonya. Kalau dokter giginya untuk promosi servis ya okelah dimengerti yaaa.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s