Bunga Tidur, Bukan Bunganya Lagi Tidur

Dari sekian banyak hal menakjubkan di dunia, salah satu yang membuat saya paling terkesima adalah mimpi. Literally, dreams. Mimpi yang kita impikan setiap kita tidur di malam hari. Atau setiap saat kita tidur.

Kebetulan saya orang yang mudah sekali bermimpi. Entah itu tidur di waktu reguler seperti malam hari, tidur siang kalau memang bisa, ketiduran di dalam mobil sewaktu melakukan perjalanan, atau sekedar ketiduran di sofa depan televisi. Bisa dipastikan selalu ada mimpi yang hadir.

Yang membuat saya semakin fascinated soal mimpi ini adalah begitu banyaknya teori tentang mimpi.

dreams-and-types-of-dreams

Ada yang bilang, mimpi itu wujud “nyata” atas hal-hal yang kita tekan.
Ada juga yang berpendakat, mimpi itu keinginan terpendam yang tak kesampaian.
Ada beberapa orang berkata, kalau mimpi itu ilusi dunia paralel dari dunia nyata yang kita jalani sehari-hari.

Lalu ada yang mungkin terdengar sotoy, bilangnya kalau kita mimpi tentang seseorang, bisa jadi orang itu yang kangen sama kita.
Kalau saya mimpi tentang Bradley Cooper, emang Bradley Cooper kangen sama saya? Kenal aja enggak!

Selain teori tentang arti mimpi, pendapat tentang hal-hal yang memicu mimpi pun berbeda-beda.

Ada yang bilang, kita bisa mimpi kalau sedang dalam keadaan lelah.
Ada yang berujar, minum teh sebelum tidur bisa memicu hadirnya mimpi yang absurd. Pendapat ini sempat saya yakini cukup lama, karena dulu cukup rutin minum teh setiap malam. Namun setelah rutinitas itu terhenti, saya pun masih mimpi terus.

original

Satu hal yang sedikit saya sesali sampai sekarang adalah tidak pernah mencatat secara rutin mimpi yang saya alami. Memang, lebih sering lupa tentang mimpi semalam begitu bangun pagi. Kalaupun ada mimpi yang luar biasa sampai membuat saya bengong saat bangun tidur, biasanya keheranan itu tidak berlangsung lama. Segera terganti oleh rutinitas hari itu.

Semalam saya bermimpi dua hal yang berbeda.

Mimpi pertama cukup sederhana.
Saya mengantar dan menemani seorang teman perempuan untuk menonton film di jam midnight show hari Sabtu malam. Filmnya adalah film Hollywood yang diadaptasi dari film suatu negara di Eropa. Entah apa judulnya, filmnya berjenis komedi romantis.
Uniknya, di tengah-tengah film saya mengantuk. Saya kembali ke mobil, menunggu teman saya. Di sana saya bertemu teman lain yang datang dengan pacarnya. Lalu setelah film selesai, teman saya datang, kami memutuskan untuk menumpang menginap di rumah penduduk setempat dekat bioskop. Kami berpikir, sudah terlalu malam dan terlalu jauh.

Lalu setelah sempat terbangun beberapa saat, saya tidur lagi.

Mimpi kedua, tak kalah sederhana. Saya datang ke sebuah taman yang cukup besar di pinggiran kota kelahiran saya. Rupanya di sana banyak keluarga dari berbagai kalangan berkumpul. Sebagian besar mengenakan baju berwarna putih.
Tiba-tiba saya bertemu seorang teman lama. Sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu. Lalu dia memanggil kedua anaknya, yang sudah besar. Mereka mencium tangan saya, seperti keponakan bertandang ke rumah paman.
Sebelum hilang ketakjuban saya, teman saya mengenalkan saya kepada orang lain. Di kehidupan nyata, saya hanya pernah sekali bertemu dengan orang ini. Dia lebih tua, dan sudah berpulang. Tapi di mimpi ini, dia tertawa lebar, menjabat tangan saya dengan erat, lalu mengajak ngobrol sambil berkelakar.

Colorful-drawing-of-woman-dreaming

Mimpi-mimpi yang sederhana, namun terasa nyata, yang sampai akhirnya membuat saya memutuskan untuk menulis tentang mimpi hari ini.

I don’t think we can ever fully understand dream. Yang bisa kita lakukan adalah menganalisa, menelaah, dan mengira-ngira. Seperti hal-hal lain yang tak kasat mata namun ada di kehidupan, mimpi juga hadir menemani kita.

Paling tidak, dengan hadirnya mimpi, saya bisa bersyukur bertemu dengan orang atau kejadian yang suasananya tak mungkin terjadi di dunia nyata. It takes surreality to make us feel real.

And that’s the beauty of dream.

52722a498355e

Jadi, mimpi apa Anda semalam?

Iklan

8 thoughts on “Bunga Tidur, Bukan Bunganya Lagi Tidur

  1. oh… kita mesti bikin klub tukang mimpi… saya juga begitu, ketiduran di angkot pun bisa mimpi 😀 dan banyaknya, mimpi saya menghibur sih, setiap bangun kadang saya malah senyum sendiri beberapa kali malah ngikik, karena ingat betapa konyolnya mimpi saya.
    Saya sempat rajin mencatat mimpi ini, karena memang menghibur sih, seperti cerita…tapi kemudian sering bangun kesiangan jadi gak keburu, trus siang udah lupa 😀

    Suka

  2. saya orang yg gampang tertidur…dimanapun…kapanpun 🙂
    kadang mimpi kadang juga engga, tetep bersyukur masih bisa tidur…nyenyak pula.
    kl dapet mimpi itu artinya dapat bonus, tapi bonus-nya ga bs bisa milih 😦 lha wong Tuhan yg kasi
    happy dream all

    Suka

  3. Pertanyaan saya akhir-akhir ini, begini, kalau kita mimpi terus entah esoknya atau beberapa hari setelahnya, kejadian (baik keseluruhan mimpi atau fragmennya), apa yang sebenarnya terjadi? Apa otak kita saking tersugesti sama mimpi itu jadi bertindak seperti di mimpi atau somehow membuat mimpi itu kejadian, atau mimpi itu semacam pertanda? 😛

    Suka

  4. Same here 🙂
    Saya tipe orang yg selalu bermimpi bahkan kalau hanya ketiduran 5 menit saja.
    Dan selalu amazed karena lebih sering bertemu dengan “orang-orang yg tidak dikenal” dibanding dengan orang yg sering berinteraksi di dunia nyata 😀

    Suka

    1. Ah, glad to have a fellow easy-dreamer. 🙂 Iya, kadang takjub kalau mimpi ketemu orang yang pernah ketemu sekali, atau gak kenal deket. Mungkin itu perasaan kita kalau pengen kenalan ama orang2 itu kali ya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s