Dari Mana Datangnya Ide?

Bulan depan, tepat dua tahun saya bergabung dengan Linimasa. Menulis setiap minggu tanpa jeda. Sebisa mungkin saya menulis tepat waktu. Artinya, tulisan sudah dibuat sebelum hari giliran saya, yaitu hari Kamis, tiba.

Namun ternyata cukup sering juga tulisan saya buat waktu hari Kamis sudah berjalan beberapa jam. Seperti tulisan yang Anda baca sekarang.

Kadang ide tulisan sudah datang dari beberapa hari sebelumnya. Kadang juga tidak pernah hadir setelah beberapa saat lamanya.

Dulu saya pernah menulis di sini, kalau salah satu kebiasaan yang saya lakukan sebelum menulis untuk Linimasa adalah menonton film. Menontonnya tentu dengan pamrih, yaitu berharap bisa muncul ide dari film yang ditonton.

narrative-clipart-CLIPART_OF_10212_SMJPG

Metode ini pernah berhasil beberapa kali. Namun tidak bisa saya lakukan secara rutin. Kadang kala saya masih harus bekerja sampai larut malam di hari Rabu. Pulang ke rumah, hanya bisa merebahkan badan, sampai lupa mengganti baju yang melekat.

Kadang ide muncul waktu sedang berlari. Satu kali lari di atas treadmill bisa saya lakukan selama 45-50 menit. Sambil mendengarkan musik, biasanya pikiran suka berlari-lari sendiri memikirkan random things. Ini suka terjadi setelah menit ke-20. Kalau sudah ketemu satu hal dari banyak hal yang melintas di pikiran, saya suka mengeksplorasi pikiran itu lebih dalam, sambil berlari. Lalu setelah turun dari treadmill, buru-buru mencatat di ponsel, agar tidak lupa.

Namun lagi-lagi aktivitas lain sering mengganggu rutinitas ini. Meskipun masih mengalokasikan waktu untuk berolahraga, kalau dalam minggu itu ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, maka frekuensinya semakin berkurang.

toonvectors-37067-140

Tentu saja, ide menulis yang paling hakiki adalah dari membaca. Baik itu membaca buku, majalah, artikel tulisan, atau apapun bentuk tulisan lainnya. Cuma memang saya akui, frekuensi membaca buku dan menyelesaikannya dengan tuntas saat ini lebih sering terjadi kalau sedang bepergian.
Sementara itu, kalau dalam satu minggu hanya brief pekerjaan yang sedang dibaca, kok rasanya tidak pantas dijadikan bahan tulisan ya?

Kami bertujuh yang menulis di Linimasa ini punya grup di aplikasi WhatsApp. Grup kami cukup aktif dalam berbagi informasi tentang apapun di muka bumi.
Salah satu hal yang selalu kami bagi, meskipun tidak selalu dikatakan setiap minggu, adalah, “nulis apa ya kali ini?”
Atau, “eh gue telat ya nulisnya. Meeting dulu / masih di jalan / belum tau nulis apa nih / baru bangun, dan lain-lain.”

Tapi kami semua percaya tentang sense of completion. Kalau belum berbagi tulisan di hari yang sudah ditentukan, rasanya belum lengkap menjalani hari. Karena kami hanya bisa berbagi dengan Anda lewat tulisan ini.

writing-clipart-cartoon-girl-writing-clipart-free-clipart

Jadi, jawaban pertanyaan dari judul di atas, tentu saja, ide datang dari mana saja. Ide datang saat kita melakukan apa saja. When it strikes you, count yourself lucky.

Yang jelas, ide tidak bisa ditunggu. Ide harus dicari. Kami pun akan selalu mencari, dan tidak mau berdiam menunggu.

Kayak jodoh.

Iklan

5 thoughts on “Dari Mana Datangnya Ide?

  1. Ga kerasa udh 2 tahun ya,
    Saya juga dari yg biasanya disiplin buka komp, bikin kopi, baca linimasa setiap pagi,
    Sampai jadi 2 hari sekali, seminggu sekali, 2 minggu berlalu, sampai kapanpun yg penting kebaca semua.
    Kyknya harus memulai kedisiplinan itulagi,
    Mumpung besok senin 😁

    Terus berbagi ilmu ya kalian,
    Semoga tak pernah jengah,
    Apalagi menyerah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s