Narcissus Interruptus

Echo sangat mencintai Narcissus. Tapi Narcissus sebagai pria paling menawan di jamannya tidak peduli dengan perhatian dari Echo. Banyak sekali wanita yang jatuh hati padanya. Padahal Echo adalah wanita yang cantik sekali. Dia rela meninggalkan suaminya, Juno hanya untuk mengejar cintanya Narcissus. Ia yang tidak lelah menaruh harapan. Kemanapun Narcissus pergi, Echo selalu membayangi. Tapi Narcissus arogan. Dia terlalu mencintai dirinya sendiri sehingga dia tidak bisa membiarkan seorang wanita pun memilikinya. Sampai pada suatu saat Narcissus merasa ada yang mengikuti, lalu dia berkata, Siapa itu? Echo tercekat dan dia balik menjawab, Siapa itu? Narcissus pun menoleh tapi Echo bersembunyi. Dia kembali berkata Keluarlah. Echo balik menjawab, Keluarlah. Kenapa kamu selalu menghindar? Tukas Narcissus. Kenapa kamu selalu menghindar? Echo menjawab sambil keluar dari semak belukar. Dia akhirnya mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini ia pendam. Narcissus menghardik Echo. Pergilah! Aku lebih baik mati daripada kau memiliku! Echo lari menuju hutan. Menyendiri dengan segala kekecewaannya. Hatinya hancur berkeping-keping. Tubuhnya memudar. Badannya mengkerut. Tulang-belulangnya berubah menjadi batu. Yang tersisa hanyalah suaranya yang menjawab dengan mengulang dari suara yang terdengar. Narcissus terus berjalan menuju hutan. Sampai dia menemukan kolam yang begitu jernih. Dia melihat refleksi wajahnya di kolam tersebut. Narcissus sangat mengagumi wajahnya. Dia tidak beranjak dari sana hingga akhir hayatnya.

narcissus

O.J. Simpsons adalah mantan atlet NFL ternama dari Amerika Serikat. Berkulit hitam dan tampan. Di jamannya dia adalah atlet paling terkenal. Sekelas David Beckham atau Michael Jordan. Usai pensiun dari olah raga dia tetap menyukai sorotan kamera. Dia menjadi aktor. Bintang iklan. Selalu hadir di acara televisi. Semua orang Amerika Serikat tahu dia. Sampai pada suatu saat istrinya terbunuh. Semua bukti jelas mengarah ke O.J. Simpson. Tapi O.J. tidak mengakui perbuatannya. Dia merasa tidak bersalah. Dia menyewa sekumpulan pengacara papan atas. Mereka dijuluki The Dream Team. Pengadilan ini dijuluki “Trial of the Century”. Terjadi di tahun 1994. Pengadilan yang diliput oleh televisi. Selama sembilan bulan. Rasisme masih terjadi. Banyak drama terjadi sebelum dan selama pengadilan ini terjadi. Pengadilan yang menyedot seluruh perhatian rakyat Amerika. O.J. adalah pahlawan kulit hitam. Dia juga banyak disukai oleh kulit putih. Kepribadiannya yang menyenangkan membuat ia dicintai banyak orang. Meski semua bukti mengarah kepadanya, tapi ia dinyatakan tidak bersalah oleh juri. Rakyat kulit hitam Amerika bersorak gembira. Ini mungkin cikal bakal dari reality show yang hingga kini masih terjadi. O.J. Simpson bebas. Tapi ia tidak bisa lepas dari sorotan kamera. Dia ketagihan. Walau namanya sudah memudar. Sampai pada tahun 2006 ia merampok dengan senjata api di Las Vegas. Hanya untuk mengambil memorabilia yang berkaitan dengannya. Sepele. Demi meraih perhatian. O.J. Simpson kembali masuk ke pengadilan. Tapi vonis kali ini tidak berpihak kepadanya. Dia kini harus meringkuk di penjara.

narcissus2

Budaya narsisme ini bukan budaya baru. Dari jaman batu ini sudah terjadi. Di Mesir, tepatnya di bagian dalam piramidanya banyak sekali pesan yang disampaikan melalui tulisan hierogliph. Di gua-gua pun banyak ditemukan hal seperti itu. Hukum Hammurabi terdapat dalam sebuah batu. Manuskrip Dead Sea Scrolls ditemukan dalam sebuah gulungan papyrus. Prasasti yang ada di wilayah Indonesia juga banyak terdapat tulisan. Candi Borobudur pun begitu. Di era internet di abad 21 fenomena ini semakin merajalela. Semua orang bisa narsis dengan gayanya masing-masing. Media sosial menyediakan sarana itu. Dari taraf yang pasif saja sampai taraf kronis. Ketika hal ini terjadi maka bagaimana kita menyikapinya. Ada yang bersembunyi. Ada yang menguntit. Ada yang menarik diri. Ada yang berpartisipasi. Ada yang lucu-lucuan. Ada yang tidak peduli. Ada yang misuh-misuh. Macam-macam. Semuanya sah-sah saja dilakukan. Selama masih dalam batas wajar. Untuk semua hal sebetulnya. Asal jangan sampai terjerembab seperti O.J. Simpsons, Narcissus, atau Echo.

Everything in moderation. Including moderation. ~ Oscar Wilde

Oya. Selamat mudik dan selamat Lebaran semuanya! 🙂

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s