Shine Bright Like a Diamond

Kalau udah besar mau jadi apa? Ini pertanyaan paling sering muncul waktu kecil dulu. Penguasaan kosa kata kita terbatas pada pilot, dokter, guru atau astronot. Setelah dewasa, 90% dari jawaban tadi meleset. Banyak yang lupa. Eh, malah pada jadi bajingan. Setelah dewasa juga kita baru tau, semua akan jadi tanah. Seperti semula. Hingga suatu hari. Seorang kawan memberitahu bahwa kita bisa jadi berlian! Sejak itu, cita-citaku: Shine bright like a diamond!

Berlian pada dasarnya adalah atom karbon terimbas tekanan. Ketika atom karbon terkena suhu dan tekanan ekstrim, mereka secara teroorganisir saling mengikat dan membentuk kristal. Satu atom karbon terikat kovalen dengan empat lainnya, dan semakin lama mereka terkena suhu dan tekanan ekstrim tadi, semakin banyak ikatan antar atom yang terjadi. Semakin besar pula ukuran berlian yang lahir.

image

Karena berlian terbuat dari karbon, dan tubuh manusia terdiri dari sekitar 18% unsur karbon; maka sangat mungkin untuk mengubah abu manusia menjadi berlian. Abu manusia terdiri dari banyak sekali unsur hara. Ia harus dimurnikan lebih dulu hingga minimal 99%-nya adalah karbon. Untuk seseorang dengan berat 80kg, karbon murni yang didapatkan bisa mencapai 2.5kg. Selebihnya hancur dalam proses pembakaran dan hilang selama pemurnian. Karbon dari tubuh manusia ini kemudian ditempatkan dalam sebuah wadah kedap bertekanan tinggi. Ia akan berubah menjadi grafit. Lalu, tekanan dinaikkan hingga 6 gigapaskal (60,000 kali tekanan atmosfer bumi) bersuhu 1,500 derajat celcius. Dibiarkan hingga dua minggu untuk mendapatkan 0.3 hingga 0.5 karat berlian. Dan 3 sampai 4 bulan untuk mennghasilkan berlian 1 karat. Proses ini haruslah dilakukan di sebuah laboratorium presisi. Ndak murah, tapi juga ndak semahal berlian alami, karena ilmu pengetahuan memotong jutaan hingga milyaran tahun waktu yang dibutuhkan bumi menempa berlian.

image

Hanya ahli yang dibekali peralatan pendeteksi khusus saja yang bisa mebedakan berlian alamai dan biakkan. Warna dan tampilannya ndak beda. Berlian dari tubuh manusia biasanya berwana putih jernih, kekuningan karena unsur nitrogen dan, paling sering, kebiruan karena unsur boron dalam abu karbon. Saat keluar dari wadah kedap ia masih harus menjalani proses pemotongan sesuai pesanan. Akhirnya, seseorang bisa disandang di jari tangan orang yang ia cintai.

Seperti catering di Gedung Pernikahan; rumah-rumah duka di Jakarta punya rekanan masing-masing. Mereka menyebutnya Memorial Diamonds. Beberapa diantaranya: Alrogdanza.com, LifeGem.com, dan dna2diamonds.com. Algordanza berpusat di Swiss. Dua lainnya di Amerika Serikat. Laboratorium serupa banyak berdiri sejak puluhan tahun lalu. Melayani secara komersil industri alat berat, medis, hingga perhiasan. Salah satu yang terbesar di dunia, Ila Technologies di Singapura. Cultured Diamond seperti ini bisa ditemui juga di toko Gordon Max di Pacific Place Mall dan Dharmawangsa Square.

image

Berlian biakkan harganya bisa hanya 30% dari berlian alami. Tapi, berlian dari tubuh manusia harganya meroket dari USD 5,000 sampai USD 20,000 (harga Algordanza per Juni 2016), tergantung besar, jenis potongan dan hasil akhir yang diharapkan. Masalahnya sekarang, bisakah kita menjual berlian dari tubuh manusia, kalau dibutuhkan? Lebih penting lagi: ada ndak yang mau beli?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s