Genre Manusia dan Karakter Film Yang Cocok

Jadi tadi sepagian saya mempersiapkan sesuatu yang harus disajikan ketika meeting siang hari. Ketika meeting tiba-tiba muncul ide topik menulis untuk Linimasa tercinta. Lalu meeting berlangsung panjang dan agak njelimet. Begitu meeting bubar, pekerjaan urgent sore sudah mulai lewat, saya mencoba mengingat ide saya itu, dan ternyata hilang saja saudara-saudara. Akhirnya saya menyerah, pulang ke rumah, berbuka puasa makan, dan ketika di tengah makan teringat kembali topik tersebut. Begitu selesai makan saya mengalami food coma, dan ketika saya mencoba mengingat topik tersebut, TERNYATA LUPA LAGI. Memang kita tidak pernah boleh overestimate our memory capacity. Padahal itu alasan mengapa selalu ada aplikasi voice recorder di homescreen smartphone saya. Karena begitu mudahnya ide datang, semudah itu juga ide pergi. Terutama ketika dalam kondisi kemerkaan.

Lalu ketika saya melemparkan pertanyaan cukup ngehe untuk minta ide dari rekan-rekan Linimasa tercinta, beberapa memberikan ide, semua berlian, tetapi ada satu yang menarik hati saya ketika ini. Ide ini dari dek Nauval di Jakarta; memilih film kencan sesuai teman kencan.

Saya paham betul kenapa Nauval terpikir ide ini, karena, walaupun selera film kami cukup jauh berbeda, tetapi cinta kami terhadap film kurang lebih sama besarnya. Bagaimana tidak, kami beberapa kali kepergok (mengaku sih, lebih tepatnya) memilih diam di rumah menikmati film baru atau favorit daripada pergi kencan dengan orang baru yang kwaliteitnya belum bisa dijamin. Jadi marilah kita ulas hal ini, bukan dari genre manusianya (karena saya terkadang lebih cinta film daripada manusia), tetapi berdasarkan genre film.

  1. Film horor
    Jika Anda penyuka film horor garis keras, dalam arti selalu mencari film dengan genre ini dan subgenre-nya dengan aktif, tidak peduli produksi negara mana pun dan bahasa apa pun, Anda juga harus memilih dengan selektif teman kencan ketika menonton film jenis ini. Jika salah pilih, Anda akan terjebak dengan tipe kencan yang menyebarkan meme biarawati dari sebuah film horor yang sedang hits, padahal nonton filmnya saja belum. Dan terjebak menonton film horor dengan mereka adalah hal terburuk yang bisa terjadi (I’m allowed to be a bit dramatic here, it is my writing). Waspadai juga tipe kencan yang mengaku “movie buff” tetapi ketika Anda tanya beberapa film horor yang bukan blockbuster (namun tetapi terkenal) dia mengatakan belum sempat menontonnya. Karena, umumnya ketika Anda menonton bersama dia dan keluar dari ruang teater dengan senyum lebar dan semangat menggebu-gebu untuk membahas betapa mengasyikkannya pengalaman menonton tadi, dia akan menjawab dengan (sok) santai, “okelah filmnya, walaupun endingnya sudah ketebak”. Pada akhirnya Anda harus menelan ludah dan menahan diri mengatakan, “HEI JAHANAM, FILM DICIPTAKAN BUKAN UNTUK DITEBAK ENDINGNYA, MEMANGNYA BUAH MANGGIS.”Pilih kencan menonton Anda dengan bijaksana. Jika ragu, ajak teman atau sahabat non hubungan romantis, yang sama level kesukaannya terhadap horor dengan Anda. Jika masih ragu, pergilah menonton sendiri. Harap dicatat kalau horor di sini mengandung subgenre paranormal, berdarah, berdarah dan aneh, tidak berdarah dan aneh, juga thriller. Contoh bisa diberikan melalui permintaan di kolom komen. 

    1035x690-ce-03551r_03
    You’re not supposed to guess the ending, marvel the greatness of John Goodman instead!
  2. Film drama
    Kecuali drama dengan editing dan sound yang luar biasa seperti Whiplash, tidak ada kriteria teman kencan yang spesifik untuk genre ini. Whiplash sebenarnya juga termasuk aman saja ditonton bersama siapa pun. Hanya pastikan kalau teman kencan Anda tidak ilfil atau menuduh kelewat baper jika Anda burst into tears di ujung film  yang sama sekali tidak ada adegan sedihnya, hanya karena scene terakhir film begitu hebatnya membuat Anda begitu emosional dan tak rela rasanya berpisah dari pengalaman seperti itu, dan Anda yakin kalau satu dekade bisa lewat sebelum bisa merasakan hal yang sama lagi; ya menangis karena itu. Saya masih bicara soal Whiplash. Dan saya hampir yakin tak semua orang bisa mengerti. Jika Anda termasuk yang ingin mengejar film-film award di bioskop, pastikan teman kencan Anda kuat melek. Kalau pun mudah bosan dan mudah tertidur, pastikan dia tidak mengorok. 

    whiplash-scream
    Fletcher is screaming “NOT MY TEMPO!”, and I CRIED!
  3. Film action
    Jika Anda seorang perempuan, genre ini termasuk paling aman untuk kencan. Bisa dipastikan teman kencan Anda yang pria penyuka perempuan akan menikmati film jenis ini. Jika Anda seorang pria ingin mengajak perempuan nonton film aksi, pastikan dulu film itu tidak memiliki judul Transformers ke berapa pun. Karena mengajak setengah paksa menonton film franchise ini bisa menimbulkan dendam kesumat yang berakibat tidak adanya kencan lanjutan.
    true-story-new
  4. Film drama komedi
    Berkedok people pleaser, sebenarnya, Anda bisa menilai selera humor dan kedalaman seseorang dengan mangajaknya menonton sebuah film komedi. Perhatikan di bagian mana dia tertawa, dan seberapa nyaring tertawanya. Apakah dia mengerti joke dapur yang referensinya agak obscure? Atau hanya tertawa di obvious jokes, apalagi mentertawai penderitaan orang lain? Atau malah teman kencan tidak tertawa sama sekali sepanjang film? Coba terangi dengan layar ponsel Anda, siapa tahu dia sudah lari.
  5. Film drama romantis
    Keluar dari klise, dan lupakan berkencan dengan menonton film romantis. Tunggu DVD-nya, atau nonton di Netflix. Lebih aman jika kita ternyata culun dan terisak menangisi kisah cinta fiksi. Jaga harga diri, nonton film romantis sendiri.

    hero_man-up-2015
    Dammit, Pegg! *sniff*

    Bonus musik untuk menemani akhir pekan ceria.
    Don Ellis: Whiplash

Iklan

12 thoughts on “Genre Manusia dan Karakter Film Yang Cocok

  1. Sambil menunggu bedug buka ( walau saya bukan muslim ), saya membaca ini dan — let me get so dramatic here — hati gemetar seolah main roller koster terbawa kenangan whiplash lagi, dan ketawa ketawa for the rest.

    Pernah nonton film Lourdess berdua dengan pasangan di bioskop, dan trust me, itu adalah film terakhir di luar genre MARVEL, DC Comics, dan franchise Transformer maupun Fast & Furious yang kami tonton bersama.

    Tulisan yang ‘berat’ tapi emang bener sih, semuanya true story..

    Suka

  2. Paling ga mau nonton film horor. Udah bayar, ditakut-takuti pula. Apalagi kalau ternyata bukannya nakutin malah ya gitu deh. Paling suka film yang punya pesan mendalam. Belakangan ini suka banget nonton Little Prince. Sebenarnya lebih suka nonton di bioskop, tapi kalau sudah lebih dari 3x nonton untuk film yang sama, nggak ada lagi yang mau nemenin hehehe

    Suka

  3. Masi prefer nonton drama award sendirian, karena suka gaenak sama yg diajak nonton kalau dirinya jadi bosen. Untuk beberapa kasus beberapa orang jadi menjudge selera film saya aneh dan sedikit membosankan. Film no.4 dan no.5. Lebih sering jadi comfort movie, ditonton di rumah, pakai piyama, sambil makan indomie :v
    Dan film horor serunya emang ditonton rame-rame. Meskipun tetep ga suka nonton film horor karena merasa rugi bayar tiket untuk di takut-takutin. Film thriller dan action seru banget juga buat ditonton rame-rame, menghibur mata. tapi jarang yg membekas dihati, kayak film drama. Kecuali yang kuat dikarakter atau dijalan cerita .. akhirnya balik lagi, kayaknya emang saya orang kategori drama lol

    Suka

    1. Ternyata pengalaman seperti itu cukup jamak ya! Tapi saya setuju kalau pada masa ini di mana orang seenaknya ngomong keras di bioskop dan nyolot kalau ditegur, kok rasanya lebih nyaman nonton sendiri di rumah lengkap dengan cemilan favorit .

      Suka

    1. Iya ya Pal? I’d take your word for it. It’s been a while since I watch movies with ‘someone’ let alone a comedy hahahaha tertawapahit

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s