Bersatu Untuk Bernostalgia Yang Seru Demi Masa Depan Yang Bermutu

Selama seminggu terakhir ini, saya lagi getol-getolnya mantengin Twitter dan Snapchat untuk mengikuti ulasan dan perkembangan seputar ATX.

Apakah itu ATX? Tak lain dan tak bukan adalah sebuah festival di Austin, Texas, Amerika Serikat, yang dibuat untuk merayakan acara televisi. Kalau biasanya kita mendengar banyak acara seputar festival film atau festival musik, maka ATX mengkhususkan diri untuk berkutat hanya seputar acara televisi.

Kata “hanya” di sini bisa jadi sekedar understatement. Di tengah keriuhan banyaknya jumlah acara televisi buatan Amerika Serikat (konon kabarnya ada lebih dari 400 serial drama dan komedi yang diproduksi saat ini, di luar dokumenter dan reality show), festival ini menjadi ajang mempertemukan sesama penonton acara televisi dengan para pembuatnya. Sesama pembuat acara televisi pun saling bertemu untuk bertukar cerita dan ide.

Yang menjadi daya tarik terbesar dari festival ini adalah acara reuni. Setiap tahun ada ajang reuni acara televisi yang sudah lama tidak ditayangkan. Tahun ini ada reuni “Ugly Betty” dan “The West Wing”. Tahun lalu ada reuni “Gilmore Girls” dan “Roswell”. Yang hadir adalah para pemain, penggagas serial tersebut, dan, ini yang paling penting, para penonton serial-serial tersebut. Setiap saya melihat foto dan video di media sosial tentang keseruan acara tersebut, perasaan saya campur aduk mulai dari iri sampai kagum.

Reuni serial Gilmore Girls di ATX Festival 2015. (Thank you, Google Image!)
Reuni serial Gilmore Girls di ATX Festival 2015. (Thank you, Google Image!)

Maklum, saya memang penonton serial televisi Hollywood, termasuk serial-serial di atas. Mau dibilang TV junkie atau couch potato, terserah. Yang jelas, banyak serial televisi buatan Amerika Serikat dan Inggris selama satu dekade terakhir ini yang kualitas ceritanya jauh melampaui banyak film Hollywood. Beberapa kali saya sadar sekali bahwa kadang menonton film di bioskop sekedar untuk memuaskan rasa menyaksikan film di layar lebar. Tapi untuk kepuasan cerita, lebih sering saya temukan di medium televisi, yang tentu saja sudah meluas ke jasa streaming.

Yang membuat saya makin kagum dengan ATX ini adalah keberanian dan kenekatan para penggagas festivalnya. Menonton televisi itu ‘kan kegiatan yang sangat personal dan invidualistis. Kita tidak perlu meninggalkan rumah, kalau perlu tidak usah mandi dan ganti baju. Mau baru bangun tidur juga sudah langsung bisa menyalakan televisi, tablet atau ponsel.
Namun ATX ini bisa mengumpulkan penonton televisi untuk saling bertemu, berbagi kesenangan yang sama terhadap acara televisi favorit mereka, dan berinteraksi langsung.

Karena saya hanya melihat liputan dari jauh lewat foto dan video, saya hanya menerka-nerka keseruan yang terjadi. Tapi yang saya lihat, sepertinya mereka tidak ada beban untuk harus win over new audience. Beda dengan festival film besar yang membuat premiere film baru, dengan harapan filmnya bisa laku waktu dirilis setelah di festival. Atau festival musik, yang dibuat dengan harapan orang akan membeli album penyanyi yang barusan mereka lihat.
Panel-panel di ATX ini sepertinya quite relaxing, termasuk untuk panel-panel yang serius, di mana mereka membahas masa depan program televisi, berikut serial-serial televisi baru yang akan diluncurkan atau sedang dikerjakan.

Reuni serial Ugly Betty di ATX Festival 2016. (Thank you, Google Image!)
Reuni serial Ugly Betty di ATX Festival 2016. (Thank you, Google Image!)

Di sinilah keunggulan ATX: tidak melulu bermain nostalgia, tapi juga menghadirkan acara-acara yang membahas kekinian dan juga masa depan. Sekali datang, semua jangkauan waktu terjelajahi.

Saya tidak mau berandai-andai dulu kalau seandainya ada yang mau membuat acara serupa di sini, reuni serial “Losmen” atau “Pondokan” misalnya. Lebih penting untuk merestorasi dan menayangkan ulang serial-serial lama tersebut agar ditonton generasi sekarang di platform yang lebih modern.

Yang jelas, buat saya sudah cukup senang untuk tahu bahwa despite watching those TV series alone at home, we’re not really alone out there.

Reuni serial The West Wing di ATX Festival 2016. (Thank you, Google Image!)
Reuni serial The West Wing di ATX Festival 2016. (Thank you, Google Image!)
Iklan

2 thoughts on “Bersatu Untuk Bernostalgia Yang Seru Demi Masa Depan Yang Bermutu

  1. aha! akhirnya ada tulisan yang menggambarkan perasaan saya.
    “despite watching those TV series alone at home, we’re not really alone out there”

    karena idup di kota kecil, jarang teman teman saya yang mengikuti serial tv amerika. Jaman duku saingannya sama Legenda Ular Putih sih.. jd serial Friends sama Full House atau Viper ya kurang ada peminatnya. Lanjut waktu smp (uda pindah kota nih ceritanya, tp tetep di kota kecil) demen sama Gilmore Girls.. seperti sebelumnya, saya sama sekali ga ketemu temen yang bisa diajak ngobrolin serial tersebut. Karena mrk lebih memilih begadang demi mantengin Meteor Garden (walaupun saya juga).

    bBaru sadar kalo banyak yang nntn serial tv yang sama sih setelah kuliah di kota besar. Ada yg diajak ngbtl ttg Grey’s Anatomy, Glee, Nurse Jackie, Dr House, etc..

    Thanks for the writing 🙂

    Suka

    1. Wow, F4! Temen2 saya banyak yang tiba2 fasih bahasa Mandarin waktu itu, demi ngapalin lagu2 mereka. Hahaha.
      Iya, TV series itu membentuk komunitas sendiri. Percaya nggak percaya, pada akhirnya nanti pasti ketemu kok orang2 lain yang juga nonton apa yang kita tonton, dan suka ama apa yang kita suka juga.
      Terima kasih sudah menyempatkan mampir dan komen ya. 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s