Manusia Yang Utuh

Yang mengusung peti jenazah dari Muhammad Ali adalah diantaranya Mike Tyson, Will Smith, dan Lennox Lewis. Presiden Turki, Erdogan, pun dikabarkan hadir di pemakaman Muhammad Ali. Namun entah kenapa dia pundung dan kembali pulang ke negerinya setelah tahu bahwa dia ingin memberi kata sambutan namun tidak diberikan karena sudah penuhnya slot tersebut. Barack Obama mewakilkan kepada mantan presiden sebelum dia dari Partai Demokrat, Bill Clinton, yang juga suami dari calon presiden dari partai yang sama di pemilu tahun ini.

ali

Saya belum pernah melihat seleb atau figur publik kelas dunia yang mendapatkan perhatian begitu besarnya. Prosesi ini diliput langsung dan ditayangkan televisi di Amerika dan juga bisa dilihat melalui streaming di berbagai channel di internet. Terakhir saya melihat hal ini terjadi adalah ketika Putri Diana yang meninggal secara tragis. Perhatian media massa semua tersedot ke kematian mendiang yang juga ternyata menjalin asmara dengan anak dari salah satu pemilik pertokoan mewah di London, Inggris, Mohammad Al-Fayed. Tapi prosesi pemakamannya pun tetap tidak “semeriah” apa yang terjadi dengan Muhammad Ali.

Ini adalah satu bukti bahwa Muhammad Ali sangat dicintai oleh semua orang. Bahkan boleh dibilang Ali tidak mempunyai musuh. Musuhnya di ring tinju, sebut saja George Foreman dan Joe Frazier adalah teman baik di luar tinju. Mereka saling menghormati. Walaupun Ali bermulut besar dan selalu mengejek lawannya sebelum pertandingan. Itu lazim dilakukan di dunia olah raga. Mourinho, Alex Ferguson, sering melakukannya ketika timnya akan bermain. Itu sebetulnya hanya psy-war. Ali bahkan melakukannya ketika akan berhadapan dengan George Foreman adalah untuk mengatasi rasa takutnya. Rasa takut itu dikonversi menjadi rasa percaya diri yang berbuah kemenangan.

ali3

Muhammad Ali adalah mantan atlet paling terkenal dan berpengaruh di seluruh dunia. Di dunia politik pun begitu. Dia mungkin satu-satunya diplomat utusan Amrik yang bisa membebaskan belasan tahanan politik di Irak pada pemerintahan Saddam Husein hanya dengan satu pertemuan. Itu dicapainya ketika dia sudah didiagnosa mengidap penyakit Parkinson. Sebut satu tokoh muslim paling terkenal di dunia ini di era modern. Saya yakin Muhammad Ali ada di paling atas. Banyak tokoh dari berbagai lintas agama yang memberi sambutan di prosesi pemakamannya. Dari pendeta, rabi, biksu, dan bahkan tokoh dari native-amerika. Ali dicintai semua kalangan. Semua ras. Semua agama. Semua ideologi. Republik atau demokrat. Kiri atau kanan. Ali adalah panutan. Ali adalah junjungan. Jika ada nabi setelah Muhammad SAW di dunia ini, maka Muhammad Ali adalah nabi terakhir. Jika Gatorade membuat iklan untuk Michael Jordan dengan tagline Be Like Mike. Maka harus ada slogan lain: Be Like Ali.

Bill Clinton yang bertindak sebagai pemberi sambutan terakhir berkata bahwa Muhammad Ali sudah memilih cerita hidupnya sejak muda. Bahkan ketika kita dia belum tahu apa yang akan terjadi dengannya kita di sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Tinju hanyalah satu media. Muhammad Ali sadar bahwa dia unik. Dia berkulit hitam tapi dia mempunyai sesuatu yang spesial. Dia tahu dia pintar. Dia ganteng. Dia juga mempunyai selera humor yang bagus. Dia sangat artikulatif. Bisa berorasi tanpa bantuan naskah. Kapan saja. Di mana saja. Dan dia tidak pernah menyesal dengan apa yang sudah dikatakan dan terjadi. Semua yang dia lakukan sudah berada di jalur yang benar.

Dia adalah pribadi yang komplit dan dia memanfaatkan semua keterampilannya untuk kemaslahatan umat manusia. Tidak mudah untuk menjadi kulit hitam di tahun 60an di Amerika yang sangat rasis. Tapi dia memilih kebebasan. Tidak terbelenggu dengan norma yang ada. Itu adalah esensi dari hidup sebetulnya. Bebas untuk menjadi siapa saja. Apa saja. Di mana saja. Selama itu bisa diraih maka kita bisa menjadi manusia yang utuh.

Posted in: @linimasa

4 thoughts on “Manusia Yang Utuh Leave a comment

Tinggalkan Balasan