Dress Code

Katanya, Dress Code pada undangan tujuannya supaya para tamu gampang menentukan busana apa yang mereka pakai. BOHONG!

Tujuan Dress Code lebih pada selera pengundang ketimbang tamunya. Dress Code sering bikin bingung daripada ndak ada Dress Code sama sekali. Percaya ndak percaya, sebenarnya ada harapan tertentu di balik saran Dress Code di undangan. Pengundang berharap seluruh tamunya berpenampilan setara. Enak dilihat. Bagus difoto. Juga ndak melanggar etika acara.

image

Dress Code muncul di mana-mana. Udah lumrah di undangan pernikahan sampai acara bisnis. Etikanya, tamu mesti memperlakukan Dress Code sebagai permintaan. Jadi, akan lebih baik kalau undangan itu berbunyi “kami mohon para tamu menggunakan busana bernuansa putih untuk mempercantik acara.” Sama seperti permintaan supaya ndak bawa hadiah, tapi uang.

Dress Code paling mudah adalah kode warna. Ndak terlalu merepotkan dan mudah diterjemahkan. Kecuali tamu punya masalah buta warna atau fobia dengan warna-warna tertentu. Dress Code juga punya jenjang formalitas. Secara berurutan:

BLACK TIE
Untuk laki-laki, kode busana ini jelas sekali: tuxedo. Titik. Untuk perempuan agak ngambang. Biar gampang, bayangkan pakaian yang bisa mendampingi formalitas tuxedo. Ya, siapkan gaun panjang atau formal black dress terbaik dengan perhiasan andalan.

BLACK TIE OPTIONAL
Di sini mulai bikin bingung. Laki-laki punya pilihan pakai tuxedo atau jas berwarna gelap dengan dasi. Untuk perempuan boleh pakai gaun panjang, gaun selutut atau cocktail dress yang lebih formal. Meskipun ndak ada hukumnya, diliatin orang kan ndak enak ya?

CREATIVE BLACK TIE
Apa ini? Ini jenis Dress Code yang membolehkan tamunya berimajinasi. Tamu boleh lebih kreatif dengan padu-padan yang pas. Laki-laki bisa berkemeja gelap dengan dasi kupu-kupu merah, misalnya. Yang perempuan, bisa bermain dengan gaun yang lebih ornamental. Ya gitu deh.

COCKTAIL
Untuk laki-laki, gunakan stelan jas gelap dengan dasi. Untuk perempuan kali ini lebih jelas: cocktail dress.

FESTIVE
Mulai ngambang lagi. Ini semacam busana coctail dengan nuansa liburan. Lebih santai dari cocktail tapi masih formal di depan mata. Laki-laki bisa mengenakan stelan yang lebih terang. Perempuan bebas, sejauh ndak pakai bikini.

BUSINESS FORMAL
Dari sekian banyak Dress Code, business formal adalah yang paling mudah untuk kedua gender. Kenakan stelan kerja khas pengacara. Blazer, jas, dasi, dan kawan-kawannya.

BUSINESS CASUAL
Kali ini lebih kreatif dengan jenis bahan dan warna. Tetap kenakan blazer meski dipadankan dengan kaos bergaris. Siapa yang bilang boleh pakai jeans?!

SMART CASUAL
Jembatan antara santai dan bisnis. Sedikit si bawah business casual, tapi siatas casual. Bingung? Sama! Intinya boleh pakai jeans, tapi padankan dengan sesuatu yang lebih formal. Misal kemeja atau kaos dan blazer.

CASUAL
Silakan. Jeans, sneakers, kaos. Apapun yang nyaman dan sopan. Kecuali bertema pantai, jangan coba-coba pakai sandal.

Mari berterima kasih sama budaya Indonesia. Dari Black Tie sampai Festive bisa dilebur jadi: kemeja batik dan kebaya! Tinggal ikuti tema warna, kalau ada.

Dress Code secara informal juga muncul. Kadang ndak ada tulisannya sama sekali. Tapi bisa langsung diterjemahkan. Seperti undangan pemakaman, Hari Kartini, 17-an, haloween, pengajian, silaturahmi, dan orgy party. Tau kan apa yang harus dipakai?

Posted in: @linimasa

Leave a Reply