SUNGKIT

“Suka gak sama puisi-puisinya Rangga?”

“Suka sih, tapi kan itu bukan puisinya Rangga. Itu puisinya Aan Mansyur!”

Jawaban generasi Millennials terkini yang membawa saya jauh ke tahun 1500an awal, saat Leonardo da Vinci melukis Monalisa. Yang sampai sekarang, para ilmuwan masih meneliti tentang siapa kah sebenarnya perempuan dengan senyum misterius. Dugaan terawal adalah Lisa Gherardini, istri pedagang sutra dari Florentine. Kalau benar, ada hubungan apakah antara Leo dan Lisa? Pertemanan biasa? Pengagum? Atau ada hubungan apa-apa diantara mereka?

Ini bisa jadi misteri yang lebih mengasyikkan ketimbang senyumnya sendiri. Seandainya relasi Leo dan Lisa bisa dikuak, besar kemungkinan misteri ratusan tahun makna senyum Monalisa akan terbuka. Mengapa ini lebih menarik? Karena ini soal manusia dan cinta. Bukan, karena manusia memang kepo.

“Untuk apa tau itu semua? Bukankah itu hanya akan menjadi gosip saja?” bagi sebagian orang. Tapi bagi sebagian lagi, ini adalah soal menemukan diri sendiri. Perjalanan jauh ke belakang bisa dimaknai sebagai perjalanan ke inti hati. Memahami bagaimana hati bekerja. Apakah ada perubahan seiring zaman. Bagaimana kalau ternyata kisah cinta Leo dan Lisa ternyata lebih indah dan bermakna ketimbang Romeo dan Juliet?

Seandainya Leo hidup di era media sosial seperti sekarang, besar kemungkinan efeknya akan sedahsyat album Lemonade-nya Beyonce. Yang membuat Bey Hive mencari tau siapa Becky berambut indah yang dituduh sebagai perusak rumah tangga Beyonce. Ini semua berasal dari lirik lagunya Sorry

“Me and my whoadies ’bout to stroll up
I see them boppers in the corner
They sneaking out the back door
He only want me when I’m not there
He better call Becky with the good hair
He better call Becky with the good hair”.

Tak pernah ada press con dari Beyonce mengenai keretakan rumah tangganya yang dirusak oleh “Becky with the good hair”. Ini semua adalah teori konspirasi yang berkembang di media sosial saja. Kita menginginkan hiburan “tambahan” dari sekedar lagunya. Tak berhenti di situ, beberapa perempuan terkenal pun menjadi tertuduh sebagai Becky. Akun media sosial Beyonce, Jay Z dan para perempuan itu pastilah menjadi yang paling sering dikunjungi sejak Lemonade diluncurkan.
image

Belum berhenti di situ, di acara MET GALA 2016, dua perempuan menggunakan pin “NOT BECKY” sebagai asesoris. Meme-meme mengenai Becky pun bermunculan dari berbagai penjuru dunia. Dan kalau ternyata ini semua adalah rekayasa belaka, maka ini membuktikan satu hal yang tak bisa dipungkiri tentang Beyonce, Beyonce paham tentang manusia. Lebih tepatnya, manusia #kekinian. Yang suka “ngoprek” media sosial jadi detektif untuk menemukan jejak-jejak sebelum membuat teorinya sendiri-sendiri.

Teori yang bisa menjadi bahan obrolan di cafe, meja makan, kencan pertama atau tulisan di blog, postingan socmed dan beragam lagi yang bisa menambah eksistensi. Manusia #kekinian memerlukan bahan yang orisinal dan segar untuk terus menerus disebar. Memunculkan persaingan yang membuat semuanya semakin seru. Kalau perlu sampai ada yang debat dan tengkar.

Seandainya Leo punya akun media sosial, maka dengan mudah manusia menemukan jejak-jejaknya. Kapan dan di mana dia bertemu dengan Lisa? Di mana tempat favorit Leo? Apakah dia pernah ke sana membawa Lisa? Adakah tanda-tanda Leo mencintai Lisa? Apakah bintang Leo dan Lisa memang cocok? Saat wefie apakah wajah mereka mirip? Kalau mirip jangan-jangan jodoh.

image

Kalau selama ini kita sering disebut atau menyebut “drama” untuk kehidupan dan tingkah laku orang yang menyerupai film atau sinetron, maka sekarang akan terjadi sebaliknya. Saat drama yang murni fantasi, akan dikait-kaitkan dengan kehidupan nyata pemainnya. Karena kini para pemain dan pencipta drama, menampilkan kehidupan pribadinya di media sosial. Apa yang Beyonce lakukan kemarin, apa kegemaran Nicholas Saputra, ke mana Syahrini pergi, dengan siapa Rita tidur semalam, dan lainnya. Keterbukaan yang sebelum ini hanya bisa didapat dari kata temen dan infotainment, sekarang langsung dari pelakunya.

“Menurut kamu Cinta (Dian Sastro) cantik gak?”

“Dia kan udah ibu-ibu… Cantik lah buat Ibu-Ibu mah!”

Posted in: @linimasa

4 thoughts on “SUNGKIT Leave a comment

    1. Kalo menurut kamus

      ti Kata “Sungkit” menurut KBBI
      sung·kit v,
      ber·sung·kit vbersulam benang emas atau perak: kain –;

      me·nyung·kit vmenyulam (dng benang emas dsb); menyongket
      sung·kit v,
      me·nyung·kit vmengeluarkan (mengangkat, mengorek) sesuatu dr lubang atau tempatnya melekat; menyunggit; mencungkil: pekerja itu – lantai; ia – sumbat botol

Tinggalkan Balasan