The Epitome of Coolness

Iman Bowie pernah ditanya oleh jurnalis beberapa minggu sebelum mendiang suaminya meninggal. Iman adalah mantan supermodel. Kalo tidak salah dia satu angkatan dengan Cindy Crawford atau Heidi Klum. “Apakah anda memberi saran kepada suami anda mengenai fashion?” Naomi pun dengan lugas menjawab, “Hah? Buat apa saya melakukan itu? David Bowie itu fashion!” Iman betul. David Bowie adalah ikon fashion. Mau pake baju apa aja kayaknya gak pernah salah. Dan untuk mencapai itu membutuhkan kerja keras, keberanian tingkat tinggi, percaya diri, dan tentu saja persona. Tidak semua orang bisa melakukan itu. Maaf.

Prince Roger Nelson, jasadnya baru dikremasi beberapa hari kemarin, setelah mendadak meninggal yang penyebabnya belum diketahui sampai sekarang. Mungkin beberapa hari lagi dari hasil autopsi akan menjelaskan apa yang menyebabkan dia meninggal seketika. Seminggu sebelumnya pesawat pribadinya harus mendadak mendarat karena kesehatan Prince memburuk. Kabarnya flu berat. Tapi keesokan harinya dia segar kembali. Sempat tur. Sampai ditemukan meninggal hari Jum’at kemarin di rumahnya. Overdosis? Mungkin.

prince6

Untuk yang belum tahu, semoga banyak yang sudah tahu. Prince adalah penyanyi, produser, gitaris, pencipta lagu dan juga seorang multi instrumentalis yang berasal dari Minneapolis, Amerika Serikat. Prince adalah saingan dari Michael Jackson. Namanya mungkin sedikit tertutup oleh bayang-bayang dari Michael Jackson yang lagunya lebih populer di tahun 80an. Jadi wajar memang kalo banyak yang belum tahu. Tapi banyak yang bilang juga bahwa Prince jauh lebih berbakat dari Michael Jackson. Saya salah satunya. Permainan guitar Prince itu menyamai Jimi Hendrix. Untuk urusan maen gitar, mungkin hanya Matthew Bellamy dari Muse yang bisa menyamai skillnya sekarang ini. Suara Prince itu seperti layaknya kulit hitam, luar biasa. Dia sangat terkenal dengan suara falsetto-nya. Untuk urusan menari, dia bisa melakukan apa yang James Brown lakukan. Jenis musiknya? Komplit. Dari funk, soul, rock, jazz, pop pun ada. Dia adalah seorang pribadi yang komplit dan juga perfeksionis. Dia memainkan semua alat musik di banyak album-albumnya. Penghargaan? Tujuh Grammy Award, satu Golden Globe Award, dan satu Oscar sudah diraihnya. Tidak banyak musisi yang mencapai tingkatan itu. Intinya dia adalah musisi yang jenius. Adakah musisi yang konser di O2 Arena, London, selama 21 hari berturut-turut dan semua tiketnya habis? Saya rasa cuma Prince yang bisa melakukannya.

Selain berprestasi ada satu lagi yang dipunyai oleh Prince. Dia seorang musisi yang eksentrik, unik, aneh kadang. Tapi di situlah kelebihannya. Dari segi tata busana, tidak ada yang bisa mengalahkan keanehannya. Sebagian mungkin akan jijik melihatnya. Gaya rambut pun begitu. Kumis juga. Kaca mata. Semuanya dia lakukan dengan sadar. Dia bunglon. Dia juga misterius. Jarang tampil di muka umum. Tapi tiap kehadirannya akan membuat perbedaan dan dia akan menjadi pusat perhatian. Satu waktu dia bisa berada di keramaian sedang menonton tenis di Wimbledon. Dan waktu lainnya dia bisa terlihat sedang melihat NBA. Tentunya dengan gaya berbusana yang mencengangkan. Dia berani menerjang batas gender. Dia juga androgini. Banyak yang menyangka dia adalah seorang gay. Orang bisa melihatnya sebagai lelaki yang seksi. Tapi ada juga yang bisa melihatnya sebagai pria feminin. Terobsesi dengan warna ungu. Tapi dengan begitu dia menyatakan sikap bahwa gender bukan sesuatu yang penting. Begitu pula dengan ras. Ini juga yang saya lihat dari David Bowie.

prince5

Satu lagi, dia juga seorang pemberontak. Tidak mau dikontrol. Masih ingat ketika dia mengubah namanya menjadi The Artist Formerly Known As Prince dan namanya hanya bisa digambarkan oleh simbol cinta di awal tahun 90an? Itu dia lakukan bukan tanpa alasan. Dia melakukannya sebagai tindakan protes terhadap Warner, sebagai label rekaman di mana dia bernaung. Ujungnya dia keluar dari label dan membuat label sendiri, dengan nama NPG, kependekan dari New Power Generation, yang juga nama band-nya. Prince adalah salah satu yang terdepan dalam urusan teknologi. Dia menjual albumnya di akhir tahun 90an dengan sistem online melalui internet. Ini adalah embrio dari penjualan album musik secara digital. Belum ada yang melakukan itu sebelumnya. Radiohead mengikutinya di awal tahun 2000an dengan album In Rainbows. Beberapa tahun kemudian iTunes mengadopsi sistem ini. Sekarang? Hampir semua album dijual atau bisa didengarkan secara digital.

Tahun 2007, Prince didaulat untuk mengisi acara di Superbowl Halftime Show di Miami. Malam itu hujan turun sangat deras. Semua bagian produksi khawatir dengan apa yang terjadi dengan acara apabila hujan tidak berhenti. Hujan adalah salah satu musuh apabila perhelatan diadakan di tempat terbuka. Tapi ini adalah ladang uang buat pawang hujan. Setidaknya di Indonesia. Produser dari perhelatan tersebut menghubungi Prince untuk memberitahu kondisi bahwa kemungkinan hujan tidak akan berhenti ketika Prince mengisi acara Superbowl Halftime Show. Lalu Prince pun menjawab. “Yes I know. Can you make it rain harder?”

Salah satu penampilan terbaik dari Superbowl Halftime Show. Prince memang menginginkan malam itu hujan. Karena dia memainkan “Purple Rain” di lagu terakhirnya. Pas kan?

Iklan

7 thoughts on “The Epitome of Coolness

  1. Aku baru tertarik sama lagu prince pas sma, gara-gara ada radio muter “kiss” terus penyiarnya bilang kalo lagu ini ndak ada bass nya. Eh masa, kok bisa enak?

    Suka

  2. Prince is the best recording artist of all time. And that’s not an exaggeration.

    Secara pribadi, Prince juga sangat berarti buat gw. Di masa-masa gw menutup diri karena ngerasa tidak sesuai dengan segala harapan, satu-satunya teman adalah musik. Dari semua koleksi kaset gw dari akhir 80’an sampai awal 90’an, yang paling banyak itu kaset Prince. Musik dan liriknya menunjukkan bahwa tidak apa-apa untuk menjadi orang aneh. That it’s cool to be unique, to be a misfit, to be nonconforming.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s