Mas Krisna Kombes Pites Sitok Berani Ndak?

Halo Ganteng,

Kamu sedang apa? iya, Kamu. Mas Kris yang aku suka. šŸ™‚

Mas Kris Kombes. Boleh kan aku bilangnya gitu. Mas Kris Kombes semoga segera Sespati ya, biar Masnya jadi Jendral. Wuooo. Aku mau deh Mas jadi Jendral. Pasti keren beud.

Aku boleh ndak minta waktunya bentar. Iya, sejenak-dua jenak aja.

Mas Kris, inget ndak waktu Mas dines di UNPOL, itu lho waktu Mas bertugas untuk Departemen Perdamaian Operasi (DPKO) PBB. Nah, pas Mas lagi membawa harum negara, salah satu warga Jakarta ada yang melapor ke tempat Mas Kris sekarang bertugas sebagai Direskrimum.

Catet ya Mas, biar besok, hari Senen pas lagi rapat sama anak buah Mas, bisa ditanyain lagi. Tanggal 29 November 2013, teman aku, inisialnya RW, resmi melaporkan seorang lelaki bernama Sitok Sunarto, lahir di Grobogan, 22 Agustus 1965 ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan bukti laporan polisi LP/4245/XI/2013/PMJ/Ditreskrimum. Catet baik-baik ya Mas.

Mas Kombes mau ndak disebut pemerkosa?

Mas Krisna Pemerkosa! Gitu? Ndak mau kan? Sama Mas! Saya juga ndak mau Mas disebut dan dilekatkan label itu. Karena aku sayang Mas. Saya juga sayang dengan Sitok dan keluarganya. Kasihan mereka jika disebut pemerkosa tanpa diuji secara hukum. Ndak kebayang sih Mas.

Oleh karena itu,..

Boleh ndak Masnya coba bantu Sitok untuk mendapatkan keadilan. Jaman Mas masih bertugas pertama kali di Ranu Dongkal Pemalang dan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor, Mas Kris kan menolak anak buah untuk diajak ke dukun. “Olah TKP adalah kunci.” Gitu kata Masnya. Sama Mas, bantu keluarga Sitok untuk diberi kesempatan membersihkan nama baiknya. Masnya coba deh pelajari kasus ini baik-baik.

Sejak Oktober 2014, Sitok jadi tersangka. Tapi sampai sekarang ndak jelas apa hasilnya. Apakah jangan-jangan sudah dihentikan kasusnya?

Coba Mas Krisna whatsapp Pak Heru Pranoto, mantan Dirkrimum Polda Metro Jaya. Apa kira-kira yang biki kasus ini mangkrak. Atau pun jika diam-diam ternyata kasusnya dihentikan, ya beri tahu kami. Biar kami bisa sujud syukur dan bikin selametan di rumah Sitok.

 

MasĀ Krisna, Apakah MasĀ Pemerkosa?
Jelas saja tidak. tapi jika MasĀ bukan pemerkosa, bolehkah MasĀ meneliti kasus kembali sebagaimana dilaporkan oleh seseorang bernama RW.

Teman saya sudah menulis banyak soal Sitok disini. Kalau tulisannya jelek, harap maklum. Dia masih junior. Masih banyak emosi yang diselipkan. Harap maklum. Tapi Mas bisa paham benar bagaimana konteks kasusnya.

Atau Mas Kris coba main-main keĀ Salihara, tanya bagaimana rasanya jadi budayawan. bagaimana rasanya jadi pengunjung. Bagaimana rasanya jadi pengagum. Bagaimana rasanya jadi mahasiswi. bagaimana rasanya jadi korban. Bagaimana rasanya jadi Polisi yang secara pelan-pelan mengungkap permasalahan.

Maka tibalah tantangan kepada Mas bahwasanya kaosĀ “turn back crime” itu ndak sekadar kaos keren yang dipakai buat ngelap sepeda aku Mas.

Mas Kris bisa main ke kos-kosan Sitok. Olah TKP lah. Semoga sajaĀ laporan kasus walau lama belum SP3. Pun jika mangkrak,Ā bisa juga dibuka. Atau pengembangan kasus dari Penyidik anak buah Mas Kris sendiri. Pakai saja form A. Inisiatif untuk membuka permasalahan lawas.

Jika Mas mau coba untuk ungkit kasus ini, dan segigih Masnya ungkap kasus Jesika, akuĀ doakan MasĀ jadi polisi baik-baik,Ā yang ndak disumpah-serapahi karena suka nilang pengendara motor tanpa sebab. Mas Kombes yang benar benar hebat. Bukan Kombes yang komisinya besar.

šŸ™‚

Oh iya. biar fair, kalo Mas KrisĀ bisa memenjarakan orang yang akuĀ sebutkan di atas, aku mauĀ Ā selfie dengan wajah penuhĀ sumringah. Janji!

Cukup sekian dan terima hati.

Roy

 

 


Iklan

9 thoughts on “Mas Krisna Kombes Pites Sitok Berani Ndak?

  1. Duuhhh, iya mas Roy aku tau kasus ini udah lama banget nget & baca ini baru keinget lagi.
    Ternyata belom kelar to Ya Allah..
    Duhh ya dulu itu aku gregetan banget sama kasus ini, sampe was was sama adek perempuanku yg lagi kuliah jauh dr rumah..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s