Punk Rock yang Lempeng Saja

Kurang lebih satu tahun yang lalu, saya mendapati diri sedang di tengah kumpulan orang yang menonton konser musik. Waktu itu saya mendadak tidak ada acara di minggu sore, dan seseorang kebetulan mengajak berkencan menonton suatu band indie dari Amerika Serikat, dan saya pun berangkat ke tempat kecil mungil yang saya tau memang sering digunakan menjadi venue acara musik.

Membeli tiket, menunggu pintu dibuka lalu mengantri masuk, saya belum melihat ada yang aneh. Band pembuka bermain, saya tiba-tiba tersentak dan mencolek kencan saya. “Lihat mata gue!”
“Kenapa mata lu?”
“Engga terasa perih! Kok bisa nggak ada yang merokok di sini?” dia tertawa keras-keras, “dan kok bisa ngga ada yang minum bir di sini?” Saya melihat sekeliling, isinya seperti konser punk kebanyakan, pria berkaus hitam, bergambar atau bertulisan nama band, tetapi tetap berbeda.
“Pernah dengar straight edge community?”
Nope.”
“Jadi mereka komunitas anak muda yang berdasarkan nilai punk, tetapi berkomitmen tidak menyentuh obat-obatan, alkohol dan rokok.”
Wow, really?”
“Iya, dan ini salah satu event mereka.”
Wow, really?”
“Iya.” (Dan pertanyaan berulang hingga dua atau tiga kali lagi).

tumblr_mh62zacjmf1qivi4zo1_250

Bukannya saya tidak percaya kalau ada komunitas seperti itu sudah ada, tapi saya tidak menyangka kalau saya sempat menyaksikannya di masa hidup saya. Ternyata kini pilihan gaya hidup sudah demikian luas, sampai gaya hidup punk pun masih ada pilihannya. Saya pun tidak menyangka kalau saya ternyata menikmati acara musik tersebut. Betapa slam dance mereka dilakukan dengan sadar sehingga tidak ada yang disakiti atau ditrabrak dengan sengaja. Begitu teratur sehingga agak tampak terkoreografi. Stage dive juga dilakukan, tetapi dengan meyakinkan kalau di bawah ada yang menangkap, dan rekan-rekan di bawah pun dengan bahu-membahu menangkap mereka yang melompat dari panggung setinggi 30 sentimeter itu. It was kinda fun.

fece56de84df95911d5192bdd1325b754d6168c66d3f439d1c8cdaf03a130f81

Setelah acara selesai saya pun pulang, berbeda dari biasanya kalau saya ke acara musik punk, baju tidak bau rokok dan mulut tidak bau bir.

Di perjalanan pulang ingatan saya melayang ke lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Di sebuah acara konser band punk lokal yang tak kalah indie. Juga di sebuah klub kecil di daerah Menteng. Dengan kerumunan yang kurang lebih sama, pria dan wanita berpakaian hitam-hitam dengan logo atau tulisan band. Tidak sedikit juga yang berpakaian warna-warni dan mendengus ke arah yang berpakaian hitam; “posers!”

Ketika itu kami tidak harus bayar untuk masuk, karena member band yang teman kami juga. Begitu masuk area konser, mata saya langsung perih setengah mati karena asap rokok, dan tentunya asap yang lain. Ketika band bermain, beberapa teman saya langsung membuka baju dan menitipkannya ke pacar masing-masing, begitu juga kaca mata dan dompet. Kemudian nyaris satu ruangan ikut slam dance. Korban? Jangan tanya, kaca mata patah, dompet yang hilang atau berantakan, orang terinjak tetapi sudah terlalu mabuk untuk peduli. Untuk menyeberang ruangan saja perlu usaha berat, karena selain penuh, lalu tak sedikit yang bergerak liar mengikuti lagu, sedikit-sedikit kami harus menghindar perempuan yang sedang terjongkok di lantai, karena mabuk tidak punya tenaga untuk berdiri dan ke luar ruangan.

189650294_51a1d9fbfc
Jimmy Upstairs dulu idola kami (sumber: deathrockstar.info)

Saya ingat, saya keluar dari sana juga senang dan gembira, walau rasanya ingin berendam di bak mandi sebelum tidur untuk menghilangkan segala macam bau yang menempel di badan. Betapa masa yang menyenangkan karena tak harus terlalu banyak pertimbangan untuk bersenang-senang. Apa anak-anak muda sekarang sudah berbeda cara bersenang-senangnya? Saya kira tidak, pasti masih ada yang sama, hanya sekarang lebih banyak pilihan.

 

Posted in: @linimasa

4 thoughts on “Punk Rock yang Lempeng Saja Leave a comment

  1. OMG! I really miss this era! Ketika pensi-pensi masih diisi The Upstairs, Goodnight Electric, The SIGIT, White Shoes & The Couples Company, Clubeighties, dan sejembreng teman-temannya. Sebelum berganti era menjadi Vierra & Pee Wee Gaskins dkk.

    Btw, i know abt straight edge tapi ngga pernah tau kalo ternyata di Jakarta ada gigsnya. Ingin!

    1. Omg! Ternyata ada juga yang masih mengalami masa itu hahahaha. The SIGIT iya banget ya. Coba cari forum nya, gue yakin ada sih di kaskus or something, siapa tau ada info soal event mereka.

Tinggalkan Balasan