Pesta dalam Hati

“Mana foto yang tadi, kok gak diposting?”

“Seru tuh pendapat lo, tulis aja di blog!”

“Video belaga gila tadi mana? Post dong di Instagram!”

“Eh eh mana foto wefie barusan? Share di group ya…”

Kalau aku tidak mempostingnya, pasti ada alasannya. Berikut adalah penjelasan suara hatiku:

“Ada banyak hal yang ingin aku simpan dalam hati saja.

Soal kebersamaan kita. Saat aku bahagia bersama kamu.

Saat aku menikmati makan siang bersama teman-temanku.

Saat aku bercerita bebas tentang perasaan dan pemikiranku.

Aku memilih kamu, kamu dan kamu yang aku yakini bisa mendengarkanku.

Tak hanya mendengar bahkan mengoreksi dan menambahkan.

Berbagi cerita bersama kopi kegemaran kita masing-masing.

Bertukar telinga sampai kau utarakan semua.

Semua tersimpan dalam hatiku. Di sini.

Dan aku memang tak ingin membaginya untuk sesiapa pun.

Karena kamu, kamu dan kamu, terlalu istimewa bagiku untuk diumbar.

Aku percaya, makanan terenak adalah makanan yang kita makan bersama.

Bukan makanan yang diposting di Instagram.

Aku yakin, saat kebersamaan paling istimewa adalah saat kita tak lagi perlu bicara saat bersama.

Bukan senyuman kompak ceria diposting di Path.

Aku lebih suka, pendapatku kau simpan dalam hatimu. Demikian pula sebaliknya.

Bukan untuk ditulis di Facebook.

Pemberian kado terindah darimu, begitu berkesan.

Tak ingin aku memamerkannya di Twitter.

Kebersamaan kita adalah saat yang mungkin tak lagi bisa kita ulang.

Izinkan aku untuk menyimpannya dalam hatiku saja.

Ucapanmu, banyak yang akan kubawa selamanya.

Perkenankan aku menabungnya dalam hatiku saja.

Supaya waktu aku bertemu dengan Sang Pencipta,

aku bisa bercerita banyak padanya. Dan hanya untukNya.

Sebelum semua habis sudah kubagi di media sosial.

Kebersamaan kita, keluh kesah kita, makanan raga dan jiwa,

kopi dan minuman hati yang dahaga.

Kebahagiaan yang tersenyum dalam hati.

Kesedihan yang menitik perlahan dalam hati.

Keindahan yang terindah dalam hati.

Kamu, kamu dan kamu, terlalu istimewa bagiku untuk aku bagi.

Ini cara aku mengindahkan persahabatan kita.

Cara aku memuliakan cinta kita.

Supaya waktu aku bertemu dengan Sang Pencipta,

aku bisa berbagi padanya.

Aku ingin Dia yang membuka kotak Pandora ini.

Dan biarkan dia yang melihat foto-foto saat aku di bumi.

Seperti pesta yang dihadiri oleh beragam kerabat dan handai taulan.

Yang dipenuhi makanan terbaik yang pernah kucicipi.

Pemandangan alam terindah yang pernah kulihat.

Orang-orang yang pernah singgah dan menetap dalam hatiku.

Yang memenuhi setiap pojokan hati.

Siap untuk dikorek sampai bersih sebersih bersihnya.

Untuk kemudian bersih, lapang.

Dan kemudian berdetak kembali.

Sampai kita bertemu lagi.”

3644010482_945fd5b5ac_b

 

Posted in: @linimasa

3 thoughts on “Pesta dalam Hati Leave a comment

Tinggalkan Balasan