M7: I’m Not Like That

Malam, 5 Maret 2016, lewat pesan whatsapp.

Haryo: “Kamu nggak datang undangan pernikahanku?”
Donnie: “Hi M7. Hadir ndak hadir kan kalian tetap jadi pengantin yang bahagia.”
Haryo: “Siapa bilang aku bahagia?”

Hujan turun. Lengkap dengan angin dan guntur silang menyilang. Hujan malam hari ndak pernah didahului dengan bau debu. Bikin kaget sekaligus menyenangkan sebagai pengantar tidur.

Donnie: “kenapa lagi sekarang?”
Haryo: “She can’t be a mom for my children.”
Donnie: “Nobody can except their mom.
Haryo: “I know. Tapi, Mia nggak bisa get along sama sekali. Liburan bareng anak-anak aja nggak mau.”
Donnie: “ndak bisa apa ndak mau?”
Haryo: “both. High maintenance.”
Donnie: “I thought you were survived.”

Hujan semakin deras. Bikin ruangan jadi lembab dan dingin untuk ukuran Jakarta. Seperti Vol de Nuit di lingkungan tropis. Kulit, iris, melati dan keringat. Ndak nyambung.  Kalau memang saran yang diharapkan, Haryo salah orang. Donnie sama sekali ndak paham dunia pernikahan.

image
Guerlain Vol de Nuit. Sumber: Google

Satu jam kemudian, lewat pesan whatsapp.

Haryo: “I missed you.”
Donnie: “well, that was a shitty pick-up line.”
Haryo: “hahaha.”
Donnie: “so, what’s your plan?”
Haryo: “ngobrol langsung aja yuk?”
Donnie: “and that’s a shitty plan.”
Haryo: “please…”
Donnie: “sure, find me on Grindr.”
Haryo: “I’m not like that laa. Can I just love you without labels?”
Donnie: “can you?”

Hujan berhenti tepat pukul 02:33 dini hari. Meninggalkan gemuruh kilat di kejauhan. Membiarkan Haryo dan Donnie tidur dengan pilihan. Dan ketika matahari terbit nanti, mereka biarkan pilihan tadi pergi bersama awan, sampai hujan turun lagi…

Posted in: @linimasa

Leave a Reply