Superbowl 50: Begitu Guremnya Coldplay

Super Bowl adalah puncak dari semua olah raga di Amerika Serikat. Ini adalah ajang final dari olah raga American Football dari asosiasi National Football League. Ini juga kenapa orang America lebih memakai kata soccer untuk sepakboola. Sementara belahan dunia lainnya lebih suka kata football untuk sepakbola. Penggemar sepakbola sejati benci kata soccer–termasuk saya. Masa football tapi bolanya dipeluk sambil lari-lari? Lagian asosiasi sepakbola itu kan FIFA bukan FISA. Dan di Eropa mereka lebih menyukai rugby. Yang mereka anggap olah raga yang lebih maskulin. Untuk membedakannya, yang di film “Invictus” itu rugby. Sementara yang di film “Jerry Maguire” itu american football. Perhelatan ini bisa menarik ratusan juta penonton. American Football merupakan olah raga paling populer di Amerika Utara. Melebihi olah raga basket, hoki, tinju, bisbol, ataupun sepakbola. Pertandingan di beberapa cabang olah raga diliburkan ketika Super Bowl hadir. Karena percuma. Semua perhatian akan tersedot ke Super Bowl.

superbowl.jpg

Super Bowl tahun ini menginjak tahun yang ke-50. Angka yang spesial. Pertandingan final kali ini di selenggarakan di Levi’s Stadium, California. Kandang dari San Fransisco 49ers. Sementara tim yang berhadapan adalah Carolina Panthers dan Denver Broncos. Pemenangnya adalah juara bertahan Denver Broncos. Tapi itu tidak penting karena yang lebih penting dari itu adalah iklan TV dan Halftime Show. Kenapa? Mengingat akan adanya ratusan juta yang akan menonton perhelatan ini maka ini tentu akan menjadi perhatian bagi perusahaan besar untuk menjual produknya melalui iklan TV. Satu spot iklan berdurasi 30 detik di Superbowl kali ini bisa menembus angka lima juta dollar. Angka yang fantastis. Satu rekor sudah disematkan di Superbowl tahun ini. Apa dan siapa saja pengisi iklan yang ada di Superbowl 50 ini? Dari Hollywood terdapat trailer dari film Deadpool, X-Men:Apocalypse, Captain America: Civil War, Jason Bourne dan masih banyak lagi. Sementara dari produk tercatat banyak yang sengaja membuat iklan hanya untuk Superbowl tahun ini. Banyak produk yang menghadirkan seleb kelas wahid. Dari sekian banyak iklan yang ada, favorit saya yaitu dari Hyundai Genesis yang menghadirkan Kevin Hart sebagai iklannya.

Satu lagi yang ditunggu yaitu Halftime Show. Tidak sembarangan penyanyi bisa mengisi slot ini. Mereka harus musisi papan atas. Setelah lagu kebangsaan yang dinyanyikan oleh Lady Gaga, maka untuk Halftime Show ini diisi oleh Coldplay yang dibantu oleh Beyonce dan Bruno Mars. Di sini muncul pertanyaan ketika berita ini muncul beberapa hari sebelum perhelatan dimulai. Kenapa Coldplay harus seinferior itu sehingga mereka harus memasukkan Bruno Mars dan Beyonce. Kedua orang ini sudah pernah menjadi headliner di Halftime Show. Bruno Mars bahkan baru saja mengisinya di tahun 2014. Salah satu halftime show terbaik yang pernah ada. Beyonce di tahun sebelumnya. Perpaduan antara Coldplay, Beyonce, dan Bruno Mars ini menghasilkan Halftime Show yang membingungkan. Anti klimaks. Padahal mereka baru saja merilis album baru. Mereka sudah mempunyai tujuh album. Mereka mempunyai materi yang cukup. Mereka tidak membutuhkan Beyonce dan Bruno Mars. Pemilihan lagunya pun buruk sekali. Tensi yang harusnya terbangun tidak ada. It’s all about building tension, man. Interaksi dengan penonton tidak terjadi. Padahal itu sangat dibutuhkan untuk acara sekelas Halftime Show. Coldplay mempunyai potensi untuk menjadikan Halftime Show ini menjadi salah satu yang terbaik. Mereka punya banyak lagu yang anthemic untuk sekelas stadion. Tapi mereka membuang percuma kesempatan yang telah diberikan. Yang mereka suguhkan hanyalah hiburan sekelas ulang tahun stasiun TV lokal.

Setelah era album Viva La Vida.. , memang tren Coldplay secara kualitas semakin menurun dan musiknya semakin generik dan mudah dilupakan. Perhatian malah tertuju kepada Beyonce yang akan meluncurkan The Formation TourCome on Chris, get your shit together.  

Posted in: @linimasa

Tinggalkan Balasan