Apa Hukumnya Memimpikan Orang Lain?

Bukan mimpi biasa, tapi mimpi berciuman dengan orang lain yang bukan pasangan kita. Baru semalam aku alami. Mimpi ciuman sama Oscar Isaac. Di bibir. Lalu semakin intim dengan memainkan lidah kita masing-masing; meraba rongga mulut dan deretan gigi. Aku masih ingat lenguhannya.

image
Oscar Isaac. Sumber: Google.

Mimpi secara historis digunakan untuk menyembuhkan. Seperti dalam asclepieion yang ditemukan dalam kuil Asclepius Yunani Kuno. Sering juga dimanfaatkan sebagai petunjuk atau wahyu. Beberapa suku Indian menggunakan penaklukkan visi sebagai ritual perjalanan, puasa dan berdoa hingga sebuah mimpi panduan dihasilkan. Masyarakat Jawa kenal tafsir mimpi yang lebih generik bernama Primbon. Ia mengorganisasi mimpi secara objektif. Mimpi digigit ular, pertanda mendapat jodoh. Dan lain sebagainya yang makin hari makin panjang daftarnya. Tiap budaya punya caranya sendiri. Ndak ada katalog yang secara konsensus diamini dunia sebagai tafsir mimpi paling komprehensif.

Pada akhir abad 19 dan awal abad 20, baik Sigmund Freud maupun Carl Jung mengatakan mimpi sebagai interaksi alam bawah sadar dan kesadaran. Mereka juga mengatakan kalau alam bawah sadar adalah kekuatan dominan dalam mimpi, dan dalam mimpi ia menunjukkan aktivitas mentalnya pada tataran persepsi. Fritz Perls menyajikan teori mimpinya sebagai proyeksi dari bagian diri yang diabaikan, ditolak atau ditekan. Jung berpendapat kalau orang dapat mempertimbangkan setiap orang di dalam mimpi sebagai satu aspek dari pemimpi, yang ia sebut pendekatan subjektif mimpi. Perls memperluas sudut pandang ini dengan mengatakan kalau bahkan benda tidak hidup dalam mimpi dapat mewakili aspek pemimpi.

Mungkin karena pengaruh film Ex Machina. Atau di lubuk hati yang paling dalam, aku tertarik dengan Oscar. Ndak perlu terlalu dalam sih, kalo dia mau, aku ya mau–gila aja. Tapi yang pasti, ndak bisa kita kendalikan. Mimpi itu hadir begitu saja. Runut. Dan sering hilang tanpa terasa, waktu kita terjaga. Ndak bisa diulang.

Setelah aku tanyakan ke beberapa orang: bagaimana kalau pasanganmu mimpi berciuman dengan orang lain? Menarik untuk menggolongkan jawabannya sebagai berikut:

OSCAR ISAAC
Ndak apa-apa. Toh ndak kenal ini. Orang bebas mengidamkan idolanya. Dan ORANG BODOH MANA YANG NDAK MAU SAMA OSCAR ISAAC?!

ORANG YANG DIKENAL
Mulai timbul masalah. Tergantung siapa subjeknya. Bisa mantan pacar, kawan tidur, boss, siapa saja. Tapi, semua berarti pemimpi mendambakannya. Jadi, hukumnya haram dan jangan sampai terjadi. Ilmuan diatas yang susah-payah meyakinkan orang bahwa mimpi adalah kegiatan bawah sadar yang sukar dikendalikan ndak akan masuk nalar. Argumen semacam “ini kan cuma mimpi sayang…” juga ndak menolong.

ORANG DARI MASA LALU
Mirip dengan Orang yang Dikenal. Bermasalah dalam rentang subjektif. Kecuali kalau orang yang diimpikan sudah meninggal dunia.

PREFERENSI SEKSUAL
Misal seorang pria heterosexual mimpi mencium pria lain. 70% menjawab dia harus bersiap, karena pasangannya bisa saja berpaling karena urusan preferensi seksual tadi. 30% bilang ndak mungkin. Mereka memilih ndak mempercayai mimpi pasangannya. Kan cuma mimpi ah, heran deh…

Iklan

One thought on “Apa Hukumnya Memimpikan Orang Lain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s