THE GENK

Tanya: Halo! Boleh nanya ya. Ngapain ya enaknya pas Lebaran Cina buat Gue and THE GENK. Yang penting asik dan heboh. 

Hanif and THE GENK, Depok.

Jawab: Pertama-tama, kita harus menyamakan persepsi dulu. Aku asumsikan: Lebaran Cina adalah hari raya Imlek. Asik-heboh adalah seru. Sekarang pertanyaan kamu jadi: Kegiatan apa yang seru di hari raya Imlek untuk saya dan THE GENK?

Gampang. Aku selalu mendukung tingkat emisi energi yang rendah dalam kegiatan manusia. Jadi, rekomendasi tertinggi pastinya di rumah saja! Kalau kamu memang mau keluar rumah, perhatikan halaman di depan atau halaman tetangga kamu. Ya, ambil sapu dan gunting rumput. Kamu ingin lebih jauh lagi? Sejujurnya rekomendasiku jadi sangat terbatas karena kamu pergi dengan THE GENK! Ini adalah masalah nasional—sangat berbahaya. 

What the hell are you thinking, Hanif? Apa kamu tidak sadar akan reputasi THE GENK? Aku kaget mendengar kamu mau pergi bersama…

image

Debut pertama THE GENK adalah abad ke-15. Kamu pernah dengar kisah “Bawang Putih-Bawang Merah”? Akhir kisahnya, Bawang Merah dan Ibunya menderita di hutan. Di sanalah mereka menyusun kekuatan rahasia bersama lelembut hutan membentuk: 

image

Since that time, THE GENK  has been on a worldwide mission to terrorize innocent people. Ia dinyatakan berbahaya oleh PBB. Terorisme, siapa dalangnya? Pemanasan global? Flu Burung? Pegel-linu? Kehamilan Kakakmu? Demam Disko? Kalau kamu sempat mendengar soal “Kolor Ijo”—tebak siapa dalangnya? 

image

Coba pikirkan lagi. Sebelum kamu membawa mereka merayakan Imlek. Kamu mestinya sadar THE GENK telah merugikan banyak orang. Anggotanya di mana-mana. Mereka melakukan korupsi secara sistematis. Menggerogoti sendi-sendi ketahanan satu bangsa. Kamu tau siapa penggagas slogan “enak jamanku tho?” Ya…

image

I bet you’re thinking: No way, not my THE GENK. My THE GENK is about as fun as koala. Sure, they’re lazy and out of work. Tapi mereka menunggu. Bayangkan, kalau kamu pergi merayakan Imlek bersama THE GENK. Mereka akan punya akses menyamar jadi barongsay bergigi baja. Mengganti petasan dengan molotov. Mendatangkan keributan. Mengancam kelesamatan pesta Imlek dan orang-orang yang merayakannya. Cold, calculated, and efficient—this is exactly how THE GENK operates, Hanif.   

Jadi. Terserah kamu mau melakukan apa. Tapi sebaiknya kamu merayakan tanpa THE GENK; atau aku laporkan ke Polisi!

Posted in: @linimasa

5 thoughts on “THE GENK Leave a comment

  1. Tapi masalahnya di hari imlek gak boleh nyapu, mengusir rezeki katanya (kalo ga salah), jadi ide menyapu itu anulir saja…

Leave a Reply