Pelaku Teror Bom Adalah Agnostik dan Atheis

image

image

image

image

image

image

Setidaknya begitu yang dipercaya Maher Zain, Ir. Prasetyo, Shamsi Ali, Afrizal Sinaro dan Heru Purwoko. Keyakinan ini diamini oleh ribuan orang lain di Indonesia. Bahkan, MENKOPOLHUKAM Luhut Binsar Pandjaitan minta agar jangan Mengaitkan agama dengan satu gerakan mendirikan negara agama. Disederhanakan jadi: Jangan kaitkan pisang dan pisang goreng.

Harusnya diikuti dengan perubahan strategi pencegahan terorisme. Menyusupkan intel ke pesantren, kontradiksi dengan logika di atas. Polisi mestinya mulai mengawasi kantong-kantong Atheis dan Agnostik di Indonesia. Memeriksa semua orang yang ndak pergi ke rumah ibadah. Membebaskan Ngruki dari radar Densus.

Ketimbang mengakui dan memperbaiki. Kita cenderung menyangkal dan buang bodi. Introspeksi butuh energi lebih banyak daripada tunjuk jari. Berfikir ndak segampang menyalahkan si kafir. Tutup mata dari sejarah panjang kekerasan di bumi ini. Maka, jangan heran; kenapa terus berulang.

Iklan

3 thoughts on “Pelaku Teror Bom Adalah Agnostik dan Atheis

  1. Di jaman purba, konon katanya manusia menghamtan kepala manusia yang lain menggunakan batu sampai mati, kemudian yang hidup memakan si mati.
    di jaman sebelum dan setelah masehi, modern, bahkan hingga detik ini, manusia bisa berperang dengan alasan apapun. Bahkan dengan alasan yang sebenernya tidak ada dan dibuat-buat.

    Kemudian pada hari ini, Gandrasta berharap pada Sebuah system yang bernama “Pemerintahan” yang dikelola oleh satu dua tiga empat lima orang, yg kemudian ditunjuk untuk mengurus 200 juta muslim dengan kondisi hidup, pemikiran, pendapat, dan keyakinan yang berbeda-beda tentang islam itu sendiri are you sure about this ? because im not.

    Kalo menurut aku ya, ini hal lumrah dan biasa. Kejahatan terhadap kemanusiaan bisa kita temui di sisi manapun. bahkan sisi yang menurut mayoritas orang itu baik bahkan suci sekalipun. atau jika disederhanakan menjadi mau di bumi atau mars, saturnus atau pluto, islam semuanya atau atheis semuanya penduduk sebuah planet, selama ada mahluk yang namanya manusia disana, maka :

    assmbly the army 🙂

    Suka

    1. Betul. Aku mengkritik “The blame game” karena berharap manusia bisa lebih baik. Bukan sistem pemerintahan saja, tepi seluruh umat. Entah harapan yang sia-sia apa ndak, setidaknya masih bisa berharap.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s