Karena Kita Melayu Maka Jagoan Kita Mendayu-dayu?

Cinta Melulu

Nada nada yang minor,

lagu perselingkuhan

atas nama pasar semuanya begitu klise

elegi patah hati

ode pengusir rindu

atas nama pasar semuanya begitu banal

ohooo

lagu cinta melulu

kita memang benar-benar melayu

suka mendayu-dayu

  • efek rumah kaca- “cinta melulu”

 

Peran Kasim bagi Dinasti Ming begitu penting. Di era 1600-an, perdana menteri-nya pun seorang kasim dan memiliki “pasukan kasim”. Mereka tidak hanya menjadi penasihat kaisar atau raja, namun juga ikut dalam pasukan bersenjata.

Pada tahun 1644, para pemberontak memasuki Beijing dan Dinasti Ming akhirnya jatuh. Mereka bukan kalah perang dengan melawan, melainkan bunuh diri beramai-ramai. ūüė¶

Kasim adalah penasihat yang dikebiri. Bermacam-macam alasannya. Supaya ndak menghamili selir raja, apalagi ratunya. Atau memang wataknya doyan aja dikebiri. Namun, dalam sejarahnya secara politis kasim muncul akibat balas budi. Para pemimpin yang membalas jasa para pengikutnya ketika pergantian takhta. Putra, putri, cucu yang makin lama makin banyak. Solusi di Tiongkok cukup elegan. Mereka memperkerjakan kasim yang tentunya tidak akan memiliki keturunan dan tak menikah. Maka tak ada balas jasa hingga harus beranak pinak tujuh turunan.

Namun ada satu kelemahan dari keberadaan kasim: mereka tak memiliki semangat juang layaknya lelaki lain. Ini soal testosteron.

Testosteron.svgSoal isu testosteron juga saya rasakan saat melihat nukilan filem AADC jilid 2. Filem besutan mbak Mira Lesmana ini kembali hadir menjumpai kita tahun depan. Wajah Rangga beringas? bisa jadi. Ganteng? So Pasti! Tapi kurang greget. Wajah lelaki yang selalu rutin ke salon dan menyukai lagu-lagu Barasuara. Wajahnya mulus. Bisa jadi dia selalu mengoleskan Egyptian Magic Cream setiap hari.
IMG_0260

Kesan pertama saya melihat tokoh Rangga adalah melihat vokalis Kahitna sedang ber-ye-ye-ye-ye-uwo-uwo-uwo. Diakhiri dengan (lagi-lagi) ¬†“Yeyeyeye” hingga suaranya lenyap. Dan model rambutnya itu loh, kok Riri Riza banget?

Di filem AADC Rangga sempat berkelahi, entah dengan siapa namanya. Saya lupa. Oh iya. Borne. Pria yang rambut cepaknya lebih terkesan macho. Semacam Samuel Rizal. Namun ini Febian Ricardo.

 

lihat tanda tanya itu// jurang antara kebodohan dan keinginanku// memilikimu sekali lagi

Begitu pun puisi yang dipilih. Puisi Aan bagus. Tapi bukan untuk Rangga. Puisi ini cocok untuk disampaikan Rumi kepada Syamsuddin Tabrizi.  Atau biar agak moderen dan ngeh, dari Batman kepada Robin.

Ketika buku Aku,  karya Sjumandjaja selalu ditenteng Rangga jaman masih sekolah. Maka setidaknya ada jiwa Chairil Anwar yang mewarnai gaya tutur Rangga.

Luka dan bisa ku bawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Laki banget. Lelaki yang tak mau peduli. Yang tak akan pernah mengakui adanya kebodohan dalam jiwanya. Karena begitulah lelaki. Walaupun selalu ‘ditolol-tololin ceweknya‘, dia akan selalu merasa ‘lebih’. Puisi Chairil, begitu kental nuansa testosteronnya. Sedangkan Rangga? Semacam lagu Kahitna. Dimana setiap dengar lagu-lagunya yang dibayangkan adalah seorang lelaki dengan kedua sayapnya, membawa tongkat dengan diujungnya gambar hati. Lalu memeluk lelaki lain. ¬†Ampun dah!

Jika mau kasih sontrek, Efek Rumah Kaca! Mengapa? Karena ‘Pasar Bisa Diciptakan‘. ūüôā

ByXPp5lCYAAQTP1

Konon katanya syuting  AADC jilid 2 belum rampung. Masih ada syuting di NewYork. Bolehkah Rangga dibuat sangar, Tante Mira? Om Riri?

Percuma Rangga sering main bareng Kill The DJ, jika kemayunya ndak secadas rapper Bang Juki van Yodjo itu. Atau boleh saja ketika di pertengahan Rangga wajahnya menjadi Mas Juki. Buat saja ceritanya Rangga ketabrak sepeda, lalu operasi ke Korea.

juki
ini bukan skena hansiep Baramuni. Ini Juki

Jika yang dikesankan adalah pria cerdas, nyastra dan  suka kekerasan, saya usul Matt Damon saja yang perankan tokoh Rangga.

“Kok bule?”

Kenapa ndak?

Lalu tiba-tiba mbak Mira Lesmana sms saya:

“Gimana kalau Gubernur Ahok aja yang jadi Rangga? Kan Galak.”

Jangan mbak, ini filem AADC, bukan Wong Fei Hung.

 

 

Selamat siang.

Roy.

 

bonus.

 

Iklan

11 thoughts on “Karena Kita Melayu Maka Jagoan Kita Mendayu-dayu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s