Kencan Masa Kini

Berkencan di era modern memang rempong. Apalagi jika dunia modern itu ditambah fakta bahwa seseorang sudah cukup berumur, dan sudah memiliki tanggung jawab cukup banyak yang notabene tak bisa tidak harus berbagi kepentingan dengan (paling tidak keinginan untuk) berkencan. Terkadang seseorang merasa kurang normal, karena ketika rekan sebayanya merayakan ulang tahun pernikahan ke beberapa belas bersama keluarga, dia masih baru mulai mengobrol dengan seseorang yang berpotensial untuk bertemu muka selama beberapa hari. Tetapi seseorang itu kemudian berpikir lagi, menjadi agnostik terhadap cinta masih jauh lebih baik dari merasa frustrasi dalam pernikahan. Ha.

Seseorang belum tentu berpikir bahwa semua pernikahan tidak bahagia. Tetapi cukup banyak terlihat di keseharian dari observasi yang demikian. Tidak sedikit juga yang terlihat bahagia. Standar kebahagiaan orang memang berbeda-beda. Tetapi seseorang bisa jadi bahagia walau lajang pun. Dan seseorang ingin mencari lajang bahagia untuk bahagia bersama. Tidak ada tenggat waktu, apa yang dikejar? Ternyata Jerry Maguire salah. You don’t complete me. I have to be complete on my own.

Kembali lagi ke berkencan di era modern. Seperti yang dikatakan di buku Modern Romance(sepertinya buku ini semakin lecek karena terlalu sering dikutip), di masa sekarang kita dimanjakan oleh ilusi pilihan. Seolah kita punya banyak sekali, dan yang seseorang perlu lakukan hanya membuka mata, membuka sebuah aplikasi dan memilih salah satu atau bahkan lebih dari semua opsi yang tersedia. Tetapi apakah benar pilihan semua tersedia bagi seseorang? Ternyata banyak variabel yang membuat hangus opsi, contoh yang paling baik; apakah orang yang seseorang pilih ini akan memilih seseorang itu kembali. Karena kalau tidak, tentu tak kan terjadi pertemuan virtual awal, paling tidak di aplikasi tertentu yang seseorang bisa gunakan (baca: Tinder).

1609906_10152158221321056_1611304822009331_n

Kemudian setelah pertemuan virtual terjadi, muncul variabel lain; apakah percakapan berjalan lancar, bak api kecil namun menari-nari, ataukah hanya terjadi satu arah saja. Seseorang bertanya ini itu, sementara lawan bicaranya seolah tidak ingin tau bahkan satu pun aspek dari kehidupan seseorang tersebut, hingga dia menyerah. Capek cing (baca: unmatch). Cara mengetiknya yang alay – disingkat dan hemat huruf hidup, dan atau bahasa Inggris yang sok yakin tapi grammatically incorrect juga bisa membuat seseorang mendadak hilang minat.

call

Setelah obrolan terjadi menyenangkan pun, bukan berarti jalan seseorang bisa lancar untuk berkencan. Seseorang akan cukup mantap untuk bertemu dengan kencan potensialnya ini biasanya setelah beberapa minggu bercakap-cakap seru. Lalu mereka mulai janjian, dan menemukan bahwa waktu yang mereka berdua kosong adalah dua minggu dari sekarang. Antisipasi? Di era modern ini antisipasi jadi basi dan lupa karena terlalu lama menunggu. Tapi okelah, seseorang toh seringnya terlalu sibuk untuk deg degan juga. Jadi masih bisa diatur untuk pura-pura mengantisipasi pertemuan ini. Perhaps this is one of those delayed gratifications people are talking about.

Pertemuan pun akhirnya terjadi. Cukup baik, seseorang menganggap kencan potensialnya lumayan cute, walau bukan dalam arti kata konvensional. Cerita-cerita personal maupun profesional mengalir nyaris tanpa henti, meskipun seseorang lebih banyak mendengar, tetapi tidak mendapatkannya sebagai masalah. Lalu setelah menghabiskan waktu berjam-jam, karena penasaran seseorang memutuskan untuk mengantarkan sang potensial ke tempat tinggalnya. Yang ternyata cukup jauh. Ketika di jalan kembali ke rumahnya, seseorang teringat sebuah tulisan yang ditemui di internet, sempat membuat seseorang berpikir salama berhari-hari. Dan seseorang pun mempertimbangkan lagi, apakah semua usaha ini kira-kira akan membuatnya senang, dan memberikan ROI yang seimbang dengan waktu yang dikeluarkannya, jauh dari keluarga, dari pekerjaan, dari hal-hal yang digemarinya (seperti menetap di tempat tidur seharian menonton serial TV sampai selesai satu season)? Sepertinya tidak. Lalu proses pun dimulai dari nol lagi.

Communication

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s