Trust Me I’m A Belieber

Tidak banyak penyanyi cilik atau aktris/aktor cilik yang sukses melalui masa remajanya dan tetap berkutat di bidang yang sama setelah mereka menginjak dewasa. Banyak yang gagal. Tidak mudah memang menjadi pesohor yang wajahnya ada di mana-mana. Kita sebut saja contohnya Macaulay Culkin, setelah membintangi film Home Alone yang sampai dibuat sekuelnya sampai entah berapa. Sekarang dia ada di mana? Terakhir saya dengar dia adalah seorang pecandu narkoba. Drew Barrymore pun sempat menjadi pecandu narkoba di usia yang masih sangat belia. Tapi dia bisa bangkit. Begitu pula Britney Spears di tahun 2007 yang sempat mengalami breakdown. Yang terbaru mungkin Shia LaBeouf. Kelakuannya mencengangkan setahun ke belakang ini. Banyak sekali contoh lain yang bisa disebut. Tapi relatif boleh dibilang cuma sedikit yang berhasil.

JB4

Ada yang satu penyanyi muda yang berpotensi untuk mengalami hal di atas. Namanya Justin Bieber. Ya. Dia sudah berhasil mendunia sejak album perdananya dirilis di tahun 2009. Di saat usianya masih 15 tahun. Sejak itu semua remaja (putri) khususnya mempunyai idola baru. Mereka menyebutnya sebagai beliebers. Entah siapa yang pertama menelorkan istilah ini. Tapi istilah ini sangat enak didengar. Plesetan dan believers. Lebih oke daripada bieber fever. Mereka yang mengidolakan setengah mati kepada Justin Bieber.  Biopiknya yang berjudul “Never Say Never” bisa menjelaskan fenomena ini.

JB2

Selain mengidolakan tentu saja banyak juga yang mencibirnya. Entah kenapa. Saya merasa tidak ada yang salah dengannya. Saya coba menerka, apa karena mukanya sedikit feminin? Atau karena dia dari Kanada? Seperti Celine Dion? Atau karena musik (rock khususnya) di generasi 20o0an di Amerika Utara relatif menurun kualitas maupun kuantitas musiknya? Kenapa tidak menyalahkan EDM? Saya tidak melihat lagi ada band rock yang “berkualitas” setelah The Killers, The Strokes ataupun Kings of Leon. Penyanyi solo pun jarang.  Tidak seperti mereka dari Britania Raya yang selalu menghasilkan musisi atau band yang “berkualitas”.

JB

Justin Bieber telah memilih jalur yang tepat sejauh ini. Banyak perubahan yang terjadi. Dia lebih “laki-laki” sekarang ini. Bertato. Bintang iklan celana dalam Calvin Klein. Badannya pun terlihat berisi. Sering nge-gym sepertinya. Agak sedikit mengikuti jalur David Beckham yang tentu saja sah-sah saja dilakukan. Dia pun lebih sporty sekarang ini. Mahir bermain skateboard dan juga snowboard. Sesuatu yang jarang dilakukan oleh penyanyi pop. Yang jelas dia sudah siap untuk menjalani masa transisi (dan menjadi) penyanyi dewasa.

Di akhir tahun ini dia merilis album keempatnya yang berjudul “Purpose”. Lagu di album ini banyak diproduseri oleh Skrillex. Pilihan yang cermat. Karena dia tidak memilih Avicii (masih ingat Coldplay dengan Sky Full of Shit-nya yang butut itu?). Album ini akan merajai tangga lagu di Amerika dan Eropa dan belahan dunia lainnya seandainya saja Adele tidak merilis album “25”. Album yang enak didengar. Bagus. Tidak terlalu “boyband” tapi tidak terlalu “EDM” juga. Tidak terlalu remaja tapi tidak terlalu dewasa juga. Pas dengan usianya dan juga tren musik saat ini. Kalau penasaran silakan dengar satu lagu di bawah ini. Lumayan lho buat mood-booster menjelang kerja.

Gimana? Belum terlambat lho para haters kalo mau pindah agama.

3 thoughts on “Trust Me I’m A Belieber Leave a comment

Tinggalkan Balasan