Imagine There’s No Religion

Hari Saptu siang lalu saya bersama keluarga berkunjung ke rumah saudara sepupu. Masih di dalam kota. Kunjungan rutin yang biasa dilakukan. Biasanya sambil dipijat. Dengan memanggil tukang pijat langganan. Sudah beberapa kali ganti jasa tukang pijat. Tidak ketemu yang cocok dan akhirnya tetap kembali tukang pijat ini, namanya Pak Warman (namanya disamarkan demi keamanan yang bersangkutan dari intaian Mossad). Tapi ada yang aneh pada kunjungan hari itu. TV tidak ada satupun yang menyala. Padahal setau saya selalu menyala. Walaupun tidak ada yang menonton. Tapi saya tidak bertanya. Saya pun tidak berusaha menyalakan TV. Saya mengerti. Karena sebelum pergi, dari pagi saya mantengin TV dan media sosial. Iya. Ini mengenai serangan teroris di kota Paris.

CYMERA_20151117_010219

Kami berasal dari keluarga muslim. Mayoritas muslim moderat. Tidak ada yang aneh-aneh. Walaupun ada beberapa yang melenceng. Hal yang biasa. Tidak usah dibesar-besarkan. Selama tidak mengganggu kami tidak mempermasalahkannya. Paling diomongin di belakang. Ya kan. Saya yakin keluarga kami juga mewakili mayoritas muslim di Indonesia. Saya jangan diitung tapi. Karena saya bukan muslim kebanyakan. Saya muslim yang menganggap alkohol dan babi itu tidak haram. Dan saya berani berdebat dengan siapapun. Saya muslim yang lebih menggunakan akal sehat. Tapi intinya adalah–kalau boleh mewakili–warga muslim di seluruh dunia merasa malu dengan kejadian ini. Saya pun malu. Tapi saya mengerti. Itulah kenapa keluarga kami memilih untuk tidak membahas hal ini. Atau mereka mungkin menganggap ini bukan hal yang terlalu penting untuk dibicarakan. Saya kira di dunia nyata di Indonesia pun begitu. Beberapa group whatsapp ada yang mendadak diam padahal biasanya berisik. Tapi saya tidak malu untuk membicarakannya.

IMG_20151117_010547_399

Yang mengganggu saya justru para penggiat media sosial. Beragam opininya. Ada yang marah. Debat kusir. Berkembang banyak wacana. Banyak artikel terbit. Blog bertebaran. Salah satunya ini. Para atheis pun banyak yang mengolok-olok kejadian ini. Yang menarik adalah apakah ISIS itu Islam atau bukan? Mereka mengutip ayat Al-Qur’an sebelum melakukan pembantaian di Paris. Saya pastikan ya. Mereka muslim. Mereka adalah muslim yang salah menginterpretasikan ayat Al-Qur’an, Hadis, dan juga bodoh. Tapi apakah mereka mewakili umat muslim seluruh dunia? Tidak. Kalau mereka mewakili satu setengah milyar lebih umat muslim di dunia–maka yakin dunia ada dalam Perang Dunia Ketiga dan sedang terbakar hangus hari ini.

TiBkKSX

Banyak yang menyalahkan agama adalah penyebab dari semua teror ini. Islam terutama. Setidaknya untuk kejadian semenjak runtuhnya gedung WTC di New York. Apa betul? Mungkin iya. Hitler dengan Nazi-nya begitu. Yang sehari-hari terjadi di Timur Tengah pun begitu. Khmer Merah pun begitu. Perang Salib pun begitu. Irlandia dengan IRA-nya pun begitu. Banyak terjadi di semua belahan dunia dengan skala dan alasan yang berbeda. Yang jelas ini membuat para atheis tertawa dan mengolok-olok. Dan saya tidak suka itu. Tidak semua tentunya. Hanya mereka yang bigot. Ya anda harus tau. Di atheis pun ada golongan keras. Mereka yang bangga dengan ke-atheis-annya. Mereka di mata saya ada di level FPI, PKS, MUI, Depag atau mungkin Westboro Baptist Church. Mereka yang menganggap bahwa dunia akan lebih baik jika semua populasi di dunia adalah atheis? Apa betul? Oya atheis menempati posisi ketiga terbanyak di dunia ini dari segi populasi umat beragama/kepercayaan. Di Perancis? Konon setengahnya atheis.

IMG_20151115_232909_328

AOF6Yf4

Saya iseng tanya ke Richard Dawkins melalui twitter sebagai “nabi”-nya atheis selain Ricky Gervais tentunya. Apa yang akan terjadi jika seluruh dunia ini penduduknya atheis? Tidak ada jawaban darinya. Clueless? Mungkin. Tapi banyak jawaban dari followernya. Jawabannya beragam. Ada yang lucu ada juga yang serius. Dari yang dunia akan lebih aman. Dunia akan lebih maju dari sekarang. Kita sedang terbang menuju luar angkasa. Kita akan lebih bahagia. Tapi ada satu jawaban yang selaras dengan saya. Kita akan membuat agama baru dengan konsep yang baru. Kenapa mereka menjadi atheis karena ada yang beragama. Agama lahir karena kita tidak mempunyai agama. Hubungan sebab akibat. Mereka yang atheis mayoritas lahir sebagai orang yang beragama. Banyak yang hijrah menjadi atheis setelah Perang Dunia Kedua karena muak melihat korban jiwa yang terlalu banyak. Mereka menganggap agama adalah masalah. Itu pilihan. Saya tidak pernah melarang. Atau menganggapnya murtad. Siapapun itu. Pindah ke agama apapun itu.

1447695093631

Tapi jika semua populasi di dunia ini atheis apakah masalah di dunia ini akan terselesaikan? Yakin? Bagaimana jika pertanyaan ini kita ajukan ke Joseph Stalin, Napoleon Bonaparte, Mao Tse Tung, atau Kim Jong-Il. Eh tapi mereka sudah mati ya. Eh tapi korban jiwa yang dihasilkan juga banyak kan ya. Perlu jawaban gak? Kalau ke Xin Ji Ping aja gimana? Atau Kim Jong-un? Mereka masih hidup kan? Mereka atheis juga kan? Membahayakan gak keberadaan mereka?

Pusing ya. Kita denger lagu yang vokalisnya atheis aja yuk. Karena lagu Imagine udah terlalu sering diputar.

Iklan

9 thoughts on “Imagine There’s No Religion

  1. Saya malah agak tertarik sama kalimat berikut “Saya muslim yang menganggap alkohol dan babi itu tidak haram”.
    Saya sih ga mau ngajak berdebat, karena ilmu agama saya jg masih ‘cetek’. Tapi orang islam yg menganggap alkohol & babi itu tidak haram menurut saya mirip dengan orang islam tapi tidak percaya Allah adalah tuhan dan Nabi Muhammad adalah nabi terakhir. Dengan kata lain, ya ga make sense aja kalau ada orang meluk agama tertentu tapi prinsip kebenaran yg dia pakai ga berdasarkan agamanya.
    Saya lebih apreciate dgn orang yg ngelakuin hal salah dan dia tahu itu tapi susah untuk meninggalkan kebiasaan buruk, daripada dia ngelakuin kesalahan karena dia menganggap kesalahan itu adalah kebenaran.
    Sama lah kaya orang islam tp jarang banget solat. Banyak temen kya bgini, & bahkan saya termasuk. Bukan karena menganggap solat itu ga wajib, tapi karena kemalasannya yg parah. tapi kalo orang mengaku islam & ga solat krena menganggap solat ga wajib, ya lebih baik jgn mengaku islam.
    Btw, anggap aj ini komentar retoris, karena kalaupun dijawab krna saya jg blm tntu balik ke page ini lg. Cuma abis nyasar pas nyari2 berita.

    Suka

  2. Mas Agun, maaf, apakah ada salah ketik di bagian ini, “Tapi jika semua populasi di dunia ini atheis apakah masalah akan tidak di dunia ini akan terselesaikan.” 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s