Kamu Adalah Isi Tasmu

Awalnya, enam tahun lalu di Fashionese Daily. Aku pernah diminta foto tas beserta isinya. Aku lupa, sampai kemarin terima tantangan dari kawanku Tria untuk melakukan hal serupa via Path.

Cara mainnya. Penantang posting foto isi tas lengkap dengan deskripsinya. Lalu tag kawan penantang sebelumnya dan dua orang yang ia tantang posting isi tasnya.

image

Ndak sangka. Efeknya lebih dari sekedar sisi emosional nostalgia. Memori punya akibat yang unik untuk tiap-tiap individu. Dan menurutku, permainan isi tas ini jauh lebih akurat dari pertanyaan “kalau kamu terdampar di sebuah pulau, apa tiga benda yang harus kamu punya?

Perubahan sekonyong-konyong di depan mata. Waktu itu, aku masih seorang wartawan dengan alat tulis, buku dan rencong. Pengguna BlackBerry dan topi Christian Audigier. Enam tahun kemudian, aku seorang pengajar dan pemasar. Semua ditulis di layar Sony (termasuk yang sedang dibaca ini). Bolpen Post-it hanya dipakai jaga-jaga. Mengenakan topi Christian Audigier di tahun 2015 bisa dianggap tindakan kriminal yang lebih berat hukumnya ketimbang bawa rencong ke kabin Cathay Pacific. Dalam hati aku bilang: Gandrasta, kamu lebih dewasa sekarang. Kipas, Minyak Urut GPU Cap Lang, dan lap muka meneriakkan umur lebih lantang dari tiup lilin di hari ulang tahun.

Kalau umur hanya soal angka. Penjara juga cuma sebuah bangunan, kan?

Umur merekam rangkaian keputusan yang mengubah kita sejak dari pikiran. Hanya 10% dari gambar di atas yang direncanakan. Selebihnya mengalir sesuai keadaan. Menyesuaikan banyak prinsip dengan kebutuhan. Ia juga menunjukkan bahwa kita semua bertahan hidup, bukan menjalani kehidupan. Maka, islam (berserah diri) adalah strategi terbaik agar ndak berakhir mengenaskan.

Lalu tantangan itu aku buka untuk kawanku Diana dan Titi DJ. Aku kenal Diana terlalu dekat. Aku tau Titi DJ lewat merdu suaranya. Ndak lama, isi tas keduanya terhambur keluar.

image

Hilanglah batasan profesi, etnis, dan kelas pemiliknya. Gambar itu semata-mata pilihan dua orang yang sama dekat, sekaligus sama jauh denganku. Karakter individual murni tanpa olesan gula, terlepas dari label diva maupun penata gaya. Perhatikan dengan seksama, seperti seorang penyelidik mengamati tempat kejadian perkara.

Kalo aku ndak salah baca ya. Diana bukan orang yang terorganisir. Juga ndak akan cuci piring setelah selesai makan. Kebebasan dan kreatifitas jadi agamanya. Aturan berlaku karena waktu, bukan perintah. Titi mengandalkan performa. Ia ndak mau jadi orang yang sama dua kali. Pandai menutupi kegelisahan dan sering khawatir berlebihan. Hangat, sekaligus kuat. Ia siap dengan solusi untuk orang terdekatnya. Kalo salah jangan diperbaiki. Ajak aku makan malem aja. Lalu buktikan sebaliknya.

Sementara, seorang kawan bilang isi tasku bermakna: Banci Classy. Entah apa pula itu…

Posted in: @linimasa

9 thoughts on “Kamu Adalah Isi Tasmu Leave a comment

Leave a Reply