Seniman Menurut Miss Simone

Salah satu dari banyak hal yang menggugah ketika menonton film dokumenter tentang Nina Simone; What Happened Miss Simone? adalah ketika dia mulai terlibat aktivitas protes terhadap ketidakadilan yang dihadapi oleh penduduk berkulit hitam di Amerika Serikat pada masanya. Di film itu ditunjukan cuplikan wawancara dengan Miss Simone.


Yang dikatakan oleh Nina Simone adalah, “ An artist duty, as far as I’m concern is to reflect the time. Now I think that is true of, of painters, sculptors, poets, musicians. As far as I’m concerned, it’s their choice, but I choose to reflect the times and the situations in which I find myself. That to me is my duty. And at this crucial time in our lives, when everything is so desperate, when every day is a matter of survival I don’t think you can help but be involved. Young people, black and white, know this. That’s why they’re so involved in politics. We will shape and mold this country I will not be molded and shaped at all anymore. So if I don’t think you have a choice. How can you be an artist and not reflect the times? That to me is the definition of an artist.

Kepala seperti berputar sejenak dua jenak ketika mendengarnya. Lalu menangkap betapa benarnya kalimat ini. Bahkan ketika diterjemahkan dengan konteks yang lebih ringan. Seniman, dalam tulisan ini yang saya maksud termasuk musisi, pembuat film, penulis dan seniman secara harafiah.Seniman datang dan pergi. Ada yang membekas dan ada yang begitu mudahnya terlupakan, kecuali untuk segelintir orang saja. Apa yang membuat karya sebagian mereka begitu membekas di ingatan? Kemungkinan besar karena dia sempat mengeluarkan suara dari generasinya. Membuat refleksi dari masanya, apakah yang sedang terjadi adalah kegelisahan sosial, kecamuk politik, ekonomi, atau rasa panik yang dipendam tetapi terasa kolektif.

Seorang seniman bisa memiliki imajinasi gila, konsep yang tinggi dan keterampilan yang tak kalah heboh untuk mewujudkan karyanya. Tetapi dari mana asalnya? Apakah dari buku-buku teori atau referensi yang sama sekali tak ada sambung menyambungnya dengan lingkungannya? Mungkin terlewat atau lupa untuk mempraktikkan kerendahan hati dan melihat sekeliling dan diam untuk mendengarkan percakapan yang terjadi di dekatnya. Kemudian ketika karya terwujud, semua orang mengeluarkan puja dan puji karena begitu bagusnya tetapi seperti lepas bak layang layang, tak tersangkut tanah tempatnya berpijak.

ZS1

Seperti di keadaan ekonomi seperti ini, di mana banyak orang mulai punya kegelisahan bahwa mungkin materi bukan lah jawaban dari pertanyaan abadi, bagaimana mencapai kebahagiaan yang hakiki. Di mana banyak orang mulai skeptis dengan pemanasan global, tetapi tidak ada yang bisa menyangkal manusia terlalu gegabah mengeksploitasi alam demi keuntungan pribadi atau sekelompok orang. Masa sebagian orang juga mulai berpikir kalau jangan-jangan ada sistem yang lebih baik dari kapitalisme, tetapi bukan berarti langsung ekstrem ke seberang kirinya juga. Betapa masa yang kompleks. Jika seorang seniman tidak bisa mengambil paling tidak satu atau dua dari seluruh kegelisahan itu, merasa tidak ada waktu untuk mendengar dan mengamati karena terlalu sibuk mengasah skill. Lupa mengasah hati. Jika demikian, betapa sayangnya. Betapa sayangnya, semua akan tenggelam dengan kebisingan yang kita dengarkan setiap hari.

Iklan

2 thoughts on “Seniman Menurut Miss Simone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s