Merah Darah Di Hamparan Salju

Abad Sembilan Belas

Adalah seorang Guillerme Del Toro yang mencoba bereksperimen dengan mempotretkan suasana New York di akhir abad 19. Anda akan disuguhi dengan tata busana para ningrat di era itu. Glamor. Apabila anda mengira film ini film horor, maka anda akan kecewa. Banyak yang melabeli film ini dengan genre horror. Saya sama sekali tidak setuju. Ini adalah film dengan nuansa gothic-romance. Gotik identik dengan suasana yang gelap dan mencekam. Tapi belum tentu menakutkan. Buat sebagian orang, saya setidaknya, akan melihatnya sebagai sesuatu yang indah. Pan’s Labyrinth, film yang melambungkan namanya pun bukanlah film horror. Itu film bergenre dark-fantasy. Tapi saya yakin Del Toro banyak terpengaruh oleh film Rebecca, Notorious atau The Shining. Rumah berhantu bisa menjadi sesuatu yang enak dipandang mata. Tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Tapi ini bukan film The Martian yang pasti akan menghibur semua orang yang bahkan membuat saya hampir lupa kalau film ini disutradarai oleh Ridley Scott. Saya hampir mengira ini film keluaran Marvel/Disney dengan sontrek yang familiar. Film yang sangat Michael Bay.

fargo4

Sembilan Belas Sembilan Puluh Enam

Film yang nyaris diabaikan. Padahal film ini banyak meraih banyak penghargaan di berbagai festival film. Didominasi oleh Frances McDormand di kategori Aktris Terbaik dan Coen bersaudara di kategori Penulis Terbaik dan Joel Coen di kategori Sutradara Terbaik dan juga tentu saja Film Terbaik di tahun itu. Apa yang membuat film ini istimewa? Film ini diangkat dari kisah nyata. Dialek dari film ini adalah yang menjadi pembeda. Tidak seperti orang Amerika pada umumnya. Seperti orang Jerman yang berbahasa Inggris tapi sok Amerika. Entah ini bualan atau nyata konon memang begitu cara mereka berbicara. Tapi justru elemen itu yang membuat film ini istimewa. Ditambah dengan isi cerita, jalan cerita dengan balutan black-comedy-crime-drama maka film ini menjadi film yang harus masuk dalam daftar film antrean (jika belum menonton). Film yang unik dan langka.

fargo5

Dua Ribu Empat Belas

FX merilis serial Fargo, judul yang diambil dari nama kota kecil di negara bagian North Dakota, Amerika Serikat. Serial ini adalah adaptasi dari film tahun 1996 dengan judul yang sama. Setahun lalu, ketika film ini akan tayang. Saya sempat skeptis. Tidak mungkin serial ini akan menyamai atau mendekati filmnya. Karena jarang yang begitu. Tapi saya salah. Ini serial yang berhasil di mata saya. Benang merahnya tetap ada. Tapi dengan jalan cerita yang berbeda. Ganjarannya adalah Emmy Awards dan Golden Globe Awards di kategori Serial Terbaik dan Aktor Terbaik untuk Billy Bob Thornton.

fargo

Sembilan Belas Tujuh Puluh Sembilan

Atas kesuksesan di musim pertamanya, maka FX memutuskan untuk memperbarui musim kedua dari Fargo. Serial dari musim kedua ini dibintangi oleh Kirsten Dunst. Cewek cantik Hollywood bermuka Batak. Tidak seperti serial True Detective yang bagus di musim pertama tapi (dianggap) flop di musim kedua–hal ini saya jamin tidak akan terjadi pada Fargo. Malah saya prediksi akan lebih bagus dari musim pertamanya. Kenapa? Karena dari awal serial ini sudah langsung menggebrak dan membuat dahi berkenyit. Apaan ini? A crime that shouldn’t be all over again? Penasaran kan? Lantas kalau begitu apa hubungannya Crimson Peak dan Fargo kalau begitu?

fargopeak3

Keduanya banyak mengumbar darah di hamparan salju.

Iklan

4 thoughts on “Merah Darah Di Hamparan Salju

  1. FARGO!! Saya suka sekali! Waktu pertama kali memutuskan untuk memulai seri TV nya sempet ragu, tapi setelah ditonton, dilanjut, dan selesai dalam tiga hari, whoaaaaa langsung menganga. Beberapa hari setelahnya lanjut nonton filmnya yang tahun 1996 (nemu di popcorn time) dan tetep bikin puas. Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan film gory brutal, tapi Fargo ini, oke lah. Apalagi scene menjelang akhir ketika Grimsrud hendak ditangkap. Gila! Haha. Ga sabar buat season 2 nya! Liat trailer youtubenya sih oke banget kayanya ya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s