1989 di 2015

Dua hari kemarin ketika saya sedang tidur siang, tiba-tiba (maaf, saya tidak akan menggunakan kata tetiba) masuk pesan melalui Whatsapp dari teman saya yang mengaku metal-head sejati. Sebut saja namanya Mawar (beliau menolak dipublikasikan identitasnya karena takut ke-metalhead-annya tercemar karena diam-diam dia adalah seorang Swifties). Pesannya berisi “Bro, dah dapet album Ryan Adams yang cover album Taylor Swift?” Saya yang masih setengah terlelap seketika mengetik “Hah? Album yang mana? 1989?” Lalu dengan kecepatan cahaya saya googling nama Ryan Adams dan Taylor Swift dalam satu kalimat, dan jreeeng.. keluarlah ratusan tautan menuju berita yang dimaksud. Baru satu lagu yang rilis. Lagu yang berjudul “Bad Blood”. Kamu para Taytay Armies pasti tahu dong lagu itu. Lagu dengan video musik yang menampilkan para penyanyi tersohor saat ini. Layaknya film Expandables yang menampilkan para aktor laga gaek. Cuma ini versi para penyanyi wanita di Amrik.

IMG_20150922_005957_375

Sebetulnya berita ini biasa seandainya seorang penyanyi cover lagu penyanyi lainnya. Yang menjadi luar biasa adalah ketika seorang penyanyi membawakan album dari orang lain. Dan orang lain itu adalah Taylor Swift. Ryan Adams sebetulnya bukan orang baru di dunia musik. Dia sudah malang melintang di dunia musik sejak era 90an. Sempat beberapa kali mendapat nominasi Grammy walaupun belum pernah menang. Musiknya pun oke. Walaupun rada bunglon seperti Beck. Tidak pernah konsisten di satu genre musik. Atau mungkin karena ada kesamaan nama dengan penyanyi Bryan Adams. Mungkin itu penyebabnya. Dia adalah mantan suami dari penyanyi Mandy Moore.

taylorswiftryanadams3

Entah apa motivasi dari Ryan Adams membawakan semua lagu dari 1989, album terakhir dari Taylor Swift. Jujur saja itu bukan album favorit saya. Saya lebih suka Taytay tetap di musik country. Tapi mungkin karena dia jeli melihat adanya kekosongan kekuasaan di musik pop saat ini. Khususnya untuk penyanyi wanita–maka dia beralih menjadi penyanyi pop dan ternyata berhasil. Dia adalah penyanyi terbesar saat ini di kelasnya. Suka tidak suka kita harus mengakuinya. Siapa yang diuntungkan? Taytay atau Ryan Adams? Saya cenderung memilih yang kedua. Penggemar Ryan Adams pasti tahu Taylor Swift tapi belum tentu sebaliknya. Tapi yang jelas Ryan Adams memang senang membawakan lagu orang lain. Terakhir dia membawakan lagu Wonderwall dari Oasis, yang diakui sendiri oleh Noel Gallagher, bahwa lagu tersebut lebih baik dari versi aslinya.

taylorswiftryanadams

Kembali ke 1989, setelah saya mendengarkan album ini berulang-ulang. Ini adalah album cover version yang sangat bagus. Ryan Adams berhasil menerjemahkan setiap lagu yang ada di album 1989 ini seperti menjadi lagunya sendiri. Mengubah album 1989 versi Taylor Swift yang upbeat dan sumringah menjadi album yang begitu rapuh dan sedih. Saya yakin jika kamu belum pernah mendengar album versi Taylor Swift pasti tidak akan menyangka bahwa ini adalah cover album. Bagaimana dia mengubah aransemen dari lagu “Out Of The Woods” (favorit saya di album ini) mengingatkan saya ketika mendengarkan lagu Beyonce yang berjudul XO yang dibawakan kembali oleh John Mayer. That good.

Ryan Adams pun memaksa saya untuk mendengarkan kembali 1989 versi dari Taylor Swift. Hahaha. Saya tidak keberatan sih. Demi Taytay apa sih yang nggak. Yekan. Jikalau memang kalau harus memilih tentu saja saya pilih versi Ryan Adams. Saya yakin Lena Dunham pun pasti setuju dengan saya. Kalau kamu suka yang mana? Belum dengar? Klik play di tautan Youtube di atas. Bermasalah dengan koneksi internet? Cantumkan saja alamat surelnya di kolom komen nanti saya kasih file-nya untuk diunduh.

Sekarang yang saya inginkan adalah Taylor Swift membawakan album 1989 versi dari Ryan Adams. Haaah? INCEPTIOOON!!

Iklan

15 thoughts on “1989 di 2015

  1. mau kang, ini emailnya inairhafair@gmail.com (makasih sebelumnya ya). baru denger yang bad blood sama blank space di youtube kemudian ketiduran.. pagi-pagi ada postingan ini, pas banget. Pas denger blank space, ko jadi menyedihkan gini lagunya, petikan gitarnya di lagu ini ngingetin sama semacam kings of convenience. Iya, rapuh. Tinggal nunggu hujan, buat ngedengerinnya. #halah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s