Suara Anda Berharga

Foto hasil dari Googling.
Foto hasil dari Googling.

Waktu memulai karir di dunia radio, dari pengetahuan nol saya jadi banyak sekali belajar tentang suara manusia. Walaupun bukan jaminan untuk diterapkan di suara sendiri. Saya jadi tahu kalau untuk menjadi penyiar radio membutuhkan lebih dari sekedar suara empuk. Artikulasi, kecepatan berbicara sehingga smiling voice akan terdengar jelas; apakah kita memilikinya atau tidak. Saya sempat dituduh memiliki suara empuk, tetapi setelah berkali-kali dicoba siaran ternyata kecepatan minimum berbicara tidak bisa berkurang dari batas maksimum yang bisa dimengerti manusia kebanyakan. Oh well.

Tugas produser pertama saya adalah morning show radio yang baru saja diluncurkan itu, yang digawangi oleh seorang penyiar perempuan yang suaranya belum ada tandingannya (Venita). Saya sempat heran melihat dia setiap berbicara di mic selalu tersenyum manis (padahal aslinya galak), dan saya pun mencoba merekam beberapa suara dengan dan tanpa tersenyum, ternyata hasilnya jauh sekali berbeda! (Coba sendiri kalau tidak percaya).

Setelah lama lepas dari ranah pekerjaan radio, saya seperti ditampar lagi dan lagi soal cara bicara saya yang sungguh tidak bermutu. Bahkan di satu kelompok saja saya suka memulai pembicaraan, kemudian ketika orang lain mulai mendengarkan saya menjadi gugup lalu suara memelan dan bisa berhenti mendadak tanpa penyelesaian. Pengalaman tidak diabaikan lawan bicara karena suara terlalu pelan? Cukup sering. Pramusaji di restoran tidak menghampiri karena cara memanggil yang kurang meyakinkan? Tidak jarang. Apalagi kalau bicara di depan umum seperti yang saya pernah ceritakan, cara bicara dan suara saya bahkan tidak bisa meyakinkan diri sendiri, apalagi mau meyakinkan orang lain?

Pelan pelan saya mulai memerhatikan rekan kerja sekitar saya, terutama yang sering dan dengan mantap berbicara di depan umum. Walau isi mereka bicara beragam, saya melihat ada satu kesamaan dari mereka; mereka berbicara dengan volume yang keras, artikulasi yang jelas, dan intonasi yang mantap. Malah ada satu dari mereka yang, jika berbicara dengan orang baru, menambahkan ketiga poin itu dengan nada yang selalu riang dan mulut yang tersenyum, sehingga suaranya terdengar sangat menyenangkan dan tidak bisa diabaikan.

Saya akui tidak semua orang yang bersuara keras (apalagi yang setelan default-nya demikian) enak didengar. Empat tahun duduk di sebelah ruang rapat membuat saya menarik kesimpulan seperti itu. Ada juga beberapa sahabat yang – walaupun saya cinta mati – tapi demi kesehatan kepala agar tidak migren, saya sering membatasi pertemuan hingga maksimum 2 jam saja, karena suara mereka yang keras.

Kalau suara falset seperti akyu? (Hanya ingin menggunakan gif ini tanpa alasan)
Kalau suara falset seperti akyu? (Hanya ingin menggunakan gif ini tanpa alasan)

Kemudian mulailah saya melatih diri untuk bicara lebih keras. Tetapi tidak terlalu cepat. Lalu saya paksa untuk membuka mulut membentuk artikulasi yang jelas. Memang tidak terjadi dalam sehari dua hari, tetapi ternyata cukup berhasil juga. Mulai banyak yang tidak memulai pembicaraan saat saya bicara. Pramusaji pun menoleh dengan cukup cepat. Bumbu terakhir adalah suara saya yang diutarakan sambil tersenyum. Dengan senang hati saya memberikannya kalau saya suka Anda.

Iklan

8 thoughts on “Suara Anda Berharga

  1. sy jg pernah kecewa om, rasanya pengen marah, pengen nangis juga tapi ya tetep aja ga bisa loss gitu aja. trus sy malem2 jalan ke jembatan, suasananya sepi, di situ sy teriak sekencemg kencengnya. leher sy yg dari awal serasa panas akhirnya jd agak plong sih.. btw lagunya bagus om roy, judulnya apa?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s